alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Tingkatkan Efisiensi dan Transparasi Melalui Digitalisasi Pengadaan

MATARAM-PT PLN (Persero) terus berupaya meningkatkan proses pengadaan atau procurement agar semakin efektif dan efisien. Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengapresiasi upaya PLN mengimplementasikan digital procurement dan smart procurement. “Tentunya upaya ini akan terus meningkatkan sistem supply chain yang semakin terintegrasi dan efisien. Sehingga barang maupun jasa yang diperlukan sebagai bagian dari penyediaan listrik dapat tersedia tepat waktu, tepat kualitas, serta memiliki efisiensi yang tinggi,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara ‘Go Live & Roll Out DIGIPROC New Capabilities’, Kamis (20/1).

Menurutnya, digital procurement menjadi solusi yang tepat. Apalagi jika mengacu pada jumlah pengeluaran pengadaan di PLN yang lebih dari Rp 200 triliun pada 2021, dengan jenis yang beragam dan wilayah yang tersebar.

Dia berharap di masa mendatang PLN bisa mengimplementasikan smart procurement dan digital procurement untuk area lainnya. Disertai dengan pengembangan fitur fungsional lainya, agar semakin lama dapat semakin memberikan manfaat. “Sehingga keseluruhan supply chain di PLN akan semakin efisien lagi ke depannya,” harapnya.

Baca Juga :  PLN Pulihkan Jaringan Terdampak Banjir Bima Secara Bertahap

Pada kesempatan sama, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi optimistis fitur new capabilities digital procurement PLN akan membantu tim yang akan mengambil keputusan. Selain itu, dengan pengembangan tools vendor management system di PLN Group diharapkan database vendor bisa menjadi satu kesatuan. Sehingga akurasi data dan efisiensi akan lebih tinggi, untuk meningkatkan kualitas analisa tim pengadaan PLN  dan BUMN secara umum. “Semoga PLN bisa membantu bersinergi dengan BUMN lain untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan keandalan procurement kita. Sehingga competitiveness BUMN meningkat,” kata Amien.

Untuk diketahui sejak tahun lalu Kementerian BUMN telah menugaskan PLN sebagai pengelola e-Procurement Academy BUMN melalui PLN Corporate University.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjabarkan, digital procurement sebagai salah satu breakthrough digitalisasi dalam program Transformasi PLN sudah terimplementasi melalui lima inisiatif. Yaitu market intelligence, demand forecast, spend analytics, cost estimation, dan tender analytics. “Sehingga saat ini hanya tinggal me-rollout pada procurement yang akan dilaksanakan,” jelasnya.

Darmawan melanjutkan, inisiatif cost estimation membuat alat penghitung harga perkiraan engineering/harga perkiraan sendiri (HPE/HPS) berdasarkan struktur biaya yang dapat dimutakhirkan sesuai market indeks terkini menggunakan descriptive analytics. Alhasil, PLN dapat menghitung secara otomatis berapa biaya yang diperlukan dalam membuat satu material berdasarkan struktur biaya yang diperlukan. “Mulai dari biaya per komponen, biaya pegawai dan sebagainya. Sehingga PLN mendapatkan estimasi biaya yang lebih tepat untuk menyusun HPE/HPS,” imbuh Darmawan.

Baca Juga :  Vaksinasi Dosis Pertama Hampir 70 Persen, Harus Tetap Jaga Prokes

Terakhir, dengan tender analytics PLN akan melakukan penawaran komersial dengan cepat dan tepat, serta memberikan insight terkait penghematan dalam negosiasi. Sehingga PLN dapat melakukan lelang dengan lebih terbuka, transparan dan bebas dari fraud.

Darmawan menambahkan, upaya PLN meningkatkan kualitas sistem pengadaan tidak berhenti sampai di sini. Tahun 2022 ini, PLN akan membangun digitalisasi pengadaan untuk kategori gardu induk (GI), transmisi, PV solar panel, baterai, main equipment of wind turbine power plant, juga main equipment of PLTG/PLTMG. “Inisiatif program digital procurement yang sudah terimplementasi akan membawa pada proses pengadaan yang lebih fair, transparan, dan akuntabel,” tegasnya. (*/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/