alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Indonesia Dihantui Bayang-Bayang Resesi

JAKARTA–Belasan negara telah resmi tercatat masuk jurang resesi. Tak tanggung-tanggung, negara-negara besar satu per satu berguguran tergelincir dan resmi resesi.

Total, ada 14 negara yang sudah tercatat mengalami pertumbuhan ekonomi minus selama dua kuartal berturut-turut. Wilayahnya pun tak hanya di benua biru, namun juga merambah di ASEAN.

Beberapa di antara belasan negara itu yakni AS, Prancis, Italia, Spanyol, Inggris, Polandia, Jerman, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Filipina, serta yang paling anyar adalah Thailand dan Jepang. Selain 14 negara itu, ada 13 negara lain yang mengekor di belakangnya dan diramal akan menyusul masuk jurang yang sama.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu memandang, RI memang masih dihantui bayang-bayang resesi. Terlebih, pasca menerima kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 mencapai -5,32 persen.

‘’Tekanan resesi masih makin ada, jadi peluang tahun ini tumbuh negatif cukup besar,’’ ujarnya pada virtual conference di Jakarta, kemarin (20/8).

Febrio berharap agar seluruh pihak tidak hanya fokus membicarakan kemungkinan RI resesi atau tidak. Namun, lebih kepada penanganan dan antisipasi apa saja yang harus dilakukan agar dampak ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 tidak semakin luas.

Sebab, lanjut dia, sebelum ada pandemi, Indonesia selama bertahun-tahun selalu berhasil tumbuh di kisaran 5 persen. Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran pun terbilang turun. Namun, pandemi yang terjadi dalam hitungan bulan seolah membuyarkan kerja keras pemulihan ekonomi yang telah dilakukan bertahun-tahun lamanya.

‘’Tahun ini tiba kita mengarah ke 0 persen dan bisa di bawah 0 persen. Ini berarti orang miskin dan pengangguran baru harus kita tekan. Kalau bicara angka (pertumbuhan) saja ini akan menghilangkan cerita besar dari kontraksi ekonomi,’’ tutur Febrio.

Menghadapi kondisi itu, pemerintah lebih fokus untuk mengutamakan kebijakan-kebijakan yang diarahkan pada masyarakat yang paling rentan ekonominya. Febrio menyebut, pemerintah pun memberikan bantalan dan beberapa bantuan sosial yang menjadi fokus pemerintah. ‘’Dengan ini kita harap kita tumbuh tidak negatif terlalu dalam dan yang paling utama memberikan bantalan kepada masyarakat rentan,’’ imbuhnya.

Dia melanjutkan, pemerintah juga terus mempercepat serapan belanja anggaran maupun program perlindungan sosial yang kini belum optimal. Langkah tersebut diambil karena percepatan belanja pemerintah bisa menggantikan peran konsumsi rumah tangga dan investasi yang terkontraksi sangat dalam pada kuartal II-2020. ‘’Semua K/L (kementerian/lembaga) harus kerja keras, spending ini harus diarahkan ke multiplier yang besar sehingga mendukung pelemahan ekonomi yang tidak terlalu dalam,’’ katanya.

Anggaran stimulus yang sebelumnya belum optimal juga dapat dimanfaatkan untuk menyasar program perlindungan sosial yang baru seperti bantuan gaji Rp 600.000 untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan hingga bantuan produktif lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan hal senada. Josua memandang, secara umum, pemerintah telah agresif melakukan berbagai kebijakan agar menahan laju ekonomi tidak tergelincir lebih dalam.

‘’Pemerintah sudah menyiapkan langkah jangka pendek penanganan Covid-19 dan menatap jangka panjangnya juga. Jangan sampai reformasi struktural terhenti karena Covid-19. Kebijakan yang mengarah ke fundamental ekonomi, bonus demografi, dan investasi ke depannya khususnya untuk ICT juga perlu difokuskan oleh pemerintah,’’ tutur Josua.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyebut bahwa pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2020 akan ada di kisaran -1,1 persen sampai 0,2 persen. Proyeksi itu didasarkan pada aktivitas konsumsi rumah tangga yang tertekan dan diproyeksi tumbuh -1,3 hingga 0 persen. Sementara, untuk Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang merupakan investasi juga masih tertekan pada -4,2 hingga -2,6 persen. (dee/JPG/r6)

 

Negara Masuk Zona Resesi

 

  • AS
  • Prancis
  • Italia
  • Spanyol
  • Inggris
  • Polandia
  • Jerman
  • Korea Selatan
  • Hongkong
  • Malaysia
  • Singapura
  • Filipina
  • Thailand
  • Jepang

 

13 Negara yang Diramal Menyusul Resesi

 

  • Lebanon
  • Ukraina
  • Slovakia
  • Portugal
  • Republik Ceko
  • Tunisia
  • Austria
  • Belgia
  • Finlandia
  • Latvia
  • Lithuania
  • Meksiko
  • Belanda

 

Sumber: Diolah dari Berbagai Sumber

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks