alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Prajurit Asal NTB Gugur di Papua

JAKARTA-Satu di antara dua korban yang tertembak oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Jalan Trans Wamena-Habema, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua gugur. Dia adalah Praka Anumerta Sirwandi M Zahidillah. Prajurit asal Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu gugur setelah berjuang melalui rangkaian operasi yang dilakukan oleh di RSUD Wamena.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih Letkol Cpl Eko Daryanto menyampaikan kabar duka tersebut kemarin (18/8). ”Pukul 21.35 WIT Praka Anumerta Sirwandi korban pengadangan di Mbua meninggal dunia,” terang Eko.

Dia meninggal dunia pasca timah panas milik KKSB melesak menembus dada dan perut Sirwandi. ”Meninggal dunia setelah menjalani operasi,” tambahnya.

Eko menyatakan bahwa Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring secara langsung memberikan penghormatan terakhir pada jenazah almarhum Praka Anumerta Sirwandi. Itu dilakukan jenderal bintang dua TNI AD tersebut ketika jenazah Sirwandi masih disemayakan di Batalyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti di Sentani, Jayapura.

Kemarin jenazah Sirwandi tiba di Jayapura sekitar pukul 09.20 WIT. Jenazah prajurit kelahiran 1996 itu dievakusi dari Nduga ke Wamena sampai Jayapura.

Berdasar catatan TNI AD, lanjut Eko, Sirwandi merupakan prajurit yang menyelesaikan pendidikan secata dengan kejuruan infanteri di Rindam IX/Udayana empat tahun lalu. Setelah tuntas melalui pedidikan tersebut, dia langsung mendapat penugasan. ”Sebagai tabakpan di Kompi D Bataylyon Infanteri Raider 751/Vira Jaya Sakti,” imbuhnya.

Menurut Eko, Sirwandi naik pangkat dari pratu menjadi praka lantaran sudah menuntaskan tugas dengan penuh dedikasi. Dia sudah rela berkorban saat menunaikan tugas di Mbua. Selanjutnya, jenazah almarhum akan dibawa ke kampung halamannya di Lombok. ”Sebagai pendamping jenazah sampai dengan diterima oleh pihak keluarga yaitu Mayor Inf Rofi Irwansyah dan Lettu Inf Rhizal Shanda Santoso,” beber Eko.

Apabila tidak melesat dari jadwal, jenazah Sirwandi sudah tiba di Lombok hari ini (19/8). Gugurnya Sirwandi menambah deretan nama aparat TNI dan Polri yang menjadi korban KKSB. Sebelumnya, seorang anggota Polda Papua bernama Hedar juga menjadi korban. Dia meninggal dunia setelah disandera kemudian dibunuh oleh kelompok separatis tersebut. Untuk itu, penindakan terhadap kelompok itu bakal terus dilakukan.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menuturkan, selain penyerangan terhadap TNI, pihaknya juga mengklaim bertanggungjawab atas penembakan terhadap Brigpol Hedar. ”Ya, benar kami juga,” paparnya.

Tak hanya itu, Sebby juga menyebut bahwa sebenarnya penembakan terhadap TNI tidak hanya terjadi pada 16 Agustus di Danau Hebema. Namun, juga ada penembakan yang terjadi pada 14 Agustus di gereja Derakma. ”Kami menembak dua prajurit saat berada di dalam gereja,” tuturnya.

Dua prajurit TNI itu kemungkinan besar meninggal dunia. Sebab, ditembak dalam jarak yang cukup dekat. ”Saat itu mereka di sekitar mimbar gereja, tapi entah mengapa tidak ada yang mengeluarkan statement soal itu,” paparnya.

Dia menuturkan, hanya ada satu jalan untuk bisa menyelesaikan persoalan Papua. Yakni, penentuan nasib sendiri. Kalau tidak, semua ini tidak akan berakhir. ”Itu tuntutan kami,” paparnya dihubungi Jawa Pos kemarin.

Bagian lain, Pengamat Terorisme Al Chaidar menuturkan bahwa sama seperti terorisme, gerakan semacam ini tidak hanya membutuhkan pendekatan militer. Namun, juga pendekatan yang soft terhadap masyarakat di sekitarnya. ”Agar mereka tidak menjadi korban atau malah tertarik ikut dalam kelompok tersebut,” ujarnya.

Sehingga, masyarakat di sekitar wilayah tersebut perlu perlakukan khusus. Untuk memperkuat jiwa nasionalisnya. ”Tentunya, perlu peningkatan kesejahteraan, akses pendidikan yang mudah dan sebagainya,” tuturnya.

Kalau tidak, akan sulit untuk menuntaskan kelompok yang biasa disebut KKSB tersebut. Sebab, setiap gerakan itu amunisinya merupakan dukungan masyarakat. ”Kalau tidak ada dukungan masyarakat, pasti akan mati dengan sendirinya,” ujarnya. (idr/syn/JPG/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks