alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

JK Kritik Lambannya Penanganan Korona di Indonesia

PENANGANAN pandemi Covid-19 di Indonesia dinilai terlambat. Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) saat berkunjung ke Jawa Timur kemarin.

JK menilai, negara-negara yang sukses meredam Covid-19 sudah menyiapkan pencegahan sejak awal. Namun, Indonesia tidak melakukannya. Pencegahan Covid-19 baru tampak pada Maret. Karena itu, wajar jika ada orang menilai kesannya mengentengkan. ”Padahal, wabah ini tidak bisa dianggap enteng,” katanya.

Mantan wakil presiden itu juga mengkritisi penerapan PSBB di beberapa tempat yang tidak efektif. Pemicunya adalah sanksi pelanggaran PSBB yang tidak tegas. Disiplin masyarakat masih rendah. ”Kebijakan ini tidak akan efektif kalau sanksi tidak dijalankan,” ucap dia.

Meski begitu, JK mengapresiasi kerja keras banyak pihak dalam mengatasi wabah tersebut. Termasuk yang dilakukan Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah. Dia juga menyinggung penggunaan convalescent plasma sebagai metode penyembuhan. ”PMI siap membantu menyediakan plasma yang sudah diseleksi,” katanya.

Nanti mekanisme kerja sama antara rumah sakit dan PMI harus diperjelas. Tugas pokok dan fungsi akan dibagi. Bisa jadi, PMI sebagai pihak yang menyediakan darah. Selanjutnya, rumah sakit mengolah darah tersebut. ”Intinya, kami akan siap membantu,” tegasnya.

Metode penyembuhan melalui terapi plasma itu sudah diterapkan kepada delapan pasien di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, empat pasien dikabarkan sudah pulang. Gugus Tugas Pemprov Jatim terus mencari donor plasma dari pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Sudah ada 22 orang yang siap menjadi donor plasma darah tersebut.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyambut positif tawaran itu. Dia mengatakan, PMI memiliki perangkat yang lengkap untuk donor darah. Kerja sama antara gugus tugas dan PMI sangat positif. ”Proses donor akan lebih mudah karena perangkat yang lengkap,” ucap Khofifah yang didampingi Ketua PMI Jatim Imam Utomo. (riq/c10/oni/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks