alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Siap-siap New Normal, Tata Hidup Baru Bersama Korona

ERA baru telah tiba. Namanya new normal. Ini adalah tatanan hidup baru di masa pandemi. Masyarakat nantinya berdampingan dengan Covid-19. Berbagai skenario pun kini disusun pemerintah.

Salah satunya adalah sektor transportasi. Operator di sektor perhubungan menyiapkan skenario berjalannya moda transportasi di era new normal.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) misalnya. “Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI,” ujar Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Didiek menjelaskan, protokol tersebut akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut new normal yang akan dimulai pada 25 Mei nanti.

Selain protokol untuk pelayanan kepada pelanggan, protokol juga akan mengatur pekerja berusia di bawah 45 tahun untuk masuk kantor. Namun tetap memperhatikan aturan PSBB di masing-masing wilayah kerja. “Kami tetap berkomitmen untuk menjaga produktifitas seluruh pekerja KAI,” kata Didiek.

Didiek mengatakan, sampai saat ini KAI fokus pada layanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di Jawa, KA Lokal, KRL, dan KA Angkutan Barang. Hal tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab KAI utk turut serta menangani pencegahan Covid-19. Dalam pengoperasiannya, KAI tetap menjalankan protokol pencegahan Covid-19 yang diawasi oleh Satgas Covid-19 KAI yang telah terbentuk sejak Maret 2020. Dia menegaskan khusus untuk layanan KA Penumpang, KAI akan tetap mengikuti perkembangan sesuai dengan aturan yang diterbitkan Kementerian Perhubungan selaku regulator perkeretaapian

Di sektor penerbangan, PT Angkasa Pura I dan II juga menerapkan skenario new normal. Keduanya merumuskan pelayanan kebandarudaraan di era new normal.

“Sesuai arahan Menteri BUMN, setiap BUMN termasuk PT Angkasa Pura II saat ini sudah diminta mempersiapkan protokol guna mengantisipasi The New Normal di tengah COVID-19 sejalan dengan bidang usaha masing-masing,” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Implementasi protokol new normal tersebut bergantung dari keputusan resmi pemerintah atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan protokol The New Normal di lingkungan kebandaraan akan lebih mengedepankan layanan dengan teknologi informasi dan memperhatikan physical distancing.

Sementara itu pada Pt angkasa Pura I ada 15 bandara yang akan disiapkan dengan situasi new nomal. “Kami sedang menyusun Pedoman Kesehatan Covid-19 dan timeline pelaksanaan skenario new normal terkait keamanan dan kesehatan, baik untuk penumpang, publik, mitra komersial, maskapai, kargo dan seluruh pemangku kepentingan bandara,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Faik menambahkan Angkasa Pura I selalu berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dalam melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang internasional melalui pemeriksaan suhu tubuh oleh thermal scanner dan thermal gun. Selain itu juga sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di 15 bandara, hingga melakukan simulasi penanganan suspect bagi penumpang pesawat udara yang teridentifikasi tertular Covid-19.  “Kami berkomitmen untuk dapat melakukan pelayanan penerbangan pada kondisi terbatas ini melalui penyusunan protokol kesehatan dan strategi dalam mengantisipasi kondisi new normal,” inbuhnya.

Sementara itu Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI) memberikan masukan terkait pelonggaran penerbangan.  Ketua Perdopsi dr Wawan Mulyawan, SpBS(K), SpKP pencegahan penularan virus Covid-19 di bandar udara dan kabin pesawat harus menjadi program utama dari seluruh otoritas penerbangan. “Keberadaan otoritas kesehatan penerbangan di bandara seperti KKP seharusnya DIPERKUAT dan bukannya diganti oleh otoritas lain yang tidak mempunyai kewenangan undang-undang dalam tugas pokok dan fungsinya,” ucapnya.

Wawan menambhakn pelonggaran bolehnya penerbangan penumpang komersial harus diikuti dengan langkah-langkah terkordinasi di bandara dan di dalam kabin pesawat. Sehingga semua langkah pencegahan penularan Covid-19 dapat optimal. Meski demikian aspek komersial bisnis penerbangan juga tetap penting.

Upaya pencegahan penularan Covid-19 harus didukung semua pihak. Misalnya saja dengan memberikan pelatihan kepada awak kabin mengenai pengenalan gejala dan karantina di pesawat. Jika lerlu, di setiap penerbangan disertai oleh tenaga medis.

 

New Normal Ekonomi

 

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri menyambut baik skema the new normal yang rencananya akan dijalankan bulan depan. Pembukaan aktivitas ekonomi secara bertahap dinilai harus dilakukan.

Ketua Kadin Adik Dwi Putranto mengatakan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan terutama untuk menggerakkan kembali sektor UMKM. Apalagi dengan kemampuan bertahan yang tidak sama dengan sektor usaha lain.

“Apa yang akan dijalankan ke depan sudah benar dan sudah seharusnya dilakukan. Karena ketika pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, maka pemerintah harus menanggung biaya hidup masyarakat,” tuturnya kemarin. Dengan dana pemerintah yang terbatas,  maka dalam tiga bulan bukan tidak mungkin akan habis. Dan, itu akan memicu dampak sosial yang lebih besar.

Tapi untuk menerapkan itu, lanjut dia, harus diikuti dengan tumbuhnya kesadaran bersama untuk menaati protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan dan tidak berkerumun. Protokol itu harus menjadi kebiasaan masyarakat.

Kemudian kesiapan dari sisi industri, Adik menuturkan, industri siap untuk melakukan social distancing dan physical distancing dengan ketat . ”’Karena mereka akan belajar pada kasus-kasus sebelumnya. Sebab ketika ada seorang karyawan terkena, pabrik tersebut akan ditutup,” tandasnya.

Hanya, penerapan protokol kesehatan yang masih harus diperketat adalah di kalangan masyarakat. Karena sampai sekarang dinilai masih rendah. ”Masih banyak ditemui orang yang tidak menggunakan masker seperti di jalan, sehingga bisa menjadi celah masuknya Covid-19 dalam lingkungan pabrik atau industri,” imbuhnya. Jika masyarakat mulai sadar dengan selalu menaati protokol kesehatan, maka ekonomi bisa kembali berjalan. (lyn/res/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks