alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Masih Mahal, Biaya Rapid Test Tak Kunjung Turun

KEMENTERIAN Kesehatan telah mengeluarkan Surat Edaran terkait dengan rapid test. Kemenkes mematok harga tertinggi rapid test di Tanah Air maksimal Rp 150.000. Namun belum seluruh rumah sakit menerapkan hal itu.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia Partakususma menyatakan bahwa rumah sakit sedang berproses untuk menyesuaikan harga. Masih banyak kendala yang dialami rumah sakit untuk menyesuaikan harga rapid test. “Karena memang tersedianya (alat) rapid test yang dimaksud dalam jumlah cukup,” tuturnya.

Pemerintah sebelumnya meluncurkan RI-GHA, alat rapid test buatan dalam negeri. alat ini diklaim murah karena hanya berbiaya Rp 75.000 saja. Harga ini bisa bersaing dengan rapid tes impor yang selama ini dibeli rumah sakit. Lia menyatakan bahwa RI-GHA masih sulit ditemukan.

“RS ada yang masih mempunyai stok lama,” kata Lia. Hal inilah yang membuat beberapa rumah sakit akhirnya belum menuruti surat edaran Kemenkes.

Humas PERSI Anjari Umarjianto menambahkan bahwa sebelumnya rumah sakit ada yang membeli alat rapid test dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Harga tersebut menurutnya baru alatnya saja. Belum alat pelindung diri yang digunakan oleh tenaga kesehatan. Sehingga tak heran bahwa rumah sakit ada yang mengenaikan tarif rapid test di atas Rp 300 ribu. “Saya dapat informasi bahwa alat rapid tes dalam negeri itu bisa didapatkan pada Juli atau Agustus,” bebernya.

Dia memberi saran agar surat edaran tersebut dijalankan. Pertama adalah penuhi ketersediaan alat rapid test. Kedua sesuaikan harganya. “Ini biar SE dijalankan, masyarakat diuntungkan, dan rumah sakit juga tidak rugi,” tutur Anjari. Dia menegaskan bahwa rumah sakit sebenarnya sangat mendukung pemerintah dalam menyelenggarakan rapid test yang terjangkau.

Sebelumnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus mematuhi surat edaran yang dikeluarkan Kemenkes. Jika tidak maka akan diberikan sanksi. “Sanksinya bisa surat teguran hingga sanksi administratif,” katanya.

 

Kasus Tinggi, Kesembuhan Tinggi

 

Sementara itu, untuk pertama kalinya, jumlah kasus sembuh di Indonesia mengalahkan jumlah kasus positif meskipun pertumbuhan kasus positif bisa dikatakan relatif tinggi. Saat ini, sekitar separuh dari total pasien Covid-19 di Indonesia telah sembuh.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC-19), tercatat 1.489 kasus sembuh pada periode 16 hingga 17 Juli 2020 dengan total kasus sembuh kumulatif adalah 41.834 orang. Jumlah pertambahan ini sedikit lebih tinggi dari pertumbuhan kasus positif yakni 1.462 orang.

Dengan jumlah kesembuhan yang semakin banyak itu, angka kesembuhan atau recovery rate Indonesia seperti yang ditampilkan laman coronatracker.com, naik menjadi 50.3 persen setelah sebelumnya konsisten di 40 sekian persen. Sementara tingkat kematian atau fatality rate juga sedikit turun ke angka 4,8 persen setelah sebelumnya konsisten di angka 5 persen.

Beberapa provinsi yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 pun mencatatkan kasus kesembuhan yang hampir menyamai bahkan melebihi pertambahan kasus positif.

Jubir Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto mencontohkan seperti Jawa Timur  yang mencatatkan 255 orang kasus baru namun dengan jumlah kasus sembuh yang jauh lebih banyak yakni  387 orang.

”Kemudian ada Provinsi Bali yang melaporkan 86 kasus baru dan 88 kasus sembuh. Juga Sulawesi Selatan dengan 83 kasus baru dengan 112 sembuh,” jelas Yuri kemarin (18/7)

Provinsi DKI Jakarta mencatatkan 253 orang kasus baru dan 139 orang sembuh. Jateng 238 kasus baru dan 340 orang sembuh. Serta Kalimantan Selatan dengan 101 kasus baru dan 42 orang yang sembuh.

Keputusan menkes mengenai tolok ukur pasien sembuh itu selaras dengan petunjuk WHO yang dikeluarkan pada akhir Mei lalu. Pada intinya, WHO menyatakan bahwa masa perawatan pasien Covid-19 yang diawali gejala adalah 10 hari. Terhitung sejak gejala muncul. Ditambah perawatan setidaknya selama 3 hari dalam kondisi tanpa gejala.

Setelah dua masa perawatan tersebut, pasien boleh langsung dipulangkan. Dalam petunjuk itu, tidak ada keterangan bahwa para pasien yang sudah tak bergejala harus menjalani dua kali tes swab sebelum dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Bila mereka sudah tidak lagi bergejala setidaknya selama tiga hari, maka boleh pulang dari fasilitas kesehatan.

Meskipun demikian, Akhir Juni lalu Ketua Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Doni Monardo mengisyaratkan bahwa Indonesia tidak akan begitu saja mengadopsi petunjuk WHO tersebut. Dalam arti tetap akan berpedoman pada hasil dua kali tes swab negating untuk menyatakan seseorang sembuh dari Covid-19.

Menurut Doni, WHO pada intinya mengatakan bahwa mereka yang sudah tidak bergejala sangat kecil kemungkinannya untuk menulari orang lain. ’’Tetapi faktanya di negara kita lebih dari 70 persen, bahkan di beberapa daerah itu ada yang mendekati 90 persen, mereka tidak ada gejala ternyata positif covid,’’ terangnya.

Artinya, sangat mungkin imunitas tubuhnya memang sedang bagus saat membawa virus. Namun, akan menjadi bahaya bila orang-orang tanpa gejala itu berintraksi dengan kelompok rentan. Baik lansia maupun orang-orang dnegan penyakit penyerta. ’’kelompok OTG tadi sangat mungkin menulari mereka yang punya komorbid dan yang rentan,’’ lanjutnya.(tau/byu/wan/mia/lyn/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks