alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Dihantam Korona, Jokowi Prediksi 2021 Industri Pariwisata Booming Lagi

JAKARTA–Sektor pariwisata menjadi yang paling awal terpukul oleh Covid-19. Bahkan, dampaknya sudah dirasakan jauh sebelum Covid-19 menjadi pandemi. Meskipun demikian, pariwisata juga menjadi salah satu sektor yang diyakini paling awal pulih. Khususnya begitu pandemi dinyatakan berakhir.

Presiden Joko Widodo yakin bahwa dampak pandemi kali ini dirasakan sektor pariwisata hanya sampai akhir tahun. ’’Tahun depan akan terjadi booming di bidang parwisata, semua orang ingin keluar, semua orang ingin menikmati kembali keindahan-keindahan yang ada,’’ terangnya.

Karena itu, pemerintah membuat program perlindungan sosial bagi pekerja sektor pariwisata. Kemudian, realokasi anggaran Kementerian Pariwisata, dan terakhir stimulus ekonomi bagi pelaku usaha pariwisata agar tidak mem-PHK karyawan.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio menjelaskan, stimulus bagi pengusaha tersebut sedang dibahas lebih lanjut dengan Menteri Keuangan. ’’Menurut kita lebih baik kan membantu perusahaan untuk tidak mem-PHK dan tetap bisa membayarkan THR, itu lebih penting,’’ terangnya.

Yang utama adalah optimisme soal rebound pariwisata. ’’Kita meyakini di 2021, karena WFH (work from home) ini, pariwisata justru bisa rebound dengan sangat signifikan,’’ lanjutnya. Karena itu, saat ini pun pihaknya masih terus berkomunikasi dengan pemda, terutama di destinasi-destinasi super prioritas.

Fokus penyiapan destinasi itu kembali pada hal-hal dasar pada layanan wisata. ’’hal-hal yang bersifat higienitas, toilet, kebersihan, keselamatan, dan keamanan, hal-hal tersebut yang perlu kita utamakan,’’ lanjutnya. Mengenai realokasi anggaran, Kemenparekraf menyiapkan Rp 500 miliar untuk berbagai program. Termasuk menyiapkan hotel menjadi tempat istirahat tenaga medis.

Disinggung mengenai pernyataan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Tama mengaku belum berbicara lebih lanjut dengan dia. Khususnya mengenai rencana mendatangkan wisatawan dari Korea Selatan dan Jepang dalam waktu dekat. ’’Mungkin setelah pandemi ini berakhir. Nggak mungkin kalau pandemi berjalan,’’ ucapnya.

Alihkan Fungsi Hotel

Di sisi lain, beberapa hotel disediakan untuk memfasilitasi tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Fasilitasnya tak hanya untuk berisitirahat saja, namun juga hingga antar jemput ke rumah sakit.

Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso M Syahril kemarin (16/4) menyatakan bahwa tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 di rumah sakitnya ditempatkan di salah satu hotel terdekat. Seluruhnya mendapatkan fasilitas yang memadai seperti makan tiga kali. “Mereka juga diantar jemput,” tuturnya.

Syahril menyatakan bahwa ada beberapa tenaga medisnya yang mendapat penolakan sekitarnya. Misalnya salah satu perawat yang kosnya tidak boleh diperpanjang karena diketahui bekerja di RSPI Sulianti Saroso. “Padahal mereka ini merawat dengan baik. Coba kalau tidak ada yang merawat,” ujarnya.

Rumah sakit pun juga memberikan alat pelindung diri (APD) lengkap dan vitamin. Semua yang turut dalam perawatan di RSPI Sulianti Saroso juga mendapatkan rapid tes untuk mengetahui kesehatannya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kemenparekraf Ari Juliano Gema menyatakan Kemenparekraf bersama dengan Accor Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan menyediakan 615 kamar yang disesuaikan dengan kebutuhan empat rumah sakit rujukan COVID-19 di Jakarta. Dengan jumlah kamar tersebut akan menjadi tempat istirahat 1.100 tenaga medis.

Rincian tenaga medis tersebut adalah 360 tenaga medis dari RSCM, 260 tenaga medis dari RSPAD, 250 tenaga medis RSPI Sulianti Saroso, dan tenaga medis dari RS Persahabatan, terdapat 230 orang. Berbagai hotel dan perusahaan transportasi turut membantu hal ini.

Pihak hotel mendapatkan pelatihan dan informasi tambahan dari Kementerian Kesehatan terkait SOP kesehatan pencegahan penularan COVID-19.  “Sehingga pihak hotel benar-benar siap, sampai akhirnya tenaga medis dan gugus tugas penanganan COVID-19 dari empat rumah sakit rujukan itu mulai menempati penginapan pada pukul 14.00 siang tadi,” kata Ari.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya menambahkan akomodasi yang disediakan bagi tenaga kesehatan diupayakan jaraknya berdekatan dengan RS tempatnya bekerja. Tidak hanya akomodasi, segala kebutuhan para tenaga kesehatan selama menjalani menginap juga disiapkan. Mulai dari laundry, makanan, serta shuttle bus setiap harinya tersedia. (kus/ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks