alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Menko Airlangga: Pembeli Tiket WSBK Mandalika Wajib Vaksin Dua Kali

JAKARTA–Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan evaluasi kasus konfirmasi Covid-19 pada pelaksanaan PON XX yakni tercatat sebanyak 176 kasus. Jumlah itu terdiri dari 97 atlet, 49 official, 7 coach, 10 wasit, 9 media, 2 panpel, 1 juri, dan 1 keamanan. Dari total peserta PON yang mencapai 10.066, kasus itu mencapai 1,7 persen dari jumlah total peserta.

Airlangga memerinci, kasus itu tersebar pada 16 cabor (dari 37 cabor yang dipertandingkan) dan 30 kontingen dengan jumlah kasus terbanyak yang berasal dari kontingen DKI Jakarta, Bali, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. ‘’Sudah lebih dari 60 persen dari peserta PON yang sudah melewati masa karantina (lewat 5 hari), sisanya dalam beberapa hari ini terus dimonitor, terutama karantina di daerah-daerah,’’ ujarnya.

Prokes pada saat kedatangan di daerah asal atau tujuannya telah diatur dengan Adendum ke-II SE Kasatgas Nomor 17/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

“Juga untuk World Superbike Mandalika yang sudah siap untuk 25 ribu penonton, dan di Kabupaten Lombok Tengah sudah tercapai 70 persen vaksinasi dosis pertama, dan (penonton) yang membeli tiket harus sudah 2 kali vaksin,’’ paparnya.

Airlangga melanjutkan, untuk kegiatan nasional yang lain adalah Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) yang diselenggarakan di Sofifi, Maluku Utara, dari tanggal 16-25 Oktober 2021. Untuk monitoring dan pengawasan dilakukan oleh Kemendagri dan Satgas Penanganan Covid-19, di mana penerapan Prokes mengikuti ketentuan Prokes seperti yang diterapkan di PON Papua, dengan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Pemprov Maluku Utara membentuk Satgas Prokes untuk mengawasi Prokes di lapangan. Demikian juga pasca pelaksanaan STQH, setiap pemda akan menyiapkan Karantina Terpusat di daerah masing-masing, dan berlaku kewajiban untuk melakukan karantina selama 5X24 jam.

Selain itu, Airlangga juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo yakni harus disiapkan prokes ketat dan mengantisipasi pelaksanaan Liburan Nataru (Natal dan Tahun Baru). ‘’Supaya tidak terjadi gelombang ketiga. Vaksin booster untuk para penerima vaksin di awal, yang mungkin imunitasnya sudah mulai menurun, perlu segera dipersiapkan,’’ tambahnya.

Sejalan dengan langkah pemerintah, TNI AL terus mengupayakan agar jumlah masyarakat yang tuntas divaksinasi terus bertambah. Untuk mengakselerasi vaksinasi di wilayah aglomerasi Bogor dan Tangerang, kemarin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengirim 220 tenaga kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi di wilayah tersebut.

Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah melepas ratusan tenaga kesehatan tersebut. Berdasar data dari TNI AL, seluruh tenaga kesehatan itu berasal dari Dinas Kesehatan Lantamal III Jakarta, Koarmada I, Pushidrosal, Kolinlamil, Seskoal, Kormar, RSAL Mintohardjo, RSMC, Satkes Denma Mabesal, Yayasan Hangtuah, Stikes, dan Ladokgi.

Dalam kesempatan itu Arsyad menyatakan bahwa tenaga kesehatan yang dikerahkan oleh TNI AL dibekali vaksin yang memadai untuk menyuntik masyarakat. Mereka sengaja memilih wilayah Aglomerasi Bogor dan Tangerang sebagai sasaran. ”Wilayah tersebut saat ini dijadikan sasaran vaksinasi nasional karena prosentase masyarakat yang tervaksin masih sangat rendah,” beber perwira tinggi dengan dua bintang di pundak tersebut.

Dengan tambahan tenaga kesehatan, TNI AL berharap target vaksinasi di wilayah itu segera tercapai. Sehingga proses transisi dari pandemi menuju endemi berjalan mulus. Terpisah, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyebutkan bahwa serbuan vaksinasi yang dilaksanakan oleh instansinya sejak Juni lalu sudah berhasil menjangkau masyarakat pesisir Indonesia. ”Sudah 70 persen lebih masyarakat pesisir divaksin,” ungkap dia.

Karena itu, kini TNI AL mengerahkan sumber daya yang mereka miliki untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Termasuk di wilayah aglomerasi Bogor dan Tangerang. Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq menambahkan, instansinya turut terlibat dalam serbuan vaksinasi tersebut. Menurut dia, vaksinasi di daerah yang masyarakat tervaksinnya masih rendah perlu dilakukan segera. Selain di wilayah aglomerasi tersebut, pihaknya juga masih menggeber vaksinasi di sejumlah pesantren dan sekolah. (lyn/mia/dee/syn/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks