alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Hidupkan Pariwisata, Warga Singapura Diberi Voucher Liburan

SINGAPURA–Pemerintah Singapura tampaknya tak rela industri pariwisata mereka mati. Pada saat turis asing hilang, mereka mendorong warga dalam negeri untuk bertamasya. Setiap penduduk dewasa diberi kupon wisata senilai SGD 100 (sekitar Rp 1 juta).

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menjelaskan, voucher tersebut termasuk dalam program SingapoRediscovers yang sudah mendapatkan suntikan dana SGD 320 juta (Rp 3,4 triliun). Penduduk Singapura berusia 18 tahun ke atas akan diberi voucher atau subsidi yang bisa ditukar tiket masuk taman bermain atau potongan biaya hotel. Voucher tersebut bisa digunakan pada periode Desember 2020 hingga Juni 2021.

’’Ini bukan bantuan sosial. Justru ini adalah bantuan kepada pengusaha untuk membuat pengelola atraksi wisata bisa bertahan di tengah krisis,’’ ujarnya kepada Channel News Asia.

Secara kasatmata, industri pariwisata memang bukan penyumbang utama ekonomi Singapura. Setiap tahun, sektor jasa tersebut hanya berkontribusi 4 persen dari produk domestik bruto. Namun, ada efek berantai yang ditimbulkan jika turis datang.

Chan menerangkan bahwa mendorong wisatawan berkunjung sama dengan mengundang konsumen ke suatu tempat. Mungkin saja mereka bisa masuk gratis dengan voucher itu. Tapi, pada akhirnya mereka akan berbelanja produk lain seperti makanan atau baju. ’’Soal keamanan, saya yakin pengelola atraksi sudah menerapkan standar pencegahan (Covid-19) yang tepat,’’ ungkapnya.

Mantan petinggi militer Singapura itu mengatakan bahwa pemerintah juga memberikan subsidi SGD 10 (Rp 100 ribu) untuk wisatawan usia 10 tahun ke bawah. Setiap orang dewasa bisa membeli sampai enam tiket anak-anak dengan subsidi tersebut. Aturan mendetail dijelaskan pada November nanti.

’’Kami ingin kupon ini mudah digunakan turis dan diterima pedagang. Pada saat yang sama, kami ingin kupon ini aman dari oknum penipu,’’ paparnya.

Singapura memang tak punya cara selain mengandalkan warga lokal dalam mempertahankan ekonomi negara. Sebagian besar negara di dunia memilih menutup diri karena pandemi Covid-19. Salah satunya, tetangga Singapura sendiri, Malaysia. Kemarin (16/9) Perdana Menteri Malaysia Muhyiddn Yassin menegaskan bahwa pemerintah belum siap untuk membuka bebas perbatasan negara.

Sebaliknya, Muhyiddin sedang mempertimbangkan untuk memperketat penjagaan di perbatasan. Menurut dia, risiko jatuhnya perdagangan antarnegara tak sebanding dengan risiko masuknya kasus Covid-19 yang sulit dilacak. ’’Kita harus mencari keseimbangan antara melindungi nyawa dan melindungi nafkah warga,’’ ungkapnya seperti yang dilansir Bernama.

Ketua Partai Bersatu itu mengatakan, sudah ada 1.017 pengunjung asing yang terbukti positif Covid-19 di Malaysia. Hal tersebut menandakan bahwa negara di dunia mulai menghadapi gelombang susulan pandemi setelah sempat menekan kasus.

’’Saya harap rakyat Malaysia bisa tetap teguh dan disiplin dalam menghadapi pandemi ini,’’ tegasnya. (bil/c7/bay/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks