alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Selandia Kenang Serangan Christchurch : PM Jacinda Ardern Kutip Hadis, Live Nasional Azan Duhur

CHRISTCHURCH–Siaran televisi di Selandia Baru kemarin (22/3) terasa berbeda. Jelang tengah hari, semua menyiarkan hal yang sama. Adzan Dhuhur. Kemarin tepat sepekan pasca pembantaian di Masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch. Siaran adzan secara nasional itu adalah bentuk penghormatan bagi para korban yang kehilangan nyawa maupun terluka.

                ”Selandia Baru ikut berduka bersama kalian. Kita adalah satu,” ujar Perdana Menteri (PM) Jacinda Ardern pada sekitar 20 ribu orang yang berkumpul di Hagley Park depan masjid Al Noor. Mengenakan kerudung dan baju serba hitam, Ardern berpidato sebentar sebelum memimpin momen mengheningkan cipta selama 2 menit untuk mengenang para korban.

                Sama seperti Ardern, Imam masjid Al Noor  Gamal Fouda juga menyerukan agar semua umat  bersatu. Dengan cinta dan kasih sayang, Selandia Baru tidak akan bisa dipecah belah. Dia juga berterima kasih pada Ardern atas semua yang dia lakukan pasca pembantaian. Menurutnya, Selandia Baru bisa menjadi contoh bagi para pemimpin dunia yang lain.

                Fouda juga menambahkan bahwa Islamophobia nyata adanya. Itu dikampanyekan untuk mempengaruhi orang agar tak memanusiakan dan takut dengan umat muslim secara irasional. ”Takut terhadap apa yang kita pakai, pada pilihan makanan yang kita makan, cara kita beribadah dan bagaimana kita mempraktikkan keimanan kita,” ujarnya. Tapi kasih sayang bisa menghapuskan itu semua.

                Di Wellington, ratusan penduduk berpegangan tangan membentuk rantai manusia mengelilingi Wellington Islamic Community atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kilbirnie selama salat Jumat berlangsung. Mereka berasal dari berbagai ras, usia dan agama yang berbeda-beda.

                Sue Teodoro yang ikut dalam aksi tersebut mengungkapkan bahwa saat itu suasananya begitu tenang dan menyentuh. Banyak orang yang menangis. Mereka bertekad bahwa hari itu umat muslim di wilayah mereka harus bisa beribadah dengan rasa tenang. Beberapa perempuan muslim yang tidak ikut ibadah salat Jumat menawarkan air dan tabir surya pada para peserta aksi yang berdiri di tengah teriknya sinar matahari.

                 ”Pesan dari masyarakat sudah jelas, teroris tidak akan mematahkan semangat penduduk Selandia Baru,” tegas Teodoro seperti dikutip CNN.

                Para perenpuan di Selandia Baru kemarin juga banyak yang mengenakan kerudung. Itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas. Gerakan #headscarfforharmony menjadi trending di Twitter. Para polisi perempuan yang bertugas menjaga Ardern di  Hagley Park pun juga mengenakan kerudung.

                ”Kami memakai kerudung untuk menunjukkan dukungan, cinta dan solidaritas kami. Kami  berharap bahwa ini akan menunjukkan pada perempuan muslim bahwa mereka dan kami adalah satu,” ujar  Robyn Molony, salah satu warga yang hadir di Hagley Park.

                Koran di Christchurch,  The Press, juga ikut dalam aksi solidaritas. Halaman utama mereka ada tulisan Arab salam.  Mereka juga menulis daftar nama para korban meninggal. Para korban tersebut sudah banyak yang selesai diperiksa dan dikembalikan ke keluarga masing-masing. Kemarin ada 26 korban yang dimakamkan di pemakaman Christchurch.

                Pembantaian yang dilakukan oleh warga Australia Brenton Tarrant memang menjadi pukulan keras bagi Selandia Baru. Negara itu selama ini tenang dengan toleransi beragama yang luar biasa tinggi. Insiden penembakan juga jarang terjadi. Tapi kini, keamanan ditingkatkan di mana-mana. Termasuk terhadap Ardern.

                Polisi saat ini tengah menyelidiki ancaman di Twitter yang ditujukan untuk Ardern. New Zealand Herald melaporkan bahwa ada orang yang mengirimkan pesan ancaman di Twitter ke Ardern. Isinya adalah gambar senjata api dan tulisan you are next (Anda selanjutnya Red). Akun si pengancam itu kini telah diblokir. (sha/JPG/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks