alexametrics
Rabu, 25 November 2020
Rabu, 25 November 2020

Pemda Diminta Bersiap untuk Vaksinasi Korona, Bagaimana NTB?

PEMERINTAH terus mematang rencana imunisasi nasional dengan vaksin Covid-19 yang akan dimulai pada akhir tahun ini. Daerah pun diminta untuk bersiap-siap. Termasuk NTB. Saat ini, di seluruh Indonesia, sekitar 23 ribu tenaga vaksinator terlatih dan puluhan ribu tenaga medis pendukung akan mengeksekusi proses vaksinasi ini.

Vaksinolog dan Dokter Spesialis penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe mengungkapkan bahwa Indonesia telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam pengelolaan rantai dingin (Cold chain) pasokan vaksin mulai dari tempat produksi hingga sampai ke fasilitas-fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

”Vaksin itu produk biologis, jadi dia disimpan mesti dengan cara-cara yang khusus dan tentunya sensitif pada pada suhu. Mayoritas vaksin akan disimpan dalam suhu 2 hingga 8 derajat celcius. Kecuali vaksin polio di suhu minus 20 derajat celcius,” kata Dirga kemarin (20/11)

Ia menjelaskan, sejak vaksin dibuat di pabrik, sampai kita gunakan di RS dan di Puskesmas termasuk dalam hal transportasi baik itu melalui kendaraan darat, laut maupun udara, semua harus bisa menjamin vaksin berada pada suhu yang ditetapkan. ”Kita sudah berpengalaman. Sudah siap. Bukan hal yang baru,”  katanya.

Dirga menyebut selama ini sistem cold chain di Indonesia sudah berjalan 97 persen dengan baik. Mulai dari pabrik sampai dengan menerima di puskesmas.  ”Baik di  Aceh maupun di Papua semua sudah siap. Ada petugas di pabrik, nanti ada  drivernya sampai disuntikkan di tenaga kesehatan. Itu dijamin oleh sistem yang sudah berjalan bertahun-tahun di Indonesia,” katanya.

Berdasar standar dari WHO,  vaksin diangkut dengan carrier untuk memastikan suhunya terjaga di 2 sampai 8 derajat dengan penyimpanan dengan lapisan khusus. Di luar kemasan vaksin, ada sebuah indikator yang bernama Vaccine Vial Monitor (VVM) yang akan menunjukkan apakah kondisi vaksin dalam keadaan terjaga selama proses transportasi.

”Jika indikator VVM ini berubah, maka akan diketahui vaksin ini sudah berada pada suhu yang di luar seharusnya, jadi tidak akan digunakan,” jelas Dirga.

Dirga menyebut saat ini sudah ada 440 ribuan tenaga kesehatan yang terdiri dari gabungan dokter umum, spesialis, perawat dan bidan yang akan bergotong royong untuk melakukan program imunisasi ini. Jumlah tersebut akan mendukung 23 ribu tenaga vaccinator yang disiapkan pemerintah.

Sampai saat ini, pelatihan vaksinator terus berlangsung di Kementerian Kesehatan. Saat ini sudah 7 ribu vaksinator yang telah terlatih. Dalam beberapa hari kedepan, diharapkan 23 ribu orang tersebut selesai dilatih.

Dirga menambahkan, sebuah vaksin jika sudah mendapat izin BPOM, pasti sudah terjamin kualitas dan efektivitasnya. Memang pasti ada satu atau dua vaksin dalam paket yang suhunya tidak sesuai, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena pasti tidak akan digunakan.

Untuk bisa efektif melawan persebaran virus, kata Dirga, syarat pertama adalah vaksin harus efektif sesuai dengan tujuan pembuatannya. Yang kedua cakupan imunaisasi harus luas dan banyak. ”Kita harapkan 75 persen penduduk Indonesia. Jangan ragu vaksin jika sudah ada, BPOM sudah memberi izin, seharusnya kita rebutan (untuk divaksinasi,Red),” jelas Dirga.

 

Iain Darurat

 

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memberikan pengawalan terhadaoat oenyediaan vaksin Covid-19 di tanah air. Tak mudah untuk menerbitkan ijin edar. “Vaksin harus memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu sesuai standar yang telah ditetapkan,” kata Kepala BPOM Penny K Lukito kemarin.

BPOM, menurut Penny, pasti memiliki data vaksin bahkan sejak penelitian awal penelitian. Pemantauannya pun juga dilakukan hingga distribusi dan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Dalam rangka pandemi, prosesnya oun dipercepat. Namun tak menghilangkan esen aman untuk digunakan.

Dalam penelitian, harus ada persetujuan protokol uji klinik (PPUK). Lalu dilakukan inspeksi apakah sesuai dengan cara uji klinij yang baik.

Untuk kandidat vaksin Covid-19 yang diuji klinik tahap 3 di Bandung oleh Unpad dan Bio Farma, sejauh ini subjek masih terawasi dengan baik. Sementara hasil inspeksi, sejauh ini ujibklinik telah dilaksanakan dengan baik. “Belum ada efek samping serius yang dialami oleh subjek uji klinik,”tutur Penny.

Untuk mendukung data mutu uji klinik Vaksin Sinovac, Badan POM telah melakukan inspeksi ke fasilitas produksi Sinovac Life Science Beijing pada tanggal 2 hingga 5 November. Inspeksi ini dilakukan untuk memastikan produsen menerapkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) secara konsisten di sepanjang proses pembuatan vaksin.

Selanjutnya, keseluruhan data aspek keamanan, khasiat, dan mutu tersebut harus disampaikan oleh industri farmasi kepada BPOM. Lembaga ini selanjutnya melakukan proses evaluasi yang mengacu pada standar pedoman evaluasi nasional dan internasional. Komite Nasional Penilai Obat, tenaga ahli, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) juga diajak berembuk.

Mengingat kebutuhan akan vaksin yang mendesak di masa pandemi ini, BPOM memberikan fleksibilitas terkait penerbitan izin edar vaksin Covid-19. Caranya  izin dikeluarkan dalam bentuk perizinan penggunaan vaksin dalam kondisi darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Syarat pemberian EUA adalah vaksin harus sudah memiliki data uji klinik fase 1 dan uji klinik fase 2 secara lengkap. Serta data analisis interim uji klinik fase 3 untuk menunjukkan khasiat dan keamanan. Prosedur EUA ini mengacu pada pedoman persetujuan emergensi dar badan kesehatan dunjai WHO dan organisasi internasional lain.

Selanjutnya Penny menyatakan BPOM membukan kesempatan bagi vaksin lain diluar yang diujikan di Bandung. Ada beberapa perusahaan vaksin yang menyatakan akan melakukan uji klinis di Indonesia. Selain itu, terhadap vaksin yang akan diimpor Indonesia juga telah didiskusikan dengan BPOM terkaiy ijin penggunaan. “Pfizer, Astrazeneca dan yang lainnya juga sudah. Mungkin akan cari industri farmasi di Indonesia untuk impor,” ucapnya.

Industri farmasi menurutnya juga telah mengajukan pendampingan BPOM ketika suatu saay nanti akan mengimpor atau memproduksi vaksin Covid-19. Penny tidak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 dapat memacu penelitian vaksin.

Selanjutnya Dirut Bio Farma Honesti Basyir pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa nanti ada vaksin Covid-19 gratis yang akan diberikan pada beberapa kriteria. Lalu terkait dengan distribusi, data siapa yang menjadi peberima masih simpang siur. Menurutnya ini menyulitkan perusahaan farmasi untuk mendistribusikan. “Kita mengalami kendal karena data itu ada yang di BPJS Kesehatan, Kemenkes, ada juga di kementerian lain,” ucapnya.

Menurutnya dengan adanya pandemi ini sudah menunjukkan perlunya integrasi data. Tujuannya untuk memetakan peta kesehatan di Indonesia. “Data ini harus dimiliki pemerintah bukan industri,” ungkapnya.

 

Vaksin Dalam Negeri

 

Sementara itu, Jubir Pemerintah untuk Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, bibit Vaksin Merah Putih dapat diserahkan kepada PT Bio Farma pada tahun 2021. Selanjutnya Bio Farma akan melakukan uji klinis tahap 1 sampai 3.

“Jika seluruh tahapan uji klinis berjalan dengan baik, maka izin edar diproyeksikan diperoleh pada akhir tahun 2021, dan akan didistribusikan pada awal tahun 2022,” kata Wiku.

Di samping itu, terkait uji klinis tahap 3 terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac yang sedang berjalan, Wiku mengatakan, tidak ditemukan adanya Gejala Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dari uji klinis terhadap 1.620 relawan yang dilakukan beberapa waktu lalu di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, hanya ditemukan gejala ringan seperti nyeri dan pegal-pegal otot pada bekas suntikan.

“Tidak ditemukan efek samping serius karena vaksin maupun vaksinasi. Kami akan terus memantau perkembangan uji klinis dan perkembangan status kehalalannya,” jelas Wiku.

Pemerintah juga berupaya agar program vaksinasi dapat segera berjalan. Hal ini diwujudkan melalui simulasi vaksinasi yang ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu lalu (18/11/2020) di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat. Simulasi ini merupakan upaya memastikan kesiapan masyarakat dalam melakukan vaksinasi.

Bahwa program vaksinasi sangat bergantung pada proses pengembangan vaksin yang akan digunakan. Saat ini berbagai kandidat vaksin yang digunakan pada tahap uji klinis, untuk memastikan keamanan, efektivitas dan dosis aman yang dapat digunakan.

“Sesuai yang sudah disampaikan Presiden, kami berharap vaksinasi massal dapat dilakukan secepatnya jika vaksin sudah siap,” katanya menjawab pertanyaan media.

 

Klaster Petamburan Mulai Tumbuh 

 

Sementara itu, kasus positif pada Kerumunan Acara Maulid dan Pernikahan yang digelar oleh Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab (MRS) mulai bermunculan. Ketua Satgas Doni Monardo pun menghimbau siapapun yang terlibat acara kerumunan mulai dari Penjemputan hingga acara Maulid Nabi di Petamburan untuk secara sukarela memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Berdasarkan data yang diterima Satgas per Kamis sore 19 November, Ada 7 orang positif Covid 19 dari 15 orang yang di tes Swab. Termasuk Lurah Petamburan. Data Jumat sore 20 November, hasil swab antigen untuk Kluster Mega Mendung adalah yang diperiksa 20 orang kasus positif dari 559 orang yang diperiksa. Laporan lain, terdapat 50 orang positif Covid 19 yang mayoritas berdomisili sekitar Tebet.

Untuk itu, Ketua Satgas Doni Monardo berharap kerja sama semua komponen masyarakat di berbagai daerah terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten khususnya para Ketua RT dan Ketua RW untuk menyampaikan pesan kepada keluarga keluarga bagi yang kemarin ikut beraktivitas, mulai dari penjemputan di Bandara Soekarno Hatta, kegiatan Maulid Nabi di Tebet, dan juga di Mega Mendung, serta acara terakhir di Petamburan, kiranya dengan kesadaran sendiri untuk melaporkan diri kepada Ketua RT dan Ketua RW.

“Pemeriksaan di Puskesmas tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan ini sangat penting agar diketahui lebih dini. Jika ada yang positif bisa segera isolasi dan tempat isolasi disiapkan pemerintah. Silahkan dengan kesadaran dan keikhlasan memeriksa diri ke Puskesmas, demi memutus mata rantai penularan untuk keselamatan bersama,” himbau Doni.

Selain itu, Doni menyebut pihaknya telah menyalurkan 2.500 swab antigen ke seluruh puskesmas yang berada di daerah-daerah yang berpotensi terjadi peningkatan kasus di DKI, Banten dan Jabar. (tau/mia/wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Dijual ke Luar Daerah, Harga Bahan Pokok di Mataram Naik

”Yang buat mahal itu harganya karena banyak dikirim ke luar daerah. Di sana harganya jauh lebih menjanjikan jadi pedagang memilih kirim ke sana juga,” ujarnya.

Guru Garda Terdepan Pencegahan Korona di Sekolah

”Kalau guru tidak disiplin atau lengah, maka saya tidak bisa bayangkan, apa yang akan terjadi pada anak-anak kita,” ujar Pembina BKP PGRI NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Belajar dari Pengalaman Langsung Kesembuhan Penyintas COVID-19

Pola makan dengan asupan makanan tinggi kalori dan tinggi protein merupakan treatment yang dianjurkan saat terkena COVID-19. Hal ini berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh.

XL Axiata Raih Dua Penghargaan Internasional

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali berhasil mendapatkan penghargaan tingkat internasional.

Dosen Fisika Unram Gelar Pelatihan HOTS Daring

”Ini (pelatihan, Red) dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa di tengah wabah Pandemi Covid-19,” kata Ni Nyoman Sri Putu Verawati, ketua tim dosen, kemarin (23/11).

Dewan Mataram Minta Pembagian Bantuan JPS Usai Pilkada

-Sejumlah anggota dewan meradang. Bukan karena tak setuju dengan bantuan JPS tahap enam. Tapi, mereka khawatir JPS ini ditunggangi kepentingan politik jelang Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.
00:06:43

VIDEO : Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Pringgasela Lotim

Peredaran gelap narkoba di Provinsi NTB benar-benar mengkhawatirkan. Pera pelakunya menggunakan beribu macam cara. Bahkan sudah ada yang memproduksi barang haram itu di daerah ini. Polisi sudah berhasil membongkarnya.

Korona Meningkat, Libur Panjang Akhir Tahun Ini Bisa Dibatalkan

Pemerintah mempertimbangkan untuk memperpendek atau meniadakan sama sekali libur panjang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2020 ini jika penerapan protokol kesehatan pada liburan Maulid Nabi akhir Oktober lalu dianggap tidak efektif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...
Enable Notifications    OK No thanks