alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Pemerintah Pesan 100 Juta Vaksin Korona dari Perusahaan Inggris

JAKARTA–Pemerintah kembali mengamankan jatah vaksin Covid-19 dari kerja sama internasional. Setidaknya 100 juta dosis vaksin berhasil diperoleh dari kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Inggris, AstraZeneca PLC. Vaksin dijadwalkan mulai tersedia semester pertama tahun depan.

Kabar gembira tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi bersama Menteri BUMN Erick Tohir usai melakukan pertemuan bersama jajaran pimmpinan AstraZeneca di London, Inggris, Rabu (14/10). Kepastian penyediaan vaksin ini pun telah disahkan melalui perjanjian kerja sama (letter of intent/LoI) yang ditandatangani oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan perwakilan AstraZeneca.

”Indonesia telah menyampaikan permintaan penyediaan vaksin sebesar 100 juta dosis untuk tahun 2021 dan disambut baik oleh pihak AstraZeneca,” tutur Retno dalam temu media secara virtual, Rabu (14/10) malam.

Retno menjelaskan, vaksin yang dikembangkan dengan platform non-replicating viral vector ini merupakan salah satu kandidat vaksin COvid-19 yang tercatat oleh WHO. Di mana saat ini tengah memasuki uji klinis tahap ketiga. Karenanya, vaksin diharapkan bisa tersedia pada awal tahun depan.

”Pengiriman pertama vaksin diharapkan dapat dilakukan pada semeseter pertama 2021, dan dilakukan secara bertahap,” katanya,

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia juga menekankan kembali mengenai faktor keamanan dan efektivikasi dari vaksin. Termasuk, mengenai informasi hasil uji klinis tahap pertama dan kedua. Menurutnya, factor-faktor tersebut jadi poin penting dalam kerja sama antara Indonesia dengan AstraZeneca.

”Sebelumnya juga telah dilakukan pertemuan virtual secara intensif antara beberapa pihak dari Indonesia dengan jajaran pimpinan AstraZeneca terkait hal ini,” jelas Retno.

Bukan hanya AstraZeneca, kerja sama lain berhasil digoalkan oleh delegasi yang dipimpin oleh Retno dan Erick selama di London tersebut. Pemerintah Indonesia juga sukses menjalin kerja sama pengembangan vaksin Covid-19 dengan Imperial College London (ICL). Kedua belah pihak pun telah menandatangani Letter of Intent ICL, VacEquity Global Health ltd (VGH).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia membahas berbagai potensi kerja sama strategis ke depan. Mulai dari riset, pendidikan, kesehatan, hingga inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin self-amplifying RNA (saRNA). ”Indonesia dan ICL terus membahas kemungkinan dilakukannya uji klinis tahap ketiga untuk jenis vaksin saRNA di Indonesia,” ungkap Alumni Universitas Gadjah Mada tersebut. Vaksin saRNA ini,  lanjut dia, memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau pop-up yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin di seluruh dunia.

Kabar baik lainnya, datang dari hasil pertemuan Retno dan Erick dengan CEO Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI). Dalam pertemuan tersebut, CEO CEPI menyampaikan bahwa hasil due diligence terhadap Bio Farma menunjukkan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, CEPI siap melakukan kerjasama dengan Bio Farma. ”Bisa kita sampaikan bahwa kualitas dan kuantitas produksi vaksin PT Bio Farma sudah mendapat pengakuan internasional,” katanya.

Kesempatan tersebut pun digunakan Retno untuk menyampaikan keinginan Indonesia menjadi bagian dari CEPI Investors Council. Gayung pun bersambut. Keinginan Indonesia ini mendapat sambutan baik dari CEPI.”Besaran kontribusi Indonesia terhadap CEPI akan dibahas lebih lanjut,” ungkap Retno.

Retno menjelaskan, ada dua tujuan strategis kerja sama jangka panjang dengan CEPI ini. Pertama, pengembangan berbagai platform teknologi rapid vaccine dan imunoprofilaksis untuk melawan patogen yang tidak diketahui. Kedua, sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral untuk menjamin akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau.

”Jadi intinya, berbagai pertemuan di London juga sangat bermanfaat bagi upaya kita untuk memperkuat health security dan kemandirian Indonesia,” pungkasnya.

Erick menambahkan, dengan diakuinya kualitas Bio Farma ini tentu membuktikan bahwa kemampuan dan kualitas bangsa tak kalah dengan negara lain. Terlebih nantinya, Bio Farma akan jadi mitra strategis para perusahaan farmasi dunia dalam memproduksi vaksin Covid-19. ”Kalau kita mempertanyakan kualitas bangsa kita tentu jadi sesuatu yang aneh,” ujarnya.

 

Uji Fase III

 

Sementara itu, upaya untuk pencarian vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus dilakukan pemerintah. Salah sataunya dengan membuat regulasi pendukung. Di sisi lain, lawatan ke berbagai negara yang sedang mengembangkan vaksin Covid-19 juga dilakukan.

Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden No 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penaggulangan pandemi Covid 2019 pada 5 Oktober lalu. Me-nindaklanjuti hal itu, Kementerian Kesehatan menyusun dua rancangan peraturan menteri kesehatan (RPMK). Aturan ini melibatkan berbagai institusi.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk melakukan kerja sama pengadaan dan penelitian vaksin. Langkah ini diklaim untuk menunggu vaksin Merah Putih yang baru siap 2022.

”Sambil menunggu, kami manfaatkan dengan kerja sama dengan Tiongkok dan Inggris,” ucap Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Vaksin dari dua negara ini diharapkan dapat digunakan 70 persen masyarakat Indonesia. Sisanya menggunakan vaksin Merah Putih.

Salah satu vaksin yang dikembangkan Inggris dan berkerja sama dengan Indonesia adalah Covac. Covac dikembangkan oleh Imperial College London (ICL). Dia berharap uji klinis di Indonesia dapat segera dilakukan. Setidaknya pada tahun depan.

Pada Rabu lalu (14/10) Kemenkes menandatangani Letter of Intent dengan ICL. Dengan perjanjian ini, maka peluang Indonesia untuk mendapatkan kandidat vaksin Covid dari ICL semakin kuat. Sebelumnya, kandidat vaksin Covid-19 juga didapatkan dari Sinovac, Sinopharm, dan Astra Zeneca.

Peneliti Covac dari ICL Robin Shattock menyatakan bahwa vaksinnya memiliki keunggulan berbahan RNA sintetis dari virus Covid-19. Bahan ini bisa digunakan untuk 5 juta dosis vaksin.

Dalam kesempatan lain, Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyatakan pemerintah tengah membuka hubungan dengan AstraZeneca tentang pembelian kandidat vaksin. Vaksin tersebut digadang-gadang sebagai calon vaksin WHO. Pemerintah akan melakukan perjanjian pembelian dimuka pada akhir bulan ini.

”Kami harap dapat memberikan akses vaksin Covid-19 pada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Oscar menambahkan, dalam pengadan vaksin dan vaksinasi memerlukan kehati-hatian. Perubahan virus harus dilihat. Untuk itu dalam pengadaan vaksin harus mempertimbangkan vaktor keamanan.

 

Inspeksi ke Tiongkok

 

Sementara itu, tim dari BPOM, Kemenkes dan LPPOM MUI tengah melakukan inspeksi di 3 fasilitas produksi vaksin Tiongkok yang bakal diborong Indonesia, yakni di fasilitas produksi Cansino, Sinovac, dan Sinopharm.

Direktur Registrasi Obat BPOM Lucia Rizka Andalusia mengungkapkan dalam proses penyediaan vaksin, BPOM memiliki tugas untuk mengawal khasiat, keamanan dan mutu mulai dari uji klinik sebagai bagian dari pengembangan produk vaksin, hingga peredarannya di masyarakat.

”Dengan melakukan inspeksi tersebut Badan POM bisa memastikan mutu vaksin mulai pengamatan terhadap kepatuhan industri dan memproduksi vaksin sesuai dengan persyaratan CPOP atau GMP (Good Manufacturing Practices,Red),” jelasnya.

Selain soal khasiat dan kemananan vaksin, BPOM juga mengawal pelaksanaan uji klinik vaksin, penyusunan protokol uji klinik dan pemberian persetujuan pelaksanaan uji klinik. Sampai pelaksanaan kegiatan uji klinik tersebut. Seperti yang tengah dilakukan dalam uji klinik vaksin Sinovac di Bandung.

Lucia mengatakan, bentuk pengawalan uji klinik dilakukan dengan inspeksi secara berkala. Untuk melihat pemenuhan kaidah cara uji klinik yang baik  dan kesesuaian antara protokol yang disetujui dengan pelaksanaan uji klink tersebut.

”Sejauh ini dari hasil inspeksi kami tidak ada laporan kejadian efek samping yang serius akibat pemberian vaksin uji tersebut,” katanya.

Lucia memaparkan, Uji klinik vaksin Covid-19 yang diaksanakan oleh tim peneliti dari fakultas kedokteran Unpad sudah memasuki tahap akhir rekrutmen subyek penelitian. Per tanggal 16 oktober 2020 besok, diharapkan total sebanyak 1.620 subyek telah selesai direkrut.

Selain itu, Lucia mengatakan BPOM telah mempertimbangkan untuk memberikan ijin pakai darurat atau emergency use authorization (EUA) pada beberapa produk vaksin yang dianggap aman. Keputusan tersebut diatur dalam Perka BPOM 27/2020 tentang perubahan kedua atas Perka BPOM 24/1027 terntang kriteria dan tata laksana registasi obat terahad vaksin dan obat untuk penanganan Covid-19.

EUA kata Lucia bisa diberikan karena semua obat dan vaksin yang akan digunakan dalam penaganan covid 19 masi dalam pengembangan. ”Namun tetap harus didukung bukti keeamanan dan khasiat dan pemantauan khasiat pada populasi yang lebih besar,” pungkas Lucia.(mia/lyn/tau/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks