alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Pandemi Korona, Omzet Pengusaha Pulsa di Mataram Naik

MATARAM–Bisnis pulsa termasuk paket data adalah usaha yang kebal Virus Korona. Alih-alih terdampak, pandemi justru membawa angin segar.

 

Wahyu Moro, pemilik Moro Cell mengatakan penjualan paket data di tokonya bahkan meningkat drastis pada awal kemunculan pandemi. ”Hampir semua orang butuh paket internet selama himbauan untuk beraktivitas di rumah saja. Sehingga Bulan Maret itu penjualan sangat meningkat luar biasa,” jelasnya kepada Lombok Post, Minggu (21/6/2020)

 

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, ia berinisiatif mengisi ulang pulsa dan paket internet dengan nominal yang lebih besar dari biasanya. ”Misal, yang biasanya hanya paket 4GB, sekarang paket 10GB yang diisi lebih banyak. Karena kebanyakan masyarakat beli sekalian untuk jangka waktu yang lama,” jelasnya.

 

Memasuki bulan kedua pihaknya sempat mengalami penurunan omzet meski tidak signifikan. Hal ini disebabkan pembelinya, yang sebagian besar dari kalangan mahasiswa, mulai kembali ke kampung halaman. Meski begitu saat ini bisnisnya tercatat masih stabil. ”Hingga saat ini kemampuan daya beli masyarakat masih turun. Namun paket internet tetap dibeli karena sudah menjadi kebutuhan,” ujar Moro.

 

Menurutnya, tantangan terbesar bagi bisnis ini yaitu masyarakat yang mulai beralih untuk mengisi ulang pulsa melalui internet daripada di konter. Karena hal itu dianggap lebih mudah dan efektif. Untuk itu ia mencoba strategi penjualan baru dengan membuka layanan pengisian pulsa dan paket data melalui media sosial. ”Bisa pesan lewat whatsapp dan dm instagram. Pulsa dan paket akan langsung diisi setelah dikirimkan bukti transfer,” jelas pria yang akrab disapa Moro ini.

 

Kenaikan penjualan pulsa dan paket data juga dirasakan Jojo, pemilik konter Berlian Cell. Setiap hari selalu ada pembeli yang mampir ke konternya. ”Sekitar 70 persen adalah pembeli pulsa dan paket XL, sedangkan sisanya pembeli Telkomsel. Sejauh ini kedua provider tersebut yang selalu diminati,” katanya.

 

Meski saat ini perilaku konsumennya perlahan berubah, ia tetap optimis. Ia yakin pihaknya tetap mampu menyediakan kebutuhan masyarakat. Terlebih saat ini konternya turut menghadirkan layanan servis dan aksesoris HP. Termasuk jual beli handphone bekas berkualitas. ”Penjualan masih bertahan secara offline saja. Meski sempat turun, tetap bersyukur. Kalau tidak nanti rezeki tidak datang sama sekali,” imbuhnya. (eka/r9) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks