alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kondisi Terburuk, NTB Siapkan Rumah Sakit Khusus Korona

MATARAM-Pemprov NTB akan menyiapkan rumah sakit khusus Korona. Skenario itu disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. ”Kita sedang proses nego dengan pemilik rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Jumat (20/3) lalu.

Rumah sakit itu nanti akan disiapkan khusus menanganai pasien positif Korona atau Covid-19. Ketika semua rumah sakit yang ada penuh, rumah sakit itu nanti akan menjadi pusat penanganan Korona. ”Tapi mudahan tidak terjadi, nauzubillah min zalik,” katanya.

Penyiapan rumah sakit khusus Korona masuk dalam rencana anggaran Rp 25 miliar yang diusulkan Dinas Kesehatan NTB ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dana tersebut merupakan kebutuhan penangaan bencana non alam Covid-19 sampai 31 Juli. ”Ini dana untuk operasional, pembelian obat, peralatan kesehatan, alat pelindung diri yang masih kurang,” katanya.

Selain biaya peralatan dan obat-obatan dan penambahan ruang isolasi, biaya cukup besar dikeluarkan untuk operasional pemantauan. ”Akan banyak orang yang datang dari daerah terdampak harus kita pantau,” katanya.

Dana itu, kata Eka, sudah tersedia di APBD, tidak perlu pembahasan di DPRD karena tinggal diambil dari pos belanja yang ada. ”Anggaran dinas kesehatan dan rumah sakit-rumah sakit diubah peruntukannya,” katanya.

Tapi karena dana yang dimiliki dinas terbatas, mereka menyerahkan ke TAPD untuk mencari sumber lain. ”Kita tidak menunggu, tapi mengalihkan dana yang sudah ada,” jelasnya.

Terkait uji cepat virus Korona, pemprov menunggu petunjuk pelaksanaan dari pusat. Tapi laboratorium RSUD NTB sudah mendapatkan izin melakukan uji laboratorium sampel swab pasien terduga Korona. ”Dari dua yang kita usulkan hanya rumah sakit provinsi yang diizinkan, RS Sumbawa belum,” katanya.

Izin tersebut sudah didapatkan sejak kemarin, namun baru bisa melakukan uji lab minggu depan, paling lambat awal April. ”Seminggu dua minggu ini masi di Surabaya, karena kita butuh persiapan,” katanya.

Eka menjelaskan, peralatan laboratorium NTB sudah lengkap, tapi mereka tidak bisa memeriksa karena sulit mendapatkan reagen yakni cairan penguji. ”Bisa dua bulan baru dapat, tapi kalau kita jadi jejaring negara yang mencarikan,” jelasnya.(ili/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks