alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Rinjani Segera Dibuka, Aturan Pendakian Diminta Jangan Memberatkan

MATARAM-Rencana pembukaan pendakian Gunung Rinjani disambut gembira. Namun pelaku usaha berharap syaratnya tidak memberatkan. ”Sebenarnya ada sisi bagus dan jeleknya juga,” kata Imam Firmansyah, salah satu trekking organizer (TO) Gunung Rinjani, kemarin (16/6/2020).

Ia sendiri menyambut baik rencana itu. Banyak pelaku usaha akan diuntungkan karena otomatis pariwisata Lombok akan menggeliat. ”Tetapi saat pandemi begini SOP seperti apa pun nggak akan berlaku di gunung, itu kendala terbesar,” katanya.

Ia menyadari, pariwisata Lombok bergantung pada pendakian Rinjani dan kawasan tiga gili. Ketika pendakian dibuka otomatis sektor pariwisata bakal normal lagi. ”Cuma kendala sekarang apakah sistem online pendaftaran yang direncanakan pengelola sudah final 100 persen?” ujarnya.

Sebab, sejak awal banyak TO yang coba masuk ke sistem tapi belum bisa. ”Dan masih ada beberapa aturan yang rancu,” katanya.

Sekarang semua TO atau travel yang melalukan usaha jual paket di Rinjani harus terdaftar di TNGR. Begitu pun pemandu dan porter, semuanya harus yang sudah terdaftar. ”Lalu bagaimana dengan penduduk lokal? Apakah harus menggunakan jasa guide juga,” katanya.

Rinjani sudah lama ditutup, otomatis antusias masyarakat yang ingin mendaki pasti melonjak. ”Kemarin juga banyak yang ketangkap akibat pendakian ilegal,” katanya.

Firman berharap, pendakian jangan dulu dibuka saat ini. ”Tunggulah sampai semuanya normal dari korona,” katanya.

Tapi seandainya hendak dibuka, itu hak sepenuhnya Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai pengelola. ”Asalkan tidak ada syarat yang memberatkan pengunjung seperti rapid test,” sarannya.

Terpisah, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady menjelaskan, NTB saat ini belum membuka destinasi pariwisatanya, jadi belum bisa menjelaskan panjang lebar. ”Kami baru persiapan,” katanya.

Demikian pula dengan SOP dan protokol pendakian, menurut Dedy semua itu belum final sampai saat ini. ”Kalau sudah siap beserta SOP plus protokol covid-nya, kita rapatkan dengan provinsi dan kabupaten,” jelasnya. (ili/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks