alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

WHO Tegaskan Virus Korona Bukan Hasil Rekayasa Manusia

JAKARTA–World Health Organization (WHO) akhirnya bersuara mengenai rumor yang beredar terkait dengan persebaran virus SARS-CoV-2. Kepanjangan PBB di sektor kesehatan itu menyangkal kabar bahwa virus tersebut berasal dari laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV). Tudingan tersebut sudah diungkit Presiden AS Donald Trump selama beberapa minggu terakhir.

Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan The Straits Times. Dia menegaskan tidak ada bukti bahwa virus yang menjangkiti 4,7 jiwa itu dirancang secara sintetis.

“Saya rasa pendapat ilmuwan sudah jelas soal itu. Jika virus tersebut sintetis, pasti ada tanda-tanda yang kentara,” paparnya.

Dia menjelaskan, virus tersebut berasal dari kelelawar. Namun, publik memang belum tahu bagaimana virus tersebut berpindah ke manusia. Ketika ditanya soal tudingan yang dilakukan pemerintah AS, Swaminathan memilih bungkam. “Saya tidak punya pendapat soal itu,” ujarnya.

Dewasa ini, Trump bersama Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo getol menyinggung teori bahwa laboratorium di Wuhan merupakan asal virus SARS-CoV-2. Bahkan, mereka kerap mengancam bakal memberikan sanksi kepada Negara Tirai Bambu atas wabah yang melumpuhkan ekonomi AS tersebut.

Tuduhan itu sudah berkali-kali disangkal Tiongkok. Terakhir, mantan pegawai WIV mengunggah surat terbuka. Dia meminta semua ilmuwan Tiongkok bisa lebih aktif untuk membenarkan informasi salah yang beredar soal virus korona.

“Menurut saya, WIV dan Shi Zhengli (ilmuwan senior di sana, Red) harus muncul ke publik dan membenarkan stigma yang ada saat ini,” ujar Zhao Fei, ilmuwan yang keluar dari institut tersebut pada akhir 2018, menurut South China Morning Post.

Sementara itu, Pompeo terlihat mulai menganulir tudingannya selama ini. Saat diwawancarai Breitbart akhir pekan lalu, Pompeo terlihat mengubah sikapnya. Dia tak menyebut terkait dengan rumor itu.

“Kita tahu semua ini berawal dari Wuhan. Yang kita tidak tahu di mana atau dari siapa lebih tepatnya,” ungkapnya.(JPG)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks