alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Belajar di Rumah, Pemerintah Siapkan Buku Panduan untuk Orang Tua

JAKARTA–Pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) di masa pandemi, banyak laporan orang tua mengeluh saat mendampingi anaknya belajar. Kemenag menyusun buku pedoman pendampingan belajar anak pada masa pandemi untuk orang tua. Buku ini diharapkan dapat menggugah orang tua membangun suasana kebatinan yang nyaman dalam mendampingin anak saat BDR.

Penyusunan buku panduan untuk orang tua itu saat ini masuk tahap uji publik. Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Raudlatul Athfal (RA) Kemenag Siti Sakdiyah mengatakan buku panduan itu membahas peran dan aktivitas orang tua maupun guru dalam mendampingi anak-anaknya belajar di tengan pandemi.

Panduan itu meliputi proses sebelum, saat, dan setelah pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. Panduan itu bisa digunakan madrasah yang menjalani pembelajaran online, offline, guru kunjung, maupun pembelajaran tatap muka terbatas.

’’Orang tua harus selalu bersikap bijaksana untuk mengerti kemampuan yang dimiliki anak,’’ katanya kemarin (17/9). Khususnya bagi yang anaknya masih duduk di jenjang RA atau PAUD, Madrasah Ibtidaiyah (MI), atau Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Dia mengingatkan tuntutan belajar yang berlebihan di masa pandemi ini, justru menyebabkan anak menjadi tambah gelisah dan takut. Dalam kondisi itu, proses bimbingan atau pembelajaran kepada anak-anak hanya akan menjadi sebuah tekanan dalam dirinya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mendukung upaya Kemenag menyusun buku panduan orang tua itu. Dia berharap dengan buku itu dapat terjalin kemitraan yang baik antara orang tua, guru, dan madrasah dalam proses pembalajaran di masa pandemi.

Dalam suasana pandemi seperti sekarang ini yang diutamakan adalah hak hidup dan hak sehat anak-anak. Setelah itu baru diikuti dengan hak pendidikan. ’’Anak-anak harus belajar dengan senang dan tanpa tekanan. Agar imunitas mereka meningkat dan dapat terhindar dari penularan Covid-19,’’ tutur Retno.

Pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal menuturkan pembelajaran di masa pandemi harus tetap mengutamakan prinsip perkembangan manusia. ’’Prinsip pertama adalah pada dasarnya manusia itu berbeda-beda dan beragam,’’ tuturnya.

Rizal mengatakan setiap murid memiliki potensi, talenta, dan keminatan sendiri-sendiri. Prinsip yang kedua adalah menumbuhkan rasa ingin tahu. Lalu prinsip yang ketiga adalah pertumbuhan manusia adalah sebuah proses kreatif.

Rizal mengatakan melalui organisasi komunitas GSM, mereka mengusulkan supaya pemerintah menjadi hebat dengan mengerti dan berempati kepada akar rumput. Kemudian proses pembelajaran di kelas harus memberikan kebebasan kepada siswa untuk kreatif dan berinovasi. ’’Maka sekolah yang sekarang tak punya kehidupan, menjadi hidup kembali,’’ pungkasnya. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks