alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Uji Klinis Tahap III Dimulai, Realisasi Vaksin Korona Semakin Dekat

JAKARTA-Harapan untuk bebas Covid-19 kian besar. Vaksin yang diproduksi perusahaan Tiongkok Sinovac Biotech sudah masuk uji klinis tahap III. Pengujian dilakukan Rabu (22/7) di Brasil bekerja sama dengan Butantan Institute.

”Kita hidup di waktu yang unik dan bersejarah. Itulah mengapa saya ingin menjadi bagian dari uji coba ini,” ujar dokter di salah satu rumah sakit di Sao Paulo, Brasil, seperti dikutip Agence France-Presse.

Bibit vaksin Sinovac ini juga sedang disiapkan untuk uji coba di Indonesia. Indonesia telah menerima 2.400 bibit vaksin Sinovac ini dan akan mulai uji coba klinis pada Agustus mendatang. Jika seluruhnya berjalan lancar, diperkirakan, pada 2021 sudah mulai diproduksi untuk kebutuhan Indonesia.

Di sisi lain, pada saat yang sama, vaksin yang dibuat para ilmuan di Universitas Oxfor, Inggris juga sedang mengembangkan vaksin Covid-19 yang diberi nama ChAdOx1 nCoV-19. Dari hasil uji klinis tahap I dan II menunjukkan kandidat vaksin ini aman digunakan.

Bahkan pada percobaan yang dilakukan di Inggris, seluruh partisipan menunjukkan 100 pengembangan antibody.  Vaksin ini memproduksi sel darah putih dalam waktu 14 hari setelah vaksinasi. Sementara respon antibodi terjadi dalam 28 hari.

Sementara kemarin, sekitar 9 ribu pekerja kesehatan di enam negara bagian di Brasil menerima satu dosis vaksin yang diberi nama CoronaVac tersebut. Dalam tiga bulan ke depan, mereka akan mendapatkan dosis kedua di bawah pengawasan. Gubernur Sao Paulo Joao Doria mengungkapkan, hasil awal dari uji coba itu mungkin akan keluar dalam 90 hari ke depan.

Jika terbukti efektif dan aman, Butantan Institute akan memproduksi 120 juta dosis. Brasil dipilih sebagai salah satu tempat uji coba karena menjadi negara dengan kasus terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS). Korban jiwa di Brasil sudah tembus 80 ribu orang dan angka penularan mencapai 2,1 juta orang. Uji coba tahap III tersebut juga dilakukan di Bandung, Indonesia.

Selain itu, Brasil menjadi tempat uji coba klinis fase III untuk vaksin yang dikembangkan Oxford University, Inggris, dan AstraZeneca. Sejauh ini vaksin milik Oxford dinyatakan yang paling unggul. Vaksin yang dikembangkan perusahaan asal AS Pfizer dan perusahaan asal Jerman BioNTech juga diuji klinis di negara yang dipimpin Presiden Jair Bolsonaro tersebut.

Pemerintah AS yang tak kunjung bisa menghentikan gelombang penularan akhirnya harus bertaruh uang besar pada vaksin-vaksin yang berpeluang berhasil. Kemarin (22/7) Pfizer dan BioNTech mengungkapkan bahwa pemerintah AS akan memberikan USD 1,95 miliar (Rp 28,5 triliun) untuk memproduksi dan mengirimkan 100 juta dosis kandidat vaksin Covid-19 mereka.

Dalam perjanjian tersebut juga tertulis bahwa pemerintah AS bisa mendapatkan 500 juta dosis tambahan. Presiden AS Donald Trump bahkan siap bekerja sama dengan Tiongkok khusus untuk urusan vaksin tersebut.

Sementara itu, pemerintah Jepang menyetujui penggunaan obat jenis steroid dexamethasone untuk mengobati pasien Covid-19. Pada Mei lalu mereka juga telah mengizinkan penggunaan remdesivir.

Dexamethasone menyedot perhatian internasional setelah laporan penelitian University of Oxford mengungkap bahwa obat yang tergolong murah tersebut mampu mengurangi angka kematian pasien yang sudah dalam kondisi parah. Yaitu mereka yang sudah membutuhkan injeksi oksigen dan memakai ventilator.

Di pihak lain, penduduk Pakistan saat ini menggunakan plasma darah dari pasien yang sudah sembuh untuk pengobatan Covid-19. Efektivitas pengobatan itu masih dipertanyakan. Namun, mereka yang sakit memilih tetap menggunakannya daripada harus kehilangan nyawa.

Plasma darah tersebut kini dijual di pasar gelap dengan harga selangit. Mereka yang membutuhkan tetap membelinya. Padahal, tidak ada garansi plasma yang dijual itu benar-benar milik pasien yang sudah sembuh atau bukan. ”Sangat mudah untuk mengeksploitasi orang-orang yang tidak memiliki pengalaman di dunia sains,” ujar spesialis kesehatan masyarakat Pakistan Fareeha Irfan. (sha/c9/ayi/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks