alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Lomba Kampung Sehat NTB Libatkan 1.136 Desa dan Kelurahan

Lomba Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB telah dimulai kemarin (19/6). Lomba akan berlangsung selama tiga bulan. Melibatkan 1.136 desa dan kelurahan di seluruh NTB. Inilah ikhtiar nyata Polda NTB menggerakkan partisipasi masyarakat Bumi Gora, terutama dalam hal mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

——————————————-

 

LAUNCHING digelar di Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Bersama Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, hadir dalam launching tersebut Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Ketua DPRD NTB H Muzihir,  Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, dan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. Tokoh masyarakat dan tokoh agama hadir pula dalam laucnhing sederhana yang tetap mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Lomba Kampung Sehat ini adalah respon cepat Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal atas perintah Kaporli yang meminta tiap Polda membantu penanganan Covid-19. Kenapa harus berbentuk lomba?

“Memang sengaja seperti itu. Karena, lomba adalah cara tercepat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata Irjen Iqbal.

Menggerakkan partisipasi masyarakat memang menjadi ruh program ini. Kapolda NTB meyakini sepenuhnya bahwa pandemi perlu melibatkan peran aktif masyarakat. Sebab, mitigasi menghadapi pandemi tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah belaka.

”Perlu koordinasi semua elemen masyarakat. Juga TNI dan pemangku kepentingan lainnya,” kata mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

Tentu saja, Lomba Kampung Sehat ini hadir sebagai solusi. Bukan saja dibidang kesehatan. Melainkan juga sosial ekonomi, pendidikan, dan keamanan. Dengan partisipasi penuh masyarakat, maka lomba Kampung Sehat ini akan menjadi panggung bagi masyarakat untuk menunjukkan kepada khalayak bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya.

Masyarakat dapat membuat sendiri aturan mengenai protokol penanganan Covid-19 sesuai kebutuhan kampungnya. Namun, tetap menjunjung tinggi standar protokol kesehatan yang sudah ada sesuai anjuran pemerintah.

Sejumlah parameter disiapkan untuk penilaian. Di antaranya untuk parameter bidang kesehatan, Setiap kampung harus memiliki posko kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Seperti, harus menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Di Kampung tersebut juga ada protokol migrasi keluar-masuk atau warga pendatang, memiliki protokol khusus untuk melindungi warga yang tergolong rentan terpapar virus. Seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

Juga memiliki protokol khusus untuk kegiatan sosial yang mengumpulkan orang banyak, penguburan jenazah, perayaan hari besar agama, ibadah, pernikahan, dan kegiatan pengumpulan kemasyarakatan.

Kampung juga diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas isolasi mandiri berupa balai kampung, rumah kosong, kos-kosan yang sudah tidak dihuni untuk mereka yang menyandang status Orang Dalam Pemantauan, Pasien Dalam Pengawasan dan Orang Tanpa Gejala maupun dengan gejala ringan hingga sedang.

Pendek kata, inilah jalan kampung-kampung di Bumi Gora menunjukkan inovasi berbasis masyarakat sehingga menjadi kampung yang sehat, yang pada akhirnya akan menjadi jalan bagi masyarakat untuk menggapai maslahat. (*)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks