alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

JAKARTA–Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Jokowi dengan didampingi Mesesneg Pratikno dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM) Teten Masduki mengatakan yang hadir adalah pedagang kaki lima dan pedagang kecil rumahan atau toko kelontong. Kemudian juga ada pedagang pasar.

’’Jadi pemerintah nanti minggu depan, akan membagikan yang namanya Banpres Produktif,’’ katanya.

Mantan Gubenur DKI Jakarta itu menjelaskan total penerima Banpres Produktif itu mencapai 9,1 juta pengusaha kecil dan mikro. Besarannya Rp 2,4 juta per orang. Bagi pelaku usaha yang kemarin hadir, langsung mendapatkan uang tunai. Sisanya sebanyak sembilan juta lebih akan menerima dengan skema ditransfer. Data penerima bantuan itu menjadi kewenangan Kemenkop-UKM.

’’(Banpres Produktif, Red) Untuk apa? Untuk tambahan modal kerja,’’ jelas Jokowi. Jokowi menuturkan di masa pandemi Covid-19 semua merasakan kondisi yang snagat sulit. Pengusaha kecil, menengah, sampai yang gede saat ini merasakan kesulitan.

Dalam kesempatan itu Jokowi berpesan semua untuk bekerja lebih keras lagi. Supaya kondisi, khususnya sektor ekonomi, bisa kembali ke situasi normal. Dengan adanya Banpres Produktif itu, diharapkan bisa menjadi tambahan modal kerja darurat.

Jokowi juga mengetahui selama pandemi ini omset penjualan turun. Ada yang turunnya separuh bahkan lebih. Dia menjelaskan kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi juga di 215 negara lain yang sama-sama menghadapi pandemi Covid-19. ’’Ini sebuah cobaan dan ujian bagi kita semua,’’ ucapnya.

Dia juga menyampaikan nanti akan mengecek langsung ke lapangan. Setelah satu atau dua bulan dari pemberian dana bantuan itu, akapan dagangannya bertambah banyak atau tidak. Dia mendoakan supaya penjualannya tambah baik.

Salah satu pedagang yang hadir adalah Wiwik. Saat ini dia berjualan kebutuhan pokok kecil-kecilan di rumahnya. Sebelum ada pandemi dia juga jualan pulsa serta mi instan siap santap. Sebelum pandemic dia mengaku mendapatkan omset Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta sehari. ’’Sekarang sehari dapat uang Rp 100 ribu saja sudah bersyukur,’’ katanya.

 

Rumah Tangga Mulai Kesulitan

 

Pandemi Covid-19 berdampak pada banyaknya rumah tangga yang mengalami kesulitan keuangan. Baik itu rumah tangga usaha maupun pekerja. Untuk mengatasi kesulitan itu banyak diantara mereka yang menguras isi tabungan serta menjual aset.

Survei dampak pandemic Covid-19 terhadap ekonomi rumah tangga itu digelar Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI pada rentang 10-31 Juli. Total survei ini direspon oleh 2.258 rumah tangga. Tetapi yang memenuhi syarat untuk dianalisis ada 1.548 sampel.

Dari sebaran jenis rumah tangganya, sebanyak 79,7 persen adalah rumah tangga pekerja. Rumah tangga ini adalah mereka yang sehari-hari mendapatkan penghasilan dari menjadi pekerja. Kemudian 20,3 persen adalah rumah tangga usaha. Mereka adalah keluarga yang sehari-hari menjalankan usaha sendiri.

Hasil dari survei itu ada 87,3 persen rumah tangga usaha mengalami kesulitan keuangan. Kemudian dari kelompok rumah tangga pekerja ada 64,8 persen yang mengalami kesulitan keuangan. Umumnya rumah tangga yang mengalami kesulitan keuangan itu mengandalkan uang tabungan. Kemudian disusul meminjam kerabat, menjual aset, atau menggadaikan aset.

Sementara itu untuk jenis pengeluaran, rumah tangga pekerja paling banyak mengalami kesulitan membayai kebutuhan non pakaian. Kebutuhan ini seperti pakaian, produk kebersihan dan sejenisnya. Berikutnya mereka juga kesulitan memenuhi kebutuhan cicilan seperti KPR, makanan, serta tagihan listrik, uang sekolah, dan sejenisnya.

Survei dari P2E LIPI itu juga memotret kucuran bantuan sosial (bansos). Hasilnya hanya 19,4 persen rumah tangga yang disurvei mengaku pernah mendapatkan bansos. Jenis bansos yang paling banyak diterima adalah bantuan sembako dari pemerintah. Disusul bantuan sembako dari masyarakat lingkungan sekitar dan bantuan uang tunai dari pemerintah. Sisanya sebanyak 80,6 persen belum tersentuh bansos.

Kepala P2E LIPI Agus Eko Nugroho mengatakan bansos tidak secara langsung mempengaruhi ekspektasi masa depan rumah tangga. Selain itu rumah tangga yang disurvei juga memiliki ekspektasi rendah untuk dapat bekerja normal dalam enam bulan ke depan.

Agus lantas mengatakan hasil survei itu menghasilkan sejumlah rekomendasi. ’’Ada enam rekomendasi untuk pemerintah,’’ katanya kemarin (20/8). Diantaranya adalah pemerintah memfasilitasi rumah tangga yang memiliki pendapatan tetap dan stabil untuk memiliki keinginan konsumsi. Seperti dengan cara dukungan cicilan nol persen untuk belanja. Rekomendasi kedua adalah memperhatikan skema keuangan negara yang lebih fleksibel.

Kemudian pemerintah harus bisa mendorong aktivitas masyarakat namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Lalu pemeringah harus bisa menghindari bias informasi yang mengakibatkan pesimisme untuk melakukan aktivitas ekonomi. Rekomendasi kelima memperkuat solidaritas sosial bersama masyarakat. Serta perlu ada upaya variasi dan fleksibilitas peningkatan pendapatan rumah tangga usaha.

 

Angka Kesembuhan

 

Sementara itu, kemarin (20/8) Indonesia akhirnya mencatatkan angka kesembuhan yang menembus angka 100 ribu orang. Pada periode 19 hingga 20 Agustus 2020, kasus sembuh bertambah 2.017 sehingga total kasus sembuh nasional menjadi 100.674.

Meski demikian, kasus positif juga masih bertambah lebih banyak, yakni 2.266 orang sehingga total kasus positif menjadi 147.211 orang. Hal ini diimbangi dengan angka kematian yakni 72 kasus baru sehingga menjadikan total kasus kematian menjadi 6.418 orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, jumlah kasus aktif pada hari ini tercatat 40.119 atau sekitar 27,2 persen. Angka ini menjadikan Rata-rata pada saat ini kasus aktif dunia berada pada 28,7 persen. “Indonesia kasus aktifnya lebih rendah dari rata-rata dunia.,” katanya.

Sementara angka kesembuhan Indonesia saat ini berada pada 68,3 persen. Dibandingkan dengan rata-rata dunia 67,76 persen. Sehingga dalam kategori kesembuhan pun, Indonesia masih berada di atas rata-rata dunia.

Kemudian dalam hal kasus meninggal, indonesia saat ini mencatat 6.418 kasus atau 4,35 persen. Hal ini berada di atas rata-rata dunia 3,5 persen.

Pada bagian lain, campaign vaksin influenza kembali digalakkan di masa pandemi ini. Vaksin ini diyakini bisa mengurangi keparahan paparan Covid-19.

Dokter spesialis penyakit dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD menuturkan, pada beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan efek protektif vaksin Influenza terhadap derajat keparahan Covid-19. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) juga menekankan pentingnya vaksin ini pada semua orang dewasa di masa pandemi.

Kendati begitu, dia menegaskan, jika vaksin ini bukan berarti akan melindungi seseorang dari Covid-19. ”Namun bila mengalaminya, kemungkinan bergejala lebih ringan,” tuturnya. Selain itu, vaksini ini bukan untuk daya tahan terhadap Covid-19 dan tidak untuk dibandingkan dengan vitamin.

Diakuinya, informasi tentang Covid-19 ini memang dinamis. Menurutnya, hal ini wajar. Karena setiap hari ada penelitian baru yang dapat mengubah temuan sebelumnya. Mengingat, Covid-19 ini merupakan penyakit yang benar-benar baru.

”Begitu lah sifat sains, selalu berkembang mengikuti bukti ilmiah,” ungkapnya.  Sehingga, yang diikuti adalah temuan atau kesimpulan baru. ”karena itu, saat menerima suatu informasi pastikan kapan informasi tersebut disampaikan. Bisa jadi merupakan informasi usang yang sudah tidak berlaku. Cari info dari sumber terpercaya,” sambungnya.

Vaksin sendiri sejatinya memang bukan hanya untuk anak-anak. Tapi juga untuk dewasa. salah satunya, vaksin influenza ini yang dianjurkan untuk diberikan rutin setiap tahun pada semua orang dewasa dan anak usia diatas 6 bulan. Vaksin ini hanya untuk mencegah Influenza. Tidak mencegah common cold/batuk pilek biasa ataupun Covid-19. (wan/tau/mia/JPG/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks