alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Terapkan Standar New Normal, Barbershop dan Salon di Mataram Mulai Ramai

MATARAM–Bisnis pangkas rambut adalah contoh usaha yang tetap dibutuhkan meski Pandemi Korona masih menghantui. Dengan beberapa kreasi dan penyesuaian, usaha ini bisa bertahan bahkan terus berkembang.

 

Wahyu, pemilik Bro Barbershop mengatakan, dari lima cabang yang ia miliki, dua sudah beroperasi secara normal. ”Untuk cabang Lombok Timur dan Lombok Tengah kondisinya sudah normal 100 persen seperti sebelum ada Korona. Sedangkan wilayah Mataram, seperti di Maktal, Pagutan, dan Catur Warga, baru bangkit sekitar 40 persen saja,” ujarnya.

 

Dia kini rajin membuat konten video yang disebar melalui media sosial. Dalam konten itu dijelaskan, pihaknya menerapkan protokol pencegahan. Seperti penggunaan masker dan sarung tangan, hingga bagi-bagi APD dan hand sanitizer gratis untuk pelanggan. ”Saat seperti ini, yang menjadi fokus adalah perasaan nyaman dan keamanan pelanggan. Skill itu jadi nomor sekian,” katanya.

 

Tak hanya jasa cukur untuk pelanggan pria, salon khusus wanita juga tetap banyak peminat. Mary Salon Lombok, misalnya. Sempat tutup tiga bulan, kini salon di Pagesangan mulai dapat permintaan. ”Karena banyak permintaan, kami coba tes untuk beroperasi kembali mulai tanggal 23 Juni nanti,” kata Mary, pemilik Mary Salon Lombok.

 

Sebagai awal, ia hanya membuka layanan untuk perawatan rambut saja. sedangkan untuk perawatan tubuh, harus ditunda untuk menghindari kontak fisik yang lebih intens. Termasuk mengantisipasi keterbatasan jumlah pegawai. ”Yang melayani nanti berdua saja. Karena kami belum berani mempekerjakan kembali  seluruh karyawan yang lain,” katanya gadis berkacamata ini.

 

Ia bahkan telah menjahit sendiri APD dan face shield yang akan digunakan nantinya. Sedangkan untuk pelanggan, diwajibkan bermasker serta mencuci tangan sebelum masuk salon. ”Khusus untuk smoothing, akan disiapkan kain dan sarung tangan sekali pakai untuk pelanggan,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks