alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Kebijakan Longgar, Penularan Korona Melonjak

BEIJING–Perasaan lega beberapa negara karena bebas korona tak berlangsung lama. Sebab, virus jenis SARS-CoV-2 itu tak benar-benar hilang. Lengah sedikit, ia akan kembali dan menyerang. Korea Selatan (Korsel), Singapura, Selandia Baru, dan Tiongkok menjadi contoh nyata.

Penularan di negara-negara tersebut merangkak naik sekali lagi. Padahal, roda perekonomian baru kembali bergulir. Munculnya lagi penularan menjadi pelajaran yang menyakitkan bagi mereka yang sudah mengeklaim sukses mengendalikan Covid-19 tersebut.

’’Saya sudah pernah menyatakan bahwa penularan semacam itu akan menjadi hal normal baru untuk beberapa bulan mendatang,’’ ujar Yanzhong Huang, pakar kesehatan Tiongkok di Dewan Hubungan Luar Negeri, seperti dikutip The New York Times.

Beijing sempat bebas dari penularan lokal selama 56 hari sebelum akhirnya wabah kembali mencuat di pasar Xinfadi. Agence France-Presse merilis bahwa saat ini sudah ada 158 penularan lokal di Beijing. Menurut Yanzhong, sejatinya jumlah tersebut tidak banyak. Tapi, itu terjadi di Beijing yang merupakan ibu kota negara. Beijing juga merupakan pusat politik serta ekonomi. Jadi, ia memiliki arti simbolis bagi Tiongkok.

Kemarin (19/6) penjagaan Anxin County yang bersebelahan dengan Beijing juga diperketat. Sebagian besar lalu lintas di wilayah dengan 500 ribu penduduk itu dibatasi. Pasalnya, penularan sudah merembet ke luar Beijing. Pemerintah kota Beijing per hari mengambil sampel 400 ribu orang untuk tes Covid-19. Dengan tes masif itu, harapannya semua kasus penularan segera ditemukan.

Setali tiga uang, AS bernasib sama. Tiga negara bagian yang memberlakukan kenormalan baru dan secara agresif membuka perekonomiannya malah melaporkan peningkatan kasus harian tertinggi Selasa (16/6). Yaitu, Arizona, Florida, dan Texas.

Selandia Baru juga mengalami penambahan kasus baru. Seorang pria 60-an tahun tiba di Auckland dari Pakistan 13 Juni lalu dengan penerbangan NZ124. Dia positif, tapi tanpa gejala. Pria itu tinggal di hotel dekat bandara, bukan hotel yang disediakan khusus untuk karantina.

Sementara itu, Presiden Argentina Alberto Fernandez melakukan isolasi mandiri di Istana Kepresidenan Olvios. Sebab, penularan di ibu kota kian marak. Beberapa elite politik negara tersebut juga tertular. Argentina sebelumnya sempat dinyatakan sukses menekan angka penularan. Mulai 10 Mei berbagai kebijakan dilonggarkan. Imbasnya, penularan justru melonjak tajam. Bulan lalu kasus baru di Argentina meningkat empat kali lipat.

Rusia yang di awal tenang karena sedikitnya penularan kini justru kelimpungan. Mereka tidak siap. Hampir 500 dokter telah meninggal karena Covid-19. ’’Kini kami menyadari bahwa epidemi belum berakhir,’’ tegas Kepala Badan Federal untuk Supervisi Perawatan Kesehatan Alla Samiolova. (sha/c10/dos/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks