alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Penyerang Wakapolres Mantan Napi Terorisme

SEMARANG–Identitas pelaku penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni mulai terungkap. Pelaku diketahui bernama Karyono Widodo alias Sujak, warga Manisrejo, Madiun, Jawa Timur. Dia pernah dihukum 4 tahun penjara di Lapas Kelas II-B Way Kanan, Lampung.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng Kombespol Wihastono Yoga Pranoto mengatakan, Karyono diketahui merupakan mantan narapidana terorisme (napiter) yang bebas pada 2019. Pelaku terlibat dalam pengeboman Thamrin. Dia juga termasuk bagian dari kelompok Ciamis yang membikin senjata rakitan di Sumatera.

’’Pelaku keluar dari Lapas Way Kanan pada 8 Juli 2019,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di RS Bhayangkara, Semarang, kemarin (22/6). Identitas pelaku diketahui setelah polisi melakukan tes DNA dan mendapatkan keterangan keluarga.

Aksi penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar itu masih diselidiki Densus 88 Antiteror.

’’Apakah pelaku bergerak sendiri atau berkelompok masih dilakukan lidik oleh densus,’’ katanya. Wihastono menambahkan, jenazah Karyono dimakamkan secara layak di pemakaman Kedungmundu, Kota Semarang, Senin sore (22/6). ’’Kami mendapat mandat dari pihak keluarga, untuk pemakaman diserahkan kepada kepolisian, dalam hal ini Polda Jawa Tengah,’’ bebernya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitrina Sutisna mengatakan, pelaku diduga sudah merencanakan aksinya. Warga juga tidak menaruh curiga meski pelaku sudah dua kali datang dan mondar-mandir di Desa Gondosuli atau sekitar lokasi kejadian. ’’Kita tanyakan kepada warga, tidak ada satu pun yang mengenal. Kalau melihat sudah dua kali, kemungkinan iya (direncanakan). Saat kejadian pelaku sendirian,’’ imbuhnya.

Adik Karyono, Rohman Budi Santoso, mengatakan, pihak keluarga atau ibunya sudah dites DNA. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan kejadian itu. ’’Kita serahkan pemakanan ke kepolisian di semarang. Dia itu terlalu tertutup. Terakhir (ketemu) itu ya saat diserahkan 2019, keluar dari penjara, kemudian pergi lagi,’’ katanya. (mha/ton/c7/oni/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks