alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Korona, Cobaan bagi Perusahaan Pembiayaan

MATARAM-Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Provinsi NTB melihat prospek bisnis tahun ini tidak sebaik tahun lalu bisa. Pandemi Korona jadi penyebabnya. ”Tahun ini kalau mencari untung kemungkinan akan susah,” kata Ketua APPI NTB Hadi Sutarno pada Lombok Post, Sabtu (17/5).

Dikatakan, walaupun kondisi sulit semua harus tetap berjuang dengan penuh optimisme. Dia mengingatkan, semua lini sangat berdampak dengan situasi yang ada sekarang ini. ”Harus optimis dan berusaha tidak mati, langkah yang diambil sekarang,” tambahnya.

Menurutnya dengan tetap bertahan, paling tidak perusahaan pembiayaan punya potensi bangkit dikemudian hari. Tidak mati dan akan bisa kembali tumbuh nantinya. Catatanya, wajar kinerja awal tahun 2020 sedikit tertekan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Mataram Belum Siap "Perang" Melawan Virus Korona

Dengan kondisi sekarang ini, pihaknya memperkirakan kinerja pembiayaan baru akan turun. Selain karena dampak penyebaran Wabah Covid-19, hal ini juga karena perseroan mulai menerapkan perubahan dalam menjalankan bisnis. Pihaknya mengaku tidak berani mendorong kinerja pembiayaan secara agresif. Dikarenakan akan membuat pendanaan akan semakin ketat dan risiko pembiayaan bermasalah bisa kian melonjak.

Banyak upaya yang dilakukan dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk. APPI mendorong perusahaan pembiyaan menyiapkan sejumlah langkah yang dapat dijalankan perusahaan selama masa pandemi Covid-19. ”Setiap perusahaan pasti melakukan langkah antisipasinya,” tambahnya.

Ia memaparkan beberapa perusahaan pembiayaan mengambil sikap dengan memotong biaya operasional. Termasuk menunda semua biaya ekspansi yang lebih besar, serta menjaga dan memonitor pembayaran angsuran dari nasabah. ”Kalau program pemerintah kami terus mengupayakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Hanya untuk Korona, RSUD Mataram Sudah Habiskan Rp 6 Miliar

Sekretaris APPI NTB Rudi tetap mendorong langsung perusahaan pembiayaan. Tujuannya agar perusahaan dan masyarakat bisa sama-sama bertahan. ”Ini dampak global, jadi saling membantu untuk tetap bertahan,” kata dia. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/