alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total pemberian bansos menjadi sembilan bulan.

‘’Bansos sembako Jabodetabek dan bansos tunai non-Jabodetabek diperpanjang menjadi sembilan bulan hingga Desember,’’ ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada video conference di Jakarta, kemarin (18/5).

Ani menyebut, perpanjangan waktu itu bertujuan agar menjaga daya beli masyarakat yang terpukul karena Covid-19. Seperti diketahui, pemerintah memberikan bansos untuk wilayan Jabodetabek berupa sembako senilai Rp 600 ribu per bulan selama April-Juni. Sementara, untuk yang non-Jabodetabek dirupakan uang tunai Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Namun, meski diperpanjang, jumlah insentif yang diberikan mengalami penurunan dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu per bulan. Nominal Rp 300 ribu per bulan itu terhitung untuk Juli sampai Desember 2020. “Dengan perhitungan Juli-Desember menjadi hanya Rp 300 ribu per bulan dari yang tadinya Rp 600 ribu per bulan,’’ imbuhnya.

Kemenkeu mencatat, anggaran bansos sembako Jabodetabek mencapai Rp 6,8 triliun dan bansos tunai non-Jabodetabek sebesar Rp 32,4 triliun.

Sementara, lanjut menkeu, pembagian kartu PKH dan kartu sembako tidak berubah. Kartu PKH akan tetap dibagikan selama 12 bulan untuk 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Penerima kartu sembako sebanyak 20 juta orang akan menerima penuh Rp200.000 per bulan selama 12 bulan.

Sejalan dengan hal itu, kemarin Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran Bansos ke kawasan Johar Baru Jakarta Pusat. Bantuan berupa sembako tersebut merupakan bagian dari bansos untuk masyarakat Jabodetabek selama masa pandemi yang diberikan tiga kali. ’’Hari ini sudah diterima bantuan yang ketiga. Sudah yang ketiga,’’ terangnya.

Dia meminta agar penyaluran bantuan tersebut dipercepat sehingga bsia langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ’’Kita harapkan nanti untuk selanjutnya akan menjadi lebih cepat dan lancar lagi,’’ lanjutnya. Dan yang tidak kalah penting, problem belum tuntasnya data bisa segera teratasi.

Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan, dia sudah berdiskusi dnegan Mensos dan menteri Desa terkait percepatan penyaluran Bansos. ’’Insya Allah lima hari terakhir menjelang lebaran kita akan menyalurkan bansos besar-besaran,’’ terangnya usai ratas virtual bersama presiden kemarin.

Untuk Kemensos, dari 9 juta keluarga penerima manfaat ada 8,3 juta yang menjadi bagian penyaluran lima hari ke depan. Selebihnya, 700 ribu KPM perlu waktu lebih lama untuk penyaluran karena berada di wilayah remote. Butuh waktu setidaknya dua pekan untuk penyaluran. Sehingga, diperkirakan pasca Idul Fitri baru bisa tersalurkan 100 persen.

Penyaluran bansos itu akan mengandalkan PT Pos Indonesia karena jaringannya paling luas. Demi mengejar target penyaluran ke 8,3 juta KPM, pihak PT Pos memutuskan untuk meniadakan libur dua hari Idul Fitri. Seluruh cabang dimaksimalkan untuk penyaluran Bansos.

 

Keluarga Miskin Baru

 

Sementara, untuk BLT Desa yang diambilkan dari dana desa, pendataannya diutamakan keluarga miskin baru. yakni, mereka yang tidak tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. ’’Dana desa ini baru bisa didistribusikan kalau memang ada warga masyarakat yang belum tercantum di dalam DTKS,’’ lanjut mantan mendikbud itu.

Karena itu, tidak mudah untuk mempercepat penyaluran dana desa mengingat datanya harus dijaga agar tidak tumpang tindih dnegan data kemensos. Pihaknya sudha sepakat yang diprioritaskan adalah bantuan dari Kemensos lima hari ke depan. setelah itu warga yang belum medapatkan dalam artiu tidak terdata, akan mendapatkan dana desa.

Muhadjir meminta semua pihak saling membantu. Bila ada tetangga yang diketahui belum menerima bansos padahal termasuk keluarga miskin baru, segera dilaporkan ke pengurus warga. Atau warga miskin baru itu bisa berinisiatif melapor ke pengurus kampung atau ke balai desa. Prinsipnya, bantuan akan diberikan semaksimal mungkin dan merata bagi mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Juliari  mengatakan, penyaluran bansos sembako di Jakarta ini merupakan tahap III. Di mana, tahap ini sudah dimulai sejak Sabtu (16/5) lalu. “Setelah lebaran, masih ada tiga tahap lagi sehingga total menjadi enam tahap untuk DKI Jakarta dan Bodetabek,” ujarnya.

Mengenai perbedaan data, dia pun memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan data antara Kementerian Sosial dengan Pemprov DKI Jakarta dalam distribusi bansos bantuan Presiden. Sebab, pemerintah daerah (pemda) termasuk Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan up dating data. Di DKI Jakarta sendiri, ada penambahan data penerima bansos sebanyak 2,1 juta kepala keluarga (KK). ”Jadi karena anggaran Kemensos hanya untuk 1,3 juta KK, maka sisanya yang 800 ribuan itu anggarannya dari APBD DKI Jakarta,” jelasnya.

Dia turut berpesan, bagi seluruh pemda, pandemi Covid-19 ini merupakan momentum untuk memperbarui data masyarakat penerima bansos. Karena, data masyarakat miskin dan rentan ini, akan tetap digunakan untuk bansos reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Bahkan setelah pandemi selesai.

 

Penyaluran Dipercepat

 

Di sisi lain, terkait bantuan sosial tunai (BST), Mensos memastikan sudah menindaklanjuti arahan Presiden agar mempercepat distribusinya. Langkah yang diambil ialah menambah titik bayar, loket-loket, dan titik penyaluran. Selama ini, kata dia, PT Pos sudah melakukan penjangkuan dengan komunitas, namun dia menilai langkah itu masih kurang.

Dia meminta, agar pelayanan bisa lebih dekat lagi kepada masyarakat. Caranya, dengan membuka kios di kantor desa, di sekolah, atau lokasi yang mudah diakses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setempat.

Kemudian, meningkatkan volume penyaluran dan memberikan kesempatan lebih luas melayani KPM yang menerima BST, PT Pos juga diminta untuk memperpanjang durasi penyaluran. “Bisa dimulai dari jam 07.00 sampai dengan selesai. Dengan demikian akan semakin banyak masyarakat yang bisa dilayani,” tegasnya.

Sebagai informasi, distribusi bansos sembako menjangkau 2,7 juta KK. Dimana untuk DKI Jakarta menjangkau 2,1 juta KK, dan Kabupaten Bogor, Kota Tangerang dan Tangsel, Depok dan Bekasi (Bodetabek/daerah yang berbatasan langsung dengan Jakarta) diperuntukkan bagi 600 ribu KK.

Sedangkan untuk BST disalurkan kepada warga miskin dan rentan terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek dengan target penerima 9 juta KK. Mereka adalah KPM di luar penerima PKH dan Program Sembako. Indeks bantuannya sama dengan program bansos sembako presiden, yakni Rp600 ribu/KK/bulan selama tiga bulan, mulai April, Mei, dan Juni 2020. (mia)

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar menyatakan hingga saat ini ada beberapa daerah yang terhitung lamban dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Halim telah menyurati kepala-kepala daerah tersebut.

Halim meminta kepala daerah bergerak cepat dan membantu desa dalam mempercepat penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa tersebut. BLT Desa harus segera dilakukan mengingat masih banyaknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menunggu penyaluran.

“Hari ini kita berkirim surat lagi khusus kepada daerah yang penyaluran BLT Desanya masih sangat rendah, untuk dilakukan percepatan. Sekaligus kita support data terkait desa yang sudah melakukan Musdes (Musyawarah Desa) Khusus, dan desa yang belum menyalurkan BLT dana desa. Sekaligus juga untuk membantu mempercepat proses penyalurannya,” ujar Halim kemarin (18/5)

Halim menyebut, provinsi dengan penyaluran BLT yang paling lambat adalah Banten. ”Kalau tidak salah baru 5 desa yang sudah tersalurkan. Padahal Musdes Khususnya sudah banyak, sudah hampir 50 persen desa. Tapi yang salur baru 5 desa, kemudian Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Aceh. Ini adalah 5 provinsi terendah,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kemendes PDTT, lima provinsi dengan persentase jumlah desa paling sedikit yang telah menyalurkan BLT Dana Desa di antaranya Provinsi Banten, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Aceh.

Sementara provinsi yang hampir seluruh desanya telah melakukan penyaluran BLT Dana Desa. Ia menyebutkan lima provinsi dengan persentase jumlah desa terbanyak yang telah menyalurkan BLT Dana Desa yakni Provinsi Bangka Belitung, Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Halim mengatakan, hingga hari ini, sebanyak 12.829 desa atau 24 persen desa telah melakukan penyaluran BLT Desa kepada KPM. Masih terdapat 33.345 desa atau 63 persen desa yang telah melakukan Musdes Khusus dan telah menetapkan calon KPM namun belum menyalurkan BLT Desa.

Dari beberapa faktor yang dilaporkan oleh daerah-daerah tersebut, keterlambatan penyaluran antara lain disebabkan karena belum selesainya proses integrasi data penerima bantuan pemerintah atau belum disahkannya calon KPM BLT Dana Desa oleh kabupaten/walikota. “Karena memang tidak mudah melakukan sinkronisasi data untuk menghindari over lapping. Sementara waktu sudah sangat mendesak, sudah mau lebaran,” ujarnya.

Mengantisipasi hal tersebut, mengeluarkan Surat Intruksi No 2 Tahun 2020 tentang Percepatan Penyaluran Tahap Kesatu BLT Dana Desa bagi Desa yang telah Menyelenggarakan Musdes Khusus. Surat tersebut menginstruksikan desa yang telah menyelenggarakan Musdes Khusus dan penetapan Calon KPM BLT Dana Desa mulai tanggal 9 Mei 2020, agar segera menyalurkan BLT Dana Desa kepada KPM yang telah disepakati dan ditetapkan dalam Musdes Khusus Penetapan BLT Dana Desa tahap I, meski belum mendapatkan pengesahan KPM dari Bupati/Wakikota.

“Kemarin Hari Minggu (17/5) sudah saya keluarkan surat instruksi penting, bahwa yang sudah Musdes Khusus dari 9 Mei sampai hari ini, bisa langsung salurkan BLT Dana Desa. Sekaligus mengajukan pengesahan sinkronisasi data di walikota/kabupaten. Selanjutnya penyaluran BLT Dana Desa tahap berikutnya dilakukan berdasarkan data KPM yang telah disahkan bupati/walikota,” paparnya.(dee/byu/mia/tau/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks