alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Bentrok Warga di Padolo-Talabiu, Bupati Bima Minta Warga Menahan Diri

 

BIMA-Belasan rumah warga Desa Padolo terbakar, Sabtu (20/6). Kebakaran itu diduga buntut dari kasus penganiayaan warga Talabiu sebelumnya. Pelakunya diduga berasal dari Desa Padolo Kecamatan Woha, Bima.

Informasi yang dihimpun, pembakaran rumah warga terjadi  sekitar pukul 09.40 Wita. Kejadiannya, setelah satu dari dua korban penganiayaan meninggal dunia.

Sejumlah aparat kepolisian terlihat menjaga ketat Desa Padolo, termasuk di perbatasan antara Desa Talabiu dan Padolo. Tidak hanya rumah warga, Satu Unit Polindes yang ada di Desa Padolo pun ikut terbakar karena berdekatan dengan rumah yang diduga sebagai pelaku penganiayaan  warga Talabiu.

Kondisi di wilayah Desa Padolo pun terlihat mencekam. Warga sudah mulai mengungsi sejak Jumat (19/6) malam,  pasca insiden penganiayaan terjadi.  Saat aksi pembakaran rumah, warga setempat terlihat berupaya menyelamatkan harta bendanya mereka.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri turun langsung mengecek kondisi rumah warga Desa Padolo Kecamatan Palibelo yang  terbakar, kemarin (21/6). Bupati didampingi  Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan M Nor dan Muspida Kabupaten Bima.

Bupati  Bima Hj Indah Dhamayanti  mengatakan, kehadirannya untuk memastikan kondisi kerusakan rumah warga di Desa Padolo,  akibat diduga dibakar sekelompok warga .

“Kita ingin pastikan semuanya.  Supaya  kita membangun tenda darurat, dapur umum dan Posko kesehatan bagi warga. Sekaligus supaya bersama-sama membersihkan sisa kebakaran,”  katanya.

Pascakejadian itu, bupati mengimbau warga untuk sama sama menahan diri serta tidak terprovokasi. Sekaligus meminta dukungan media, agar menyajikan berita-berita yang tak membuat warga dua desa terprovokasi.

“Saat ini kedua belah pihak memasuki proses Islah. Dengan telah ditangkap terduga pelaku, kita harapkan proses penegakkan hukum berjalan dengan baik,” harapnya.

Selaku pimpinan daerah bersama Wakil Bupati Bima katanya,  telah menjumpai langsung keluarga korban pembacokan di Desa Talabiu.

“Tadi malam begitu tiba di Bima, saya bersama pak wakil langsung ke rumah korban. Keluarga korban sudah mengikhlaskan kejadian tersebut dan berharap terduga pelaku dihukum setimpal sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Untuk rumah warga yang rusak berdasarkan laporan awal dari Pemerintah Desa Padolo,  yakni 16 unit yang rusak berat. Jumlah tersebut termasuk dengan fasilitas umum seperti Kantor desa dan Polindes Padolo. “Untuk kerusakan ringan dan sedang masih didata,” pungkasnya. (tin/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks