alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Cegah Korona, Indonesia Tutup Pintu untuk WNA dari India

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi warga negara asing (WNA) yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam waktu kurun 14 hari. Hal ini terkait membengkaknya jumlah kasus penularan Covid 19 di Negara anak benua tersebut.

Langkah pencegahan penularan Covid-19 itu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

Dasco menilai langkah pemerintah sudah tepat. Sebab kasus Covid-19 di negara India mengalami lonjakan tajam. Hal ini tentu mengkhawatirkan bagi negara-negara lainnya.

“Kebijakan pemerintah menutup pintu masuk bagi warga negara India mulai hari ini menurut saya kebijakan yang tepat. Kalau bukan hari ini nanti menurut saya akan terlambat,” ujar Dasco saat dihubungi, Jumat (23/4).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini juga menyatakan, sebelum Indonesia terdapat beberapa negara lain yang sudah menutup pintu bagi warga negara India. Sehingga kebijakan pemerintah tidaklah salah.

Menurut Dasco, keputusan pemerintah ini semata-mata demi melindungi masyarakat Indonesia dari penularan Covid-19 di tanah air. Karena negara lain sudah mulai duluan menutup pintu masuk untuk India.

“Pemerintah kita apresiasi memikirkan warga negaranya dengan mengikuti kebijakan tersebut.  Pertimbangan bahwa di  India sedang terjadi lonjakan yang tinggi dengan varian baru yang bisa membuat penularan lebuh cepat,” katanya.

Karena itu, Dasco menilai DPR sepakat untuk mendukung kebijakan pemerintah pelarangan warga India untuk masuk ke tanah air ini. “Karena itu kami mendukung, sekali lagi apresiasi kepada pemerintah dan kebijakan tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pemberian visa bagi WNA yang pernah tinggal atau mengunjungi India dalam kurun 14 hari terakhir.

“Pemerintah tentu mendorong beberapa hal yang dilakukan khusus untuk India tentu pemerintah mengingatkan bahwa peraturan Menkumham Nomor 26 tahun 2020 tentang visa dan izin dinyatakan tertutup untuk kedatangan WNA dengan beberapa pengecualian,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (23/4).

Sedangkan bagi WNI yang telah tinggal atau mengunjungi wilayah India ini dalam kurun waktu 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat. Di antaranya, karantina di hotel khusus selama 14 hari dan melakukan tes RT-PCR.

“WNI tersebut wajib dilakukan Karantina selama 14 hari dilakukan di hotel khusus berbeda dengan hotel yang lain. Kemudian lulus tes PCR dengan hasil negatif maksimum 2x 24 jam sebelum keberangkatan dan hari pertama kedatangan dan hari 14 paska karantina akan kembali di PCR tes,” jelas Menko Airlangga.

Lebih lanjut Menko Airlangga mengatakan pemerintah juga akan melalukan pengetatan akses masuk dari India ke Indonesia.

“Pengetatan protokol ini diberlakukan untuk semua moda transportasi darat, laut dan udara dan ketentuannya akan dilanjutkan dengan surat Edaran Dirjen Imigrasi Kumham dan juga dari lembaga lain yang terkait,” ujar Menko Airlangga.

“Peraturan bersifat sementara dan akan terus dikaji ulang,” ujar Jakarta, Jumat (23/4).

“Berdasarkan hasil pencermatan tersebut, pemerintah memutuskan menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari,” sambungnya.

Adapun kasus Virus Corona di India menembus angka 300.000 secara harian. Beberapa negara mulai melakukan pelarangan atau restriksi masuk perjalanan dari India.

Beberapa daftar negara yang melakukan pelarangan di antaranya adalah Hong Kong, Selandia Baru, Pakistan, Arab Saudi, Inggris, Singapura dan Kanada.

Untuk WNI dari India yang ingin kembali ke Indonesia, pemerintah masih membuka pintu namun protokolnya lebih ketat. Kebijakan ini berlaku pada Minggu 25 April 2021.(JPG/ant/r2)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks