alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tes SKB CPNS 1 September, Ini Syarat-syarat yang Harus Diperhatikan

JAKARTA–Seluruh instansi telah mengumumkan jadwal pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) untuk seleksi CPNS formasi 2019 kemarin (18/8). Sebagian besar tes akan dilakukan secara daring.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum Dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono menyampaikan, pengumuman jadwal bisa dilihat di laman masing-masing instansi. Di sana, semua akan dijelaskan secara rinci syarat, jadwal, dan lokasi untuk tes SKB para peserta. ”Insya Allah semua instansi sudah mengumumkan,” tutunya, Selasa (18/8).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) misalnya. Sudah mengumumkan perihal tes SKB di instansinya melalui laman https://cpns.kemkes.go.id. Dari pengumuman tersebut, diwajibkan pesrta mencetak Kartu Peserta SKB melalui laman (https://sscn.bkn.go.id) dan mencetak Kartu Jadwal Ujian SKB melalui laman https://cpns.kemkes.go.id. Sebab, lokasi, jadwal, dan sesi ujian tercantum pada Kartu Jadwal Ujian SKB yang dicetak dengan memasukkan NIK dan Nomor Peserta pada laman https://cpns.kemkes.go.id. Pencetakan dapat dilakukan mulai tanggal 18 Agustus 2020.

Beda lagi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Kemenlu sejak awal memberikan kebebasan peserta bisa memilih lokasi dan jadwal ujian. Dengan catatan, bagi yang berdomisili Jabodetabek dan banten, CAT dilaksanakan oleh Kemenlu di Jakarta. Sementara yang berada di luar itu, CAT dan essay dilakukan di lokasi yang ditentukan BKN. Kemudian, untuk uji kemampuan bahasa dilakukan secara daring.

Sesuai dengan namanya, SKB bertujuan menilai kesesuaian antara kompetensi bidang yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi bidang kebutuhan jabatan. Karenanya, akan ada tes-tes lanjutan seperti wawancara mengenai bidang yang dilamar. Sejauh ini, seluruhnya dilakukan secara daring.

Mengenai materi ujian, Paryono memaparkan, bahwa untuk formasi jabatan fungsional, maka soal dibuat langsung oleh instansi pembina jabatan fungsional tersebut. artinya, pelamar harus benar-benar memahami bidang yang dilamar.

”Oleh karenanya, disarankan untuk mempelajari materi sesuai dengan formasi yang dilamar. seperti pokok-pokok materi soal yang ada dalam surat edaran MenPANRB,” tegasnya.

Peserta diminta bersungguh-sungguh dalam mempelajari materi soal tersebut. Karena persentase SKB cukup besar dalam seleksi CPNS. Yakni, 60 persen.

Selain itu, dia mewanti-wanti agar peserta memperhatikan jadwal yang telah diumumkan oleh masing-masing instansi. Sehingga tidak salah waktu dan tempat. ”Jaga kesehatan juga patuhi protokol kesehatan pada saat SKB berlangsung,” ungkap Paryono.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah sempat tertunda karena pandemi Covid-19, SKB tes CPNS formasi 2019 akhirnya digelar. SKB bakal dilakukan pada 1 September hingga 12 Oktober 2020. Sebanyak 336.487 orang tercatat akan mengikuti tes lanjutan seleksi CPNS ini. Jumlah tersebut terdiri dari 83.175 peserta instansi pusat dan 253.312 peserta untuk instansi daerah. Dari jumlah tersebut, 297.190 peserta akan menggunakan CAT BKN. Sisanya, menggunakan sistem dari masing-masing instansi. Tahun ini sendiri, ada 504 instansi pusat dan daerah yang membuka lowongan PNS-nya. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks