alexametrics
Rabu, 2 Desember 2020
Rabu, 2 Desember 2020

MUI Terbitkan Fatwa Setelah Vaksin Korona Tiba di Indonesia

PERSIAPAN vaksinasi Covid-19 terus dilakukan pemerintah. Penelitian hingga skenario pemberian terus diujicobakan. Termasuk mengantisipasi isu yang menghalangi pemberian vaksin.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemarin meninjau pelaksanaan simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin. Dia menegaskan proses simulasi itu penting untuk mendukung kelancaran keseluruhan program vaksinasi Covid-19 yang dirangcang pemerintah.

’’Jadi ada beberapa persiapan yang harus disiapkan supaya nanti vaksinasinya berjalan dengan baik. Termasuk menyiapkan data-data,’’ katanya. Termasuk juga nama-nama orang yang akan divaksin di seluruh Indonesia. Kemudian juga menyiapkan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam proses vaksinasi.

Ma’ruf menjelaskan dalam persiapan vaksinasi Covid-19 tidak hanya dilakukan dengan simulasi di fasilitas kesehatan. Tetapi juga melakukan kajian skema pendistribusian vaksin ke sejumlah daerah. Lalu pelatihan-pelatihan petugas yang nanti menjalankan vaksinasi.

Dia mengingatkan ketika nanti vaksin Covid-19 sudah tersedia, tetap harus melewati perizinan secara penuh. Ketika sudah mendapatkan izin dari BPOM dan dinyatakan aman, efektif, dan kemanjurannya dapat dipertanggungjawabkan, maka sudah bisa dimulai vaksinasi.

Dalam kesempatan itu Ma’ruf kembali menyinggung soal sertifikasi halal MUI untuk vaksin Covid-19. ’’(Fatwa, Red) kebolehan dipakai kita harapkan keluar dari MUI,’’ jelasnya. Dia menegaskan vaksin Covid-19 boleh digunakan karena statusnya halal atau dasar kedaruratan.

Ma’ruf mengatakan Komisi Fatwa MUI sudah melihat langsung proses produksi vaksin Covid-19 di Beijing, Tingkok. Namun dia menegaskan fatwa kebolehan vaksin nanti menunggu wujud vaksinnya ada. Dia berharap seluruh proses persiapan vaksinasi dilakukan dengan matang. Sehingga nanti vaksinasinya berjalan tanpa ada hambatan.

Dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa, Ma’ruf mengatakan vaksinasi dilakukan secara bertahap. Nantinya secara teknis akan diatur oleh Kementerian Kesehatan. Termasuk juga pengaturan berapa banyak sasaran vaksinasi yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan dibagikan secara gratis. Kemudian siapa saja yang melakukan vaksinasi secara mandiri.

Pengamatan di lapangan simulasi vaksinasi Covid-19 dimulai dengan pasien atau warga yang mendaftar secara online. Kemudian mendapatkan panggilan untuk vaksinasi. Sebelum disuntik vaksin, warga diperiksa kesehatannya terlebih dahulu. Sehingga bisa diketahui apakah yang bersangkutan bisa divaksin atau tidak.

Setelah dipastikan aman untuk divaksin, warga kemudian distuntik vaksin. Setelah itu disiapkan layanan untuk menangani munculnya dampak setelah divaksin.

 

Suara Sumbang

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Irawan mengungkapkan, urusan imunisasi ini memang kerap dibarengi suara-suara sumbang. Sehingga, membuat masyarakat enggan mendapat imunasi. Tak terkecuali untuk urusan vaksinasi Covid-19.

Diakuinya, ada banyak mitos yang berkembang di masyarakat soal imunisasi ini. Misalnya, anak yang divaksin ternyata tetap saja sakit. “Vaksin memang tidak memberikan perlindungan 100 persen, tapi paling tidak lebih dari 90 persen,” ujarnya dalam diskusi FMB 9 secara daring, kemarin (19/11).

Lalu, mengenai kandungan berbahaya dalam vaksin. Pria yang akrab disapa Hingky tersebut mengatakan, bahwa vaksin telah melalui tahap uji keamanan secara berlapis. Bahkan mulai dari preklinik hingga pasca distribusi ke masyarakat. Sehingga, bila memang mengandung zat berbahaya akan terdeteksi mulai uji preklinis. Sama seperti vaksin Covid-19. Hingky meminta masyarakat tak perlu khawati. Sebab, keamanan vaksin telah berkali-kali diuji sejak penelitian labolatorium hingga setelah beredar di masyarakat.

Bukan hanya itu, ada pula mitos lain yang menyebutkan vaksin bisa menyebabkan autisme, mengandung sel janin aborsi, atau penyakit yang sudah ada vaksinnya tidak perlu dilakukan vaksinasi lagi. Hingky menegaskan seluruhnya hoaks.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, keamanan vaksin berarti tidak berbahaya. Tapi bukan berarti tidak ada negatif. Kemungkinan itu ada karena vaksin merupakan produk biologi. ”Tidak mungkin 100 persen aman, ada pembengkakan, merah-merah, itu sebagai reaksi. Wajar,” jelasnya.

Nah, karenanya ada yang disebut KIPI. KIPI dikelompkan dalam lima. Pertama, produk vaksin itu sendiri karena adanya antigen pengawet, hingga antibiotic. Kedua, reaksi akibat efek kualitas vaksin. Di mana, ternyata ada cacat pada produk vaksin tersebut. Ketiga, kekeliruan prosedur.  Misalnya,  vaksin yang harusnya disuntikkan di paha malah di bokong. Atau bisa juga dalam hal penyimpanan yang tidak baik hingga menyebabkan vaksin beku.

Keempat, reaksi kecemasan sebelum mendapat vaksinasi. Dia mencontohkan, layaknya anak-anak SD yang hendak mendapat imunasi dan sudah kepalang panas dingin sebelumnya.

”Namun terbanyak koinsiden atau kebetulan. Jadi mau sebulan, setahun, empat tahun (kalau sakit, red) suka dikaitkan dengan imunisasi,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap menghimbau masyarakat yang apabila mengalami KIPI bisa langsung melapor ke KOmnas KIPI. Formulirnya dapat diunduh di laman resmi KOmnas KIPI untuk kemudian dikirim melalui email. Laporan tersebut selanjutnya akan dikaji oleh anggota KIPI yang merupakan orang-orang berkompeten dibidangnya. Mulai dari ilmu vaksinologi, spesialis anak, kebidanan, statistika, epidemiolog, dokter paru, dokter alergi, forensik, dan lainnya.

 

Dikawal BPOM

 

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memberikan pengawalan terhadaoat oenyediaan vaksin Covid-19 di tanah air. Tak mudah untuk menerbitkan ijin edar. “Vaksin harus memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito kemarin (19/11).

BPOM, menurut Penny, pasti memiliki data vaksin bahkan sejak penelitian awal penelitian. Pemantauannya pun juga dilakukan hingga distribusi dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Dalam rangka pandemi, prosesnya oun dipercepat. Namun tak menghilangkan esen aman untuk digunakan.

Dalam penelitian, harus ada persetujuan protokol uji klinik (PPUK). Lalu dilakukan inspeksi apakah sesuai dengan cara uji klinij yang baik.

Untuk kandidat vaksin Covid-19 yang diuji klinik tahap 3 di Bandung oleh Unpad dan Bio Farma, sejauh ini subjek masih terawasi dengan baik. Sementara hasil inspeksi, sejauh ini ujibklinik telah dilaksanakan dengan baik. “Belum ada efek samping serius yang dialami oleh subjek uji klinik,”tutur Penny.

Untuk mendukung data mutu uji klinik Vaksin Sinovac, Badan POM telah melakukan inspeksi ke fasilitas produksi Sinovac Life Science Beijing pada tanggal 2 hingga 5 November. Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan produsen menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) secara konsisten di sepanjang proses pembuatan vaksin.

Selanjutnya, keseluruhan data aspek keamanan, khasiat, dan mutu tersebut harus disampaikan oleh industri farmasi kepada BPOM. Lembaga ini selanjutnya melakukan proses evaluasi yang mengacu pada standar pedoman evaluasi nasional dan internasional. Komite Nasional Penilai Obat, tenaga ahli, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga diajak berembuk.

Mengingat kebutuhan akan vaksin yang mendesak di masa pandemi ini, BPOM memberikan fleksibilitas terkait penerbitan izin edar vaksin Covid-19. Caranya  izin dikeluarkan dalam bentuk perizinan penggunaan vaksin dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Syarat pemberian EUA adalah vaksin harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2 secara lengkap. Serta data analisis interim uji klinik fase 3 untuk menunjukkan khasiat dan keamanan. Prosedur EUA ini mengacu pada pedoman persetujuan emergensi dar badan kesehatan dunjai WHO dan organisasi internasional lain.

Selanjutnya Penny menyatakan BPOM membukan kesempatan bagi vaksin lain diluar yang diujikan di Bandung. Ada beberapa perusahaan vaksin yang menyatakan akan melakukan uji klinis di Indonesia. Selain itu, terhadap vaksin yang akan diimpor Indonesia juga telah didiskusikan dengan BPOM terkaiy ijin penggunaan. “Pfizer, Astrazeneca dan yang lainnya juga sudah. Mungkin akan cari industri farmasi di Indonesia untuk impor,” ucapnya.

Industri farmasi menurutnya juga telah mengajukan pendampingan BPOM ketika suatu saay nanti akan mengimpor atau memproduksi vaksin Covid-19. Penny tidak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 dapat memacu penelitian vaksin.

Selanjutnya Dirut Bio Farma Honesti Basyir pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa nanti ada vaksin Covid-19 gratis yang akan diberikan pada beberapa kriteria. Lalu terkait dengan distribusi, data siapa yang menjadi peberima masih simpang siur. Menurutnya ini menyulitkan perusahaan farmasi untuk mendistribusikan. “Kita mengalami kendal karena data itu ada yang di BPJS Kesehatan, Kemenkes, ada juga di kementerian lain,” ucapnya.

Menurutnya dengan adanya pandemi ini sudah menunjukkan perlunya integrasi data. Tujuannya untuk memetakan peta kesehatan di Indonesia. “Data ini harus dimiliki pemerintah bukan industri,” ungkapnya. (wan/mia/lyn/JPG/r6)

 

MENGENAL VAKSIN SINOVAC

 

Vaksin Corona buatan Sinovac, China, sudah berada di Indonesia dan sedang diuji klinis di Bandung.

VIRUS DIMATIKAN

Bahannya bukan virus yang dilemahkan.

EFEK SAMPING

Nyeri dan panas setelah disuntik, tapi tak lama.

DUA KALI

Karena virus dimatikan, suntiknya harus dua kali dalam 14 hari.

HARGA

Perkiraan Kemenristek: Rp 74-145 ribu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 23 kandidat vaksin yang sedang diuji klinis ke manusia.

 

SIAPA YANG AKAN MENDAPAT VAKSIN TERLEBIH DAHULU

Yang diprioritaskan adalah mereka yang bekerja di sektor kesehatan kemudian dilanjutkan bagi mereka yang memiliki risiko kesehatan yang tinggi.

 

4,2 MILIAR DOSIS

Kebutuhan vaksin Covid-19 dunia kalkulasi WHO (satu orang dua sosis)

KERJA SAMA PENGEMBANGAN VAKSIN DI INDONESIA

  • • Kerja sama antara PT Bio Farma dengan perusahaan farmasi China, Sinovac
  • • Kerja sama PT Kalbe Farma Tbk yang tergabung dalam konsorsium Genexine
  • • Kerja sama konsorsium lokal yang dipimpin lembaga molekuler Eijkman

 

340 JUTA DOSIS

Kebutuhan vaksin Covid-19 di Indopnesia

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pegadaian Catat Kinerja Positif Meski Pandemi

”Ini dari jumlah total pembiayaan kedua program kami, yakni gadai dan non gadai,” ujar M Arif Fanany, kepala Departemen Mikro PT Pegadaian Persero Area Ampenan, Selasa (1/12/2020).

STIE AMM Disegel, Pihak Terkait Diingatkan Jangan Korbankan Mahasiswa

”Secara psikologis kan trauma itu (mahasiswa, Red),” kata Pengamat Pendidikan Prof H Mahyuni, saat dikonfirmasi Lombok Post, Selasa (1/12/2020).

Dikbud NTB Semprot Kepala Sekolah, Tak Libatkan KTU Susun RKAS

”Kelihatan ini pada saat kita evakin (evaluasi kinerja, Red),” jelasnya, saat pembukaan rapat koordinasi dan evaluasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik SMA tahap III untuk Pulau Sumbawa, di Senggigi, Senin malam (30/11/2020).

HARUM Jadikan RTH sebagai Pengendali Banjir

Sebagai sebuah wilayah yang berada di hilir sungai Mataram kerap mendapatkan air kiriman dari hulu ketika musim penghujan tiba. Ditambah dengan hujan di Mataram, kiriman air dalam jumlah besar mengakibatkan terjadinya genangan dan banjir.

Menolak Miskin, Pusparini, Tukang Sapu Jalan yang Memilih Keluar dari PKH

Banyak orang kaya bermental miskin. Namun ada juga masyarakat kurang mampu tapi bermental kaya. Pusaparini, warga Lingkungan Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur salah satunya.

Pemkot Mataram Berencana Gaji 1800 Ketua RT

Rancangan APBD tahun anggaran 2021 telah ditetapkan oleh DPRD Kota Mataram dan eksekutif, kemarin (30/11). Dalam APBD tahun 2021 ini, ada beberapa kebijakan yang dibuat oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh di akhir masa jabatannya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Subsidi Upah, Guru Honorer dapat Rp1,8 Juta

Pemerintah memperluas sasaran penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Kali ini, giliran tenaga pendidik dan guru non-PNS yang akan mendapat bantuan hibah sebesar Rp 1,8 juta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyebutkan, bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan ekonomi para dosen, guru, dan tenaga kependidikan non-PNS yang selama ini ikut terdampak pandemi COVID-19.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Selamat! Ini Pemenang Simpedes BRI Periode 1 Tahun 2020

”Mudah-mudahan dengan acara ini, nasabah BRI semakin loyal, semakin berkembang, dan semakin semarak bertransaksi,” tuturnya.
Enable Notifications    OK No thanks