alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Satu Anggota Ikut Ijtima Ulama di Gowa, DPRD Mataram Lakukan Rapid Test

MATARAM-Salah satu anggota DPRD Kota Mataram ternyata ikut dalam Ijtima Ulama Dunia Wilayah Asia di Gowa, Sulawesi Selatan, Maret lalu. Kondisi ini membuat sejumlah anggota dewan dan pegawai di lingkungan DPRD Kota Mataram khawatir.

“Tentu kita semua khawatir di sini,” kata Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi pada Lombok Post, kemarin.

Karena itulah, pimpinan dan anggota DPRD Kota Mataram kemarin melakukan rapid test. Pihak RSUD Kota Mataram langsung memeriksa para anggota dewan satu per satu. Termasuk anggota dewan yang pulang dari Gowa tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Koran ini, salah satu anggota dewan hasil rapid test-nya reaktif.

Kata Didi, SOP mencegah penyebaran Covid-19 sebenarnya sudah dilakukan dari jauh hari. Namun, tetap saja rasa khawatir itu muncul. “Karena itu, rapid test ini kita anggap sebagai kebutuhan,” ucap politisi dari Partai Golkar itu.

Tak hanya itu, lanjut dia, dengan rapid test, ia ingin melihat kondisi anggota dewan. Apakah ada yang terpapar atau tidak. Sebab tidak jarang mereka (dewan) bersentuhan langsung dengan masyarakat dan eksekutif.

“Mereka (dewan) bukan hanya bekerja di dewan saja,” ungkap politisi Golkar ini.

Jika ada hasil yang reaktif, kata dia, tentu ini akan membayakan anggota yang lain. Sayangnya, dalam rapid test kemarin, dari 40 orang anggota dewan, baru separonya yang hadir.

“Kita minta anggota dewan yang tidak hadir hari ini, agar segera melakukan rapid test di puskesmas terdekat atau di RSUD Kota Mataram,” ungkapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Kota Mataram dr H Lalu Herman Mahaputra belum mau mebeberkan hasil rapid test para anggota dewan. “Tapi, nanti hasilnya kita sampaikan ke pak ketua (Didi Sumardi) langsung,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Dokter Jack membeberkan, untuk tes Swab, kemarin dilakukan kepada 24 orang jamaah tablig eks Gowa. “Sisanya ada enam klaster Bogor yang selanjutnya akan kita Swab,” jelasnya.

Dokter Jack mengapresiasi sejumlah jamaah tablig yang secara sukarela melakukan Swab. Sikap ini memudahkan pihaknya untuk bekerja. Mana yang harus dilakukan pengawasan dan tidak. “Penyebaran virus biasanya hanya di situ-situ saja,” ujarnya.

Dari data Bakesbangpol Kota Mataram kata dia, jumlah jamaah tablig yang pergi ke Gowa ada 60 orang. Namun tiba-tiba terdapat tambahan sebanyak 38 orang. Bahkan kini datanya sudah seratus lebih. “Semakin kelihatan semakin bagus. Dari pada tidak kelihatan dan tiba-tida menularkan ke warga lainnya,” ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan, para jamaah tablig sudah merespons langkah pemerintah dengan baik dalam penanganan Covid-19. Kini, hampir semuanya mendatangi rumah sakit dan puskesmas untuk melakukan rapid test dan Swab.

Bahkan kini, banyak warga mulai simpati dengan keberadaan jamaah tablig. “Kadang mereka ditaruhkan makanan di depan rumah, jika isolasi mandiri,” ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks