alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Joe Biden Dukung Israel, Muslim AS Layangkan Protes

JAKARTA–Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali dukungan kuat AS untuk Israel. Biden langsung berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia mendukung agar Israel bisa melawan kelompok Hamas.

“Dukungan kuat untuk hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket dari Hamas dan kelompok teroris lainnya di Gaza”, kata Gedung Putih.

Namun di satu sisi, Biden juga berbicara dengan Presiden Otoritas Palestina Abbas. Ia menyampaikan komitmen untuk memperkuat kemitraan AS-Palestina dalam sebuah kicauan.

Menanggapi sikap Biden, Muslim Amerika untuk Palestina, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di AS, merespons Biden dengan dingin. Mereka mendesak komunitas Muslim untuk memboikot perayaan Idul Fitri dengan Presiden Joe Biden pada hari Minggu (16/5) atas pendiriannya terhadap Palestina. Kelompok tersebut juga mengumumkan acara tandingan, yang disebut ‘Idul Fitri dengan Palestina’.

“Pernyataan terbaru yang dibuat oleh Presiden Biden, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, dan juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price, sepenuhnya mengabaikan Palestina dari Yerusalem Timur, serangan Israel di Al-Aqsa terhadap jamaah selama Ramadan, dan pengepungan yang sedang berlangsung. di Gaza yang telah merenggut nyawa ratusan orang,” kata kelompok advokasi tersebut.

“Untuk menunjukkan solidaritas dengan saudara-saudari Palestina di Palestina, Amerika Serikat, dan di seluruh dunia, sebuah koalisi Muslim di seluruh negeri mendesak komunitas Muslim kita untuk memboikot acara Gedung Putih dan bergabung dengan ‘Idul Fitri dengan Palestina: Sebuah Protes acara Idul Fitri Gedung Putih’,” kata mereka.

Baca Juga :  Pembuat Konten TikTok yang Menghina Palestina Tetap Diproses Hukum

Sebelumnya, Dewan Hubungan Amerika-Islam juga mengatakan akan memboikot perayaan Idul Fitri Gedung Putih. Sebab sampai kini, sudah hari ketujuh berturut-turut Palestina diserang oleh Israel, dan ratusan nyawa melayang.

 

Sementara itu di Indonesia,  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa segera bertindak membantu menghentikan kekerasan di Palestina mengingat banyak korban jiwa dan luka-luka adalah warga sipil.

Menurut Bamsoet, PBB harus dapat melakukan tindakan yang konkret agar konflik bersenjata di Palestina tidak berkembang menjadi perang terbuka.

“PBB harus segera bertindak agar tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina tidak berlanjut. Israel juga harus menghentikan pembangunan pemukiman baru Yahudi di Yerusalem Timur, yang memang ilegal menurut hukum internasional,” kata Bamsoet dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu (16/5).

Bamsoet juga menegaskan, bahwa militer Israel dan pasukan bersenjata dari Hamas harus menahan diri dan menghentikan seluruh serangan udara agar korban jiwa tidak terus bertambah.

Tidak lupa, Bamsoet juga mengutuk keras kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina. “Dunia harus mengutuk kekerasan aparat keamanan Israel terhadap penduduk sipil Palestina,” kata Bamsoet menegaskan.

Baca Juga :  Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

Militer Israel telah meluncurkan serangan ke beberapa wilayah Palestina, terutama Jalur Gaza, sejak 10 Mei 2021. Setidaknya catatan beberapa media internasional per pekan menunjukkan lebih dari 170 warga Palestina, termasuk di antaranya 41 anak-anak, tewas akibat serangan militer Israel. Tidak hanya itu, lebih dari 1.000 orang juga luka-luka.

Sementara itu, setidaknya 13 warga Palestina di Tepi Barat juga tewas terbunuh oleh militer Israel.

Terlepas dari banyaknya korban jiwa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada minggu ini mengumumkan pihaknya akan terus menyerang Jalur Gaza selama itu masih dibutuhkan.

Dewan Keamanan PBB berencana akan bertemu, Minggu, untuk membahas krisis di Palestina. Pertemuan itu sempat tertunda beberapa hari akibat dihalang-halangi oleh Amerika Serikat sebagai anggota tetap DK PBB.

Sejauh ini, DK PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Terkait dengan itu, Bamsoet mengingatkan PBB tidak boleh memberi kesan lembaganya itu membiarkan kekerasan terus terjadi di Palestina.

“PBB harus membuktikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia dengan segera menghentikan ketegangan tersebut sekaligus memberi sanksi kepada Israel,” ujar Bamsoet menambahkan.(JPG)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/