alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Korona, Cobaan bagi Perusahaan Pembiayaan

MATARAM-Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Provinsi NTB melihat prospek bisnis tahun ini tidak sebaik tahun lalu bisa. Pandemi Korona jadi penyebabnya. ”Tahun ini kalau mencari untung kemungkinan akan susah,” kata Ketua APPI NTB Hadi Sutarno pada Lombok Post, Sabtu (17/5).

Dikatakan, walaupun kondisi sulit semua harus tetap berjuang dengan penuh optimisme. Dia mengingatkan, semua lini sangat berdampak dengan situasi yang ada sekarang ini. ”Harus optimis dan berusaha tidak mati, langkah yang diambil sekarang,” tambahnya.

Menurutnya dengan tetap bertahan, paling tidak perusahaan pembiayaan punya potensi bangkit dikemudian hari. Tidak mati dan akan bisa kembali tumbuh nantinya. Catatanya, wajar kinerja awal tahun 2020 sedikit tertekan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dengan kondisi sekarang ini, pihaknya memperkirakan kinerja pembiayaan baru akan turun. Selain karena dampak penyebaran Wabah Covid-19, hal ini juga karena perseroan mulai menerapkan perubahan dalam menjalankan bisnis. Pihaknya mengaku tidak berani mendorong kinerja pembiayaan secara agresif. Dikarenakan akan membuat pendanaan akan semakin ketat dan risiko pembiayaan bermasalah bisa kian melonjak.

Banyak upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk. APPI mendorong perusahaan pembiyaan menyiapkan sejumlah langkah yang dapat dijalankan perusahaan selama masa pandemi Covid-19. ”Setiap perusahaan pasti melakukan langkah antisipasinya,” tambahnya.

Ia memaparkan beberapa perusahaan pembiayaan mengambil sikap dengan memotong biaya operasional. Termasuk menunda semua biaya ekspansi yang lebih besar, serta menjaga dan memonitor pembayaran angsuran dari nasabah. ”Kalau program pemerintah kami terus mengupayakan,” tambahnya.

Sekretaris APPI NTB Rudi tetap mendorong langsung perusahaan pembiayaan. Tujuannya agar perusahaan dan masyarakat bisa sama-sama bertahan. ”Ini dampak global, jadi saling membantu untuk tetap bertahan,” kata dia. (nur/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks