alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Kontak Tembak dengan TNI/Polri, Empat KKB Papua Tewas

JAKARTA—Setelah sempat mereda, kembali terjadi kontak tembak Antara TNI/Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Minggu (15/3) di Tembagapura. Diklaim ada empat anggota KKB tewas dalam kontak tembak tersebut. Tembagapura dipastikan kramanannya oleh aparat gabungan TNI/Polri.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi Minggu siang di Pos Pantau Tembagapura. Kontak Tembak tersebut berlangsung beberapa jam. “Saat kontak tembak dipastikan ada empat anggota KKB tertembak. “bahkan, keempatnya diduga tewas,” ujarnya.

Hal itu diperkuat saat patroli pada Senin (15/3), saat berada di Bukit Dangler ditemukan sejumlah barang. Diantaranya, tiga pucuk senjata laras panjang Jenis AK 47. Senjata Thomson dan AR 15. “Ditemukan juga magazine dengan sebelas peluru serta Magazine dengan 16 peluru,” terangnya.

Ditemukan juga lima panah dan anak panah. Serta, sebuah kapal. Semua itu diduga merupakan barang Milik anggota KKB. “yang ditinggalkan karena anggotnya tewas,” paparnya kemarin di kantor Divhumas Polri.

Petugas melakukan identifikasi terhadap senjata-senjata tersebut, dapat diketahui Salah satu asal muasal senjata. Yakni, jenis AR. Sesuai data Polri senjata itu merupakan rampasan saat Polsek Perima diserang pada 2012 lalu. “senjata rampasan ya,” terangnya.

Sementara Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Mereka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menuturkan, pihaknya memang melakukan sejumlah serangan terhadap Pos TNI dan Polri. “Pada 12 Maret kami juga menyerang pos TNI dan Polri di titik lain,” tuturnya.

Dalam penyerahan itu, dia mengklaim bahwa TNI dan Polri mundur hingga Oksibil. Dalam serangan itu tidak ada anggota TPNPB-OPM yang tewas. “Mereka mundur,” paparnya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin.

Menurutnya, tidak ada tempat di Papua untuk TNI dan Polri. Langkah ini merupakan upaya untuk kembali mendapatkan kesempatan politik. “ini perang yang bertujuan untuk mendapatkan hak politik,” tutur Sebby.

TPNPB-OPM akan terus mengerahkan kekuatannya bersama dukungan masyarakat Papua. Hanya satu tujuannya, Yakni bisa referendum dengan ditengahi PBB. “Kalau mau dialog, ya hanya dengan PBB,” jelasnya. (Idr/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks