alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Forum Santri NTB dukung Hukum Mati Koruptor Dana Bantuan Korona

MATARAM-Dana bantuan bencana non-alam  Covid 19 yang saat ini dikelola Pemerintah Provinsi NTB dan kabupaten/kota terus diawasi semua pihak. “Kami ikut ambil bagian awasi penggunaan anggaran itu,” kata Koordinator Wilayah Forum Santri Nasional NTB Lalu Suherman Hidayat, Kemarin (17/4).

Dana kebencanaan harus sampai sepenuhnya pada rakyat. Diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan. “Waspada penumpang gelap yang ingin mengeruk keuntungan di situasi duka ini,” katanya memperingatkan.

Peran semua pihak mengawasi anggaran kebencanaan sangat diperlukan. Dari Aparat Penegak Hukum (APH), DPRD kabupaten/kota, Lembaga Swadaya Masyarakat, Organisasi Kemayarakatan, dan masyarakat pada umumnya.

Jangan sampai anggaran negara diselewengkan untuk berbagai kepentingan. Termasuk kepentingan politik. Petahana diingatkan tidak membangun panggung melalui situasi duka ini.

Begitu pula pihak-pihak yang terus mencari celah menyunat dana bencana. “Dana yang digelontorkan pemerintah itu Rp 62,3 triliun disebar ke kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah,” terangnya.

Dana raksasa itu kini jadi incaran oknum-oknum yang tak punya rasa kemanusiaan di tengah bencana. Suherman menegaskan Forum Santri Indonesia NTB secara mandiri telah mulai ikut turun mengawasi proses penyaluran bantuan.

Di sisi lain kasus positif Korona di NTB terus menanjak. Kondisi ini berpotensi mengalihkan pemerintah pusat semakin besar ke NTB. “Salah satunya dengan memperbesar porsi anggaran penanganan,” ulasnya.

Pada prinsipnya semua sepakat Pandemi Korona Covid-19 virus mematikan yang dapat mengganggu tatanan masyarakat dunia. “Tetapi para koruptor dan penumpang gelap saya rasa tak kalah berbahayanya saat ini,,” ulasnya.

Tidak hanya pemeritah pusat tetapi  pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota sudah ambil bagian dalam mengalihkan anggaran sebagai Jaring Pengaman Sosial (JPS). “Semua anggaran itu merupakan tanggung jawab kita semua mengawasinya,” tegasnya.

Data sampai Jumat, 17 April 2020 kasus positif mencapai 51 orang. Jumlah ini telah menghadirkan rasa keprihatinan yang dalam. Dalam kondisi duka ini bila ada oknum yang mengambil keuntungan selayaknya dihukum mati. “Kami dukung penuh KPK hukuman mati pejabat atau oknum yang selewengkan dana covid-19 ini,” tegasnya.

Perbuatan biadab itu tidak pantas ditolelir. “Ini melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang sangat serius,” tegasnya.

Dukungan transparansi anggaran covid-19 juga sudah datang dari Bawaslu NTB dan DPRD NTB. Komisi I DPRD NTB Bidang Hukum, Pemerintahan, dan HAM mengingatkan tentang potensi para penumpang gelap itu. “Di mana nurani kita memanfaatkan dana bencana untuk keuntungan sendiri?” sindir Abdul Hafid, anggota komisi I DPRD NTB dari fraksi Golkar.

Ketua Komisi I DPRD NTB Syrajuddin mendukung penuh APH memproses hukum. Bila ada yang terbukti mengambil hak rakyat. “Tindak tegas,” tegas politisi PPP itu. (zad/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks