alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Anak Pengidap Diabetes Dapat Divaksin Covid-19

WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa diabetes merupakan fenomena gunung es. Sebagai penyakit komorbid, penderita diabetes bisa mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu juga diperbolehkan untuk anak penyandang diabetes.

Dante mengatakan dari survey yang dilakukan kementeriannya di Jakarta menunjukkan bahwa penyandang diabetes yang diketahui hanya sepertiga dari jumlah di lapangan.

”Ketika dilakukan survei pada orang sehat 2/3nya tidak mengetahui bahwa dia diabetes,” ujarnya. Dia menyadari bahwa ini merupaka pekerjaan rumah untuk melakukan skrining pada mereka yang berpotensi mengalami diabetes.

Agar bekerja secara menyeluruh, dia menyatakan bahwa Kemenkes tengah menyusun peta jalan diabetes mellitus. Berbagai stakeholder digandeng. ”Akan kami selesaikan segera,” tutur Dante.

Plt Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes Elfida menambahkan bahwa peta jalan ini menargetkan agar penderita diabetes mencapai hidup yang lebih baik. Ada berbagai strategi yang akan dibeberkan dalam peta jalan ini. Mulai dari promotif-preventif hingga penanganan.

Selanjutnya, pada saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, yang menjadi pekerjaan rumah adalah pemberian vaksinasi Covid-19. Diabetes merupakan penyakit komorbid. Pada dewasa, Kemenkes telah memberikan regulasi bahwa mereka bisa divaksin asal mendapatkan izin dari dokter.

Sementara itu pada penyandang diabetes usia anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga membolehkan vaksin Covid-19. Ketua Umum IDAI dr Piprim Yunarso SpA membolehkan pemberian vaksin Covid-19. ”Asal gula darahnya terkontrol,” ucapnya. Seperti diketahui, Kemenkes telah memperbolehkan anak usia 12-18 tahun mendapatkan vaksin. Badan Pengawas Obat dan Makanan juga telah mengeluarkan EUA untuk Vaksin Sinovac diberikan pada anak usia 6-11 tahun.

Menurutnya anak yang mengidap diabetes harus didahulukan. Ini terkait penyakitnya. Faktor komorbid biasanya menjadi pemberat Covid-19.

Lebih lanjut dia menyatakan bahwa anak yang bertubuh gemuk memang berisiko diabetes. Namun, anak kurus bukan berarti tak harus diwaspadai memiliki diabetes. Pada penderita diabetes tipe 1 biasanya akan doyan makan, tapi bobotnya merosot.

Pada kesempatan lain, Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia dr. Tri Juli Edi Tarigan SpPD menyatakan bahwa ada mitos yang menyatakan bahwa diabetes diperoleh dari keturunan silang. Misal ayah yang menderita diabetes maka akan menular ke anak perempuannya. ”Kejadian atau munculnya diabetes integrasi atau akumulasi dari berbagai faktor. Dari genetic, gaya hidup, polusi, lingkungan dan yang lain,” ungkapnya.

Dokter Leny Pintowari SpOK membeberkan bahwa anak yang terkena diabetes harus dijaga kebugarannya. Tujuannya agar bisa berdampingan dengan diabetes sampai tua. ”Latihan yang dilakukan dititikberatkan pada bermain. Durasinya 60 menit dalam sehari dengan intensitas sedang,” sarannya. (lyn/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks