alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Korona Mulai Hantam Perekonomian, Nilai Tukar Rupiah Ambles

JAKARTA—NILAI tukar rupiah menembus Rp 15 ribu per dolar Amerika Serikat (USD) kemarin. Tepatnya, Rp 15.187,50. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga ambles dengan finis di zona merah.

Analis pasar moda Hans Kwee menilai pandemi wabah biru korona (Covid-19) membuat nilai tukar rupiah melemah dan IHSG merosot. Banyak investor asing yang menarik diri dari pasar modal. Memilih safe haven untuk menyimpan asetnya.

“Termasuk Indonesia. Kita tidak bisa mencegah (investor) asing keluar. Mengingat jumlah terinfeksi Covid-19 di dalam negeri juga meningkat,” kata Hans kepada Jawa Pos kemarin. Wajar jika kondisi pasar modal dan keuangan tanah air terpukul.

Sejak perdagangan pasar modal dibuka, IHSG terkoreksi 61 poin atau 1,3 persen di posisi 4.629. Sedangkan, indeks LQ45 melemah 14 poin (1,9 persen) ke 717. Pukul 15.02, Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberhentikan perdagangan sementara (trading halt). Sebab, IHSG terpantau merosot 5 persen ke posisi 4.456. Hingga penutupan, IHSG finis di 4.456 atau turun 234 poin.

Menurut Hans, untuk menyelamatkan pasar modal Indonesia butuh peran investor lokal. Berharap mereka tidak ikut-ikutan latah menjual saham. Yang harus dilakukan adalah tetap tenang.

Justru, seharusnya menggunakan momentum saat ini untuk belanja saham. Memetakan emiten yang memiliki kinerja cemerlang untuk membeli saham mereka. “Sehingga ketika nanti harganya kembali naik bisa dijual. Pengalaman saya di setiap krisis selalu mendatangkan keuntungan,” ucap pria yang juga menjabat Direktur PT. Anugerah Mega Investama itu.

Sementara itu, Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menuturkan, kondisi pelemahan rupiah yang terjadi saat ini diprediksi akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Prediksi itu didasarkan pada beberapa kondisi yang terus memicu sentimen negatif.

Bhima menyebut, kebijakan Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang kembali  menerapkan pogram quantitative easing (QE) menjadi salah satu faktor pemicu pelemahan nilai tukar. Seprti diketahui, AS menerapkan kembali QE senilai USD 700 miliar. QE adalah kebijakan moneter non-konvensional yang dipakai bank sentral untuk mencegah penurunan suplai uang ketika kebijakan moneter standar mulai tidak efektif.

“Nah, QE ini dilakukan ketika kondisi mendekati resesi, ini nggak beresnya di situ. Jadi ini kondisi persis seperti (krisis) 2008-2009, kondisi yang sedang nggak bagus,” ujarnya kepada Jawa Pos, Selasa (17/3).

Program QE yang dilancarkan The Fed akan dilakukan lewat Departemen Keuangan dengan pembagian USD 500 miliar dan agen sekuritas USD 200 miliar. Pembelian surat berharga dimulai sejak awal pekan ini senilai USD 40 miliar.

Bhima bahkan memprediksi volatilitas rupiah akan makin tertekan di pekan depan. “Saya duga tembus Rp 15.500 per USD di awal pekan depan. Sekarang saja sudah Rp 15.150-an,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kemarin (17/3) pergerakan nilai tukar rupiah tak terkendali. Bloomberg mencatat, pada pukul 10.10 WIB, rupiah berada di posisi Rp 15.015 per dollar AS, melemah 0,55 persen dibanding penutupan kemarin.

Posisi tersebut merupakan level terendah sejak 26 Oktober 2018. Kala itu rupiah berada di level Rp 15.217 per dollar AS.

Terlebih, lanjut Bhima, Presiden AS Donald Trump juga untuk pertama kalinya mengatakan bahwa ekonomi AS akan menuju resesi. Bhima menyebut, statement Trump itu juga berpengaruh pada pergerakan para pelaku pasar, termasuk di dalam negeri. Komentar Trump itu juga diperparah dengan kebijakan The Fed yang sebelumnya mengambil sejumlah langkah darurat.

Tak hanya menurunkan suku bunga hingga menjadi di kisaran 0-0,75 persen, The Fed juga menempuh berbagai kebijakan lainnya. Di antaranya yakni mengizinkan perbankan untuk menarik pinjaman selama 90 hari dari bank sentral dan mengurangi rasio cadangan wajib minimum menjadi 0 persen.

The Fed bersama dengan lima bank sentral lainnya juga memastikan suplai dolar AS tersedia di seluruh dunia melalui jalur swap. Kelima bank sentral itu yakni Kanada, Inggris, Jepang, Eropa, dan Swiss.

“Kami akan mempertahankan suku bunga ini sampai kami yakin kondisi ekonomi yang tertekan akibat peristiwa ini bisa on-the-track memenuhi target penyerapan tenaga kerja dan stabilitas harga,” kata Gubernur The Fed Jerome Powell, Minggu (15/3), waktu setempat.

Lantas, bagaimanakah seharusnya pelaku pasar dalam negeri merespons sentimen-sentimen itu? Bhima menyarankan agar para pelaku pasar dapat menambah portofolionya ke aset-aset yang lebih aman. “Sambil wait and see, ambil portofolio seperti surat utang pemerintah, emas, deposito, termasuk Yen Jepang (JPY). Masuk safe haven dulu lah sementara waktu,” katanya. (han/dee/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks