alexametrics
Selasa, 1 Desember 2020
Selasa, 1 Desember 2020

Visa Umrah Dihentikan Lagi, Arab Saudi Bakal Lakukan Evaluasi

JAKARTA–Keputusan Arab Saudi menutup kembali penerbitan visa umrah masih jadi misteri. Puluhan ribu calon jamaah umrah yang tertunda, belum bisa dipastikan kapan mereka bisa berangkat ke Makkah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Oman Fathurrahman bersama tim sampai saat ini masih berada di Makkah. Mereka melakukan pemantauan langsung pelaksanaan umrah. Oman mengatakan masih ada 13 orang jamaah umrah yang masih berada di Makkah. Mereka belum bisa pulang karena masih harus menjalani karantina di hotel.

Oman mengatakan belum mendapatkan kabar pasti alasan Saudi menghentikan pengurusan visa umrah. Sampai akhirnya penerbangan umrah hanya terjadi tiga gelombang saja. ’’(Visa dihentikan, Red) Untuk dilakukan evaluasi terlebih dahulu atas pelaksanaan umrah yang sudah terlaksana,’’ katanya tadi malam (15/11).

Muncul dugaan bahwa visa umrah dihentikan karena ada jamaah umrah asal Indonesia yang dinyatakan positif Covid-19 di Makkah. Total ada 13 orang yang positif Covid-19. Delapan orang dari gelombang pertama dan lima orang asal gelombang kedua. Sementara untuk gelombang ketiga penerbangan umrah asal Indonesia tidak ditemukan kasus positif Covid-19.

’’Saya tentu tidak tahu pertimbangan detailnya (menghentikan visa umrah, Red). Tapi saya kira bukan hanya itu saja alasannya (jamaah Indonesia positif Covid-19, Red),’’ kata Oman. Dia mengatakan pelaksanaan umrah di tengah pandemi Covid-19 memang berat. Tetapi tugas pemerintah untuk tetap menjalankan fasilitas dan melayani serta melindungi jamaah.

Sementara itu Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) mengeluarkan surat evaluasi dan rekomendasi penyelenggaraan umrah di tengah pandemi. Dalam surat itu Ketua Umum Amphuri Firman M. Nur menyampaikan rekomendasi pra keberangkatan, saat berada di Saudi, maupun saat kembali ke tanah air.

Di antaranya travel tidak menerima pendaftaraan calon jamaah dengan penyakit penyerta atau komorbid. Mewajibkan jamaah menjalani karantina penuh selama dua hari di hotel kota embarkasi keberangkatan.

Kemudian selama di Saudi, jamaah tidak melanggara turan karantina mandiri di hotel. ’’Contohnya tidak keluar dari kamar hotel, tidak berkunjung ke kamar lain, dan tidak berkumpul-kumpul dengan jamaah lain,’’ jelasnya. Kemudian saat salat di Masjidilharam jamaah wajib berangkat bersama-sama dengan didampingi petugas atau pembimbing dari muassasah.

Sementara itu Konjen RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, pemberhentian penerbitan visa umrah untuk calon jamaah umrah Indonesia bersifat sementara. Hanya sekitar dua minggu. Pasalnya, pada 22 November 2020 nanti, bakal ada rombongan jamaah dari Indonesia yang datang untuk menjalankan ibadah umrah. ”Rencananya ada lagi  300-an jamaah Indonesia yang tiba,” tuturnya dihubungi, kemarin (15/11).

Dari informasi yang diterima olehnya, penghentian ini hanya diberlakukan untuk Indonesia. Eko sendiri tak berani menduga-duga apakah kebijakan tersebut merupakan dampak dari adanya jamaah yang terdeteksi positif Covid-19. Sebelumnya, memang ada sekitar 13 orang jamah dari rombongan 1 dan 2 di awal November 2020 yang dinyatakan positif setelah diswab PCR di sana.

”Sejauh ini tidak ada info resmi (alasan penyetopan visa umrah sementara, red),” paparnya.

Eko mengatakan, jeda waktu ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pihak jamaah dan travel agent umrah untuk melakukan pesiapan yang lebih baik. Mengingat adanya jamaah yang tidak jelas hasil PCR-nya dan ketika diswab terdeteksi positif. Sementara jamaah Pakistan seluruhnya negatif. Sehingga, bisa lancar menjalankan rangkaian umrahnya.

Belum lagi, lanjut dia, ketika jamaah umrah pada rombongan awal terpantau melanggar aturan saat menjalani masa karantina. Masih ada yang tidak patuh. Mereka justru keluar hotel. kejadian tersebut pun secara langsung dilaporkan pada pihak Saudi sehingga bisa menjadi catatan buruk untuk jamaah Indonesia.

Disinggung soal hasil PCR dari Indonesia yang dibawah oleh jamaah Indonesia, Eko mengaku kurang paham mengapa hasil bisa berbeda. Ia enggan menerka-nerka mengenai ketepatan pengambilan specimen maupun adanya upaya-upaya nakal terhadap hasil tes PCR. Yang jelas, kata dia, dari penjelasan pihak Saudi, bisa jadi ketika dites di Indonesia gejala belum muncul. namun, ketika tiba di Saudi, gejala sudah ada sehingga langsung terdeteksi.

Ia pun sempat bertanya pada pihak Saudi terkait penunjukan satu laboratorium untuk tes swab PCR para calon jamaah. Karena pasti akan sangat memberatkan calon jamaah yang berada di luar kota. Mengingat, pihak Saudi di Jakarta hanya merekomendasikan pharmalab di Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk urusan lab. ”Kalau dari daerah kan rempong ya,” katanya.

Namun jawaban yang diperoleh dari pihak penyelenggara umrah justru membuatnya terkaget. Ternyata, lokasi tes swab PCR dibebaskan. Tak terpaku pada satu Pharmalab saja. Mereka diperkenankan memilih laboratorium mana saja asal mendapat rekomendasi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia.

”Saya juga baru dengar dari penyelenggara umroh Saudi. Perlu dicek lagi denga Saudia Jakarta itu,” ungkapnya.

Terkait SOP ibadah umrah, Eko membenarkan bila masih berubah-ubah. Hal ini lantaran pihak Saudi masih mencari pola penanganan yang pas dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemic. Mengingat, semuanya merupakan hal baru. ”Jadi sekarang setelah datang diswab. Kalau negatif langsung umrah, baru kemudian karantina,” papar Eko.

Sementara, bagi yang terdeteksi positif bakal langsung dikarantina. Ia memastikan, semua biaya bakal dicover oleh Saudi sampai yang bersangkutan dinyatakan sembuh dan bebas Covid-19. Lalu, bagaimana jika masa karantina melebihi paketan umrah jamaah hingga membuat jamaah tak bisa ibadah umrah? Menurutnya, mereka nantinya dipersilahkan kembali menjalankan ibadah umrah. Semuanya akan ditanggung alias digratiskan oleh pihak Saudi. ”Ditanggung semuanya. Sesuai janji penyelenggara umrah di Saudi,” tandasnya. (wan/mia/JPG/r6)

 

Jamaah Umrah Indonesia

GELOMBANG PERTAMA

  • Berangkat 1 November 2020
  • Jumlah jamaah 360 orang
  • Sebanyak 8 orang dinyatakan positif Covid-19 di Makkah dan masih menjalani isolasi hingga saat ini.
  • Saat ini, jamaah gelombang pertama yang negatif Covid-19 sudah kembali ke tanah air setelah menjalankan umrah satu kali.

GELOMBANG KEDUA

  • Berangkat 3 November 2020
  • Jumlah jamaah 89 Orang
  • Sebanyak 5 orang dinyatakan positif Covid-19 di Makkah dan masih menjalani isolasi hingga saat ini.
  • Saat ini, jamaah gelombang pertama yang negatif Covid-19 sudah kembali ke tanah air setelah menjalankan umrah satu kali.

GELOMBANG KETIGA

  • Berangkat 8 November 2020
  • Jumlah jamaah 46 Orang
  • Dilaporkan tidak ada yang postif Covid-19. Sehingga jamaah seluruhnya bisa menjalankan ibadah umrah.
  • Saat ini, seluruh jamaah masih berada di Tanah Suci. Setelah umrah satu kali, jamaah menjalani isolasi kembali di kamar hotel. Lalu ke Madinah, sebelum kembali ke Tanah Air.

 

Sumber: Diolah

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kolaborasi dan Pemasaran Digital Bantu Dongkrak Produk Produk Lokal

Delapan bulan lebih pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Situasi ini tidak hanya  berpengaruh pada sektor kesehatan, tapi juga dunia usaha. Meski kondisi sulit, beberapa UMKM masih mampu bertahan bahkan berkembang dengan sejumlah inovasi. Profesional, kolaborasi dengan berbagai pihak dan pemanfaatan teknologi digital jadi jurus yang banyak dipakai para UMKM lokal dalam mendongkrak penjualan produk-produk mereka.

Kisruh Aset Pemprov di Trawangan, Kejati Diminta Telusuri Aliran Dana

”Informasi dari kami banyak, Kejati juga banyak yang sudah didapatkan,” kata Koordinator Wilayah III KPK Aida Ratna Zulaiha.

Ekspor Ditutup, Ratusan Ribu BBL di NTB Tertahan di Penampungan

”Satu bulan saja tidak ada kejelasan, pasti ekspor ilegal terjadi. Barang yang tertahan sekarang itu kan duit semua,” kata Ketua Dewan Pembina Lombok Lobster Association (LLA) Mahnan Rasuli, Minggu (29/11/2020).

UMKM Lokal Bisa Pamer Produk di NTB Mall Offline

”Ini potensi pasar baru yang menjanjikan untuk menjual produk lokal,” ujar Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB.

Guru Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Dikbud Lobar Masih Berhitung

”Iya, kami telah menerima arahan dari Pak bupati dan sedang kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinas Dikbud Lobar Khairuddin, pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Sumo Sale Nissan, Diskon Terbesar di Tahun 2020

"Promo diskon Sumo Sale ini untuk All New Nissan Livina promonya sampai akhir tahun," kata Branch Head Indomobil Nissan Sandubaya Ryo Hadiyanto pada Lombok Post, Minggu (29/11/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.
Enable Notifications    OK No thanks