alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Belajar Dari Rumah Pemerintah Siapkan Paket Internet Murah

JAKARTA-Menyambut semester baru, para mahasiswa setidaknya bisa sedikit bernafas lega. Ada paket internet murah yang bisa membantu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) di semester ganjil ini. Paket ini disediakan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani menuturkan, kolaborasi ini merupakan concern pihaknya terhadap dunia pendidikan Indonesia. Terutama di masa pandemi saat ini.

“Apalagi pembelajaran masih akan dilakukan secara virtual ya, jarak jauh,” tuturnya dalam temu media secara daring kemarin (17/7).

Komitmen ini sejatinya telah ditunjukkan seajak awal PJJ. Telkomsel telah bekerja sama dengan 202 perguruan tinggi yang tergabung dalam ilmu pedia. Di mana, akses laman pembelajaran dari masing-masing perguruan tinggi digratiskan beban kuota internetnya oleh Telkomsel. Tentu, syaratnya, wajib pakai kartu dari operator plat merah ini.

“Dengan adanya kuota khusus yang diberikan ini tentu akan semakin komplit,” katanya. Akses bahan bisa melalui laman resmi perguruan tinggi secara gratis, kemudian PJJ menggunakan paket kuota murah yang bisa digunakan untuk tatap muka virtual.

Saat ini sendiri, paket ini sudah digubakan di 80 ribu madrasah dan 58 perguruan tinggi kegamaan dibawah Kementerian Agama. “Saya harap, 4700 perguruan tinggi bisa menikmati layanan ini nantinya,” paparnya.

Lebih detil Senior Vice President Enterprise Telkomsel Dharma Simorangkir menjelaskan, ada tiga jenis paket yang ditawarkan. Pertama, paket Cloudx. Paket ini dibandrol seharga Rp 300 ribu per meeting dengan peserta hingga 100 orang. Paket ini dinilai cocok untuk PJJ karena dapat sharing materi kuliah, menggunakan fasilitas white board untuk menjelaskan, hingga waiting room untuk absensi.

Kemudian, paket bulk education. Paket ini lebih kepada bagi-bagi kuota untuk mahasiswa dari pihak kampus. Jadi, ada tiga jenis besaran paket yang bisa dipilih kemudian dibagikan ke mahasiswa sesuai besaran kuota yang diinginkan. Mulai dari 1 GB, 2GB, dan lainnya.

Ketiga, paket society untuk dosen dan pegawai. Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 40 ribu untuk kuota 10 gb per bulan.

“Ini ada yang untuk internet saja atau voice saja,” katanya.

Untuk bisa mendapat paket ini, instansi cukup mendaftar di Tsel.me/tseledu. Kemudian mengisi form. Setelahnya pihak telkomsel akan langsung menghubungi kembali guna menjelaskan seluruh paket yang tersedia. Program Bantuan Kuota Terjangkau untuk perguruan tinggi ini akan berlangsung sejak 17 Juli 2020 hingga 31 Agustus 2020.

Plt Dirjen Dikti Nizam menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pihaknya sudah meminta dukungan ini sejak Maret 2020 lalu, yang kemudian disambut dengan ilmu pedia di awal PJJ.

“Tapi tentu menyiapkan sementser depan ini, perlu diperkuat coverage-nya dan paket-paketnya,” ungkapnya. Dengan begitu, para mahasiswa dan dosen dapat menyiapkan pembelajaran  dengan baik. “Dan tentunya dengan internet ramah kantong mahasiswa,” sambungnya.

Diakuinya, banyak mahasiswa mengalami kesulitan membayar UKT di masa pandemi ini. Hal ini disebabkan oleh kasus phk yang menimpa orang tua mereka. “Membayar uang kuliah saja susah, apalagi pulsa,” ungkapnya. Karenanya, dirinya sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh telkomsel.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa yang kesulitan. Pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4,1  Triliun di semester ini untuk 900 ribu mahasiswa. Diantaranya, untuk membantu 200 ribu mahasiswa on goig, 200 ribu ribu mahasiswa program kartu indonesia pintar (kip) kuliah, paket baru untuk membantu mahasiswa semester 3,5, dan 7 yang orang tuanya terdampak Covid-19 sebebanyak 419 ribu mahasiswa.

“Kami tahu mereka sangat tertekan. Karenanya, kami mengapresiasi telkomsel bisa berbagi paket murah untuk mahasiswa,” paparnya.

Kesemapatan ini pun, imbuh dia, dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menyediakan aplikasi merah putih. Seperti  cloudx, buatan dalam negeri. Sehingga dapat mengurangi biaya konektivitas luar negeri. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks