alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Wakapolri: MotoGP Mandalika 2021 Tak Boleh Gagal

MATARAM-Gelaran MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono. Dia menegaskan, tidak ada alasan event balap motor akbar itu gagal dihelat.

“Masalah lahan yang belum juga tuntas, saya minta pak kapolda bantu pak gubernur semaksimal mungkin, supaya MotoGP tahun depan bisa dilaksanakan,” pintanya dalam silaturahmi dengan jajaran Forkopimda NTB, KPU, Bawaslu, dan ketua Gugus Tugas Covid-19 kabupaten/kota di Gedung Graha Bakti Praja, kantor gubernur NTB, Selasa (21/7/2020).

Wakapolri datang ke Mataram bersama Menkopolhukam Mahfud MD, Mendagri Tito Karnavian, Kasum TNI, dan wakil ketua DPD RI.

Gatot Eddy menegaskan, pihaknya tidak menginginkan adanya permasalahan dalam proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang tidak dapat diselesaikan. Terlebih persoalan lahan yang akan berakibat gagalnya Mandalika atau Indonesia pada tataran makro, menjadi tuan rumah perhelatan MotoGP 2021 mendatang.  “Kapolres Lombok Tengah juga, tolong ya,” pintanya.

Sementara, terkait penanganan pandemi Covid-19, dalam arahannya, Wakapolri mengapresiasi senergitas dan soliditas TNI-Polri di NTB bersama pemerintah daerah, yang bahu membahu dalam penanganan Covid-19 dan stabilitas wilayah. Menurutnya, apa yang dilakukan di NTB dengan adanya inovasi di bidang perekonomian, akan mengarah kepada perbaikan ekonomi. “Kalau hal ini diabaikan maka bisa mengarah kepada gangguan stabilitas keamanan,” katanya.

Di masa transisi pandemi Covid-19 menuju new normal life saat ini diperlukan kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan, demi memutus rantai penyebaran pandemi.  “Satu kata untuk menghindari Covid-19 adalah disiplin. Karena itu setiap orang harus disiplin dengan mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” katanya.

Dalam mengawal hal ini, jajaran Polri harus bertindak secara proaktif dan persuasif, dalam mewujudkan kedisiplinan. “Program Kampung Sehat diharapkan mampu menekan penyebaran Covid-19 di NTB,” katanya.

Selain itu, mengingat dampak pandemi Covid-19 yang menyentuh hampir semua lini kehidupan, termasuk di dalamnya perputaran ekonomi di tengah-tengah masyarakat, maka penguatan ketahanan pangan menjadi suatu hal urgent. “Upayakan pemulihan ekonomi nasional dan daerah seefektif mungkin. Apabila ada penyimpangan agar diingatkan dan jangan mencari-cari kesalahan,” tandasnya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks