alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

November, 10 Juta Dosis Konsentrat Vaksin Korona Tiba dari Tiongkok

MULAI November hingga Maret 2021, Bio Farma akan menerima bulk atau konsentrat vaksin Covid-19 Ready to Fill (RTF) dari Sinovac, Republik Rakyat Tiongkok. Jumlahnya mencapai 50 juta dosis. Hal itu sesuai dengan penandatanganan Prelimenary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Production of Covid-19 Vaccine Kamis lalu (20/8) di Hainan Tiongkok.

Pengiriman bulk dari Sinovac ini, akan dibagi ke dalam skema. Sebanyak 10 juta dosis pertama Bulk Vaksin Covid-19 akan dikirim pada November. Lanjut Desember akan dikirim kembali sebanyak 10 juta dosis bulk. Akan diteruskan pada Januari hingga Maret 2021 dengan jumlah yang sama setiap bulannya.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana KPEN Erick Thohir menyampaikan dalam agreement tersebut, Bio Farma tidak hanya sekedar mengolah dan mendistribusikan saja. Tetapi juga ada unsur transfer teknologi.

”Bio Farma kerja sama dengan Sinovac adalah sebuah kerja sama yang win-win. Menyepakati dengan Sinovac dalam hal transfer knowledge dan transfer teknologi,,” ucap Eric Kamis lalu.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengungkapkan bulk yang akan diterima oleh Bio Farma dalam bentuk RTF. Bulk pertama yang datang pada November tidak akan langsung diproduksi. Melainkan akan dilakukan serangkaian pengujian di Bio Farma dan proses regristrasi di Badan POM. Kegiatan itu dilakukan sampai pada akhirnya siap untuk diproduksi.

”Setelah proses-proses tersebut selesai, Bio Farma akan melanjutkan proses filling and packaging untuk menjadi produk akhir sehingga didalamnya terdapat komponen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” ungkapnya. Untuk transfer teknologi dalam bidang fill atau finish bulk dan pengujian.

Bio Farma sendiri sudah mempersiapkan fasilitas produksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas sebanyak 100 juta dosis pada Agustus. Pada akhir Desember akan ada tambahan kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis.

Terpisah, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menjelaskan, ada empat alasan yang mendasari kerja sama dengan Sinovac. ‘’Sinovac itu termasuk perusahaan pertama di dunia yang membuat vaksin korona,’’ ujarnya kepada koran ini, kemarin (21/8).

Alasan kedua, lanjut Arya, Sinovac sebelumnya juga telah melakukan kerja sama dengan Bio Farma. Latar belakang itu membuat RI lebih mantap melakukan kerjasama dengan Sinovac.

Ketiga, Sinovac juga merupakan pembuat vaksin terbesar di dunia. ‘’Lalu keempat, ada alih teknologi antara Bio Farma dengan Sinovac. Tapi tentu kita tetap buka kerja sama dengan yang lainnya juga,’’ imbuhnya.

Arya melanjutkan, kerja sama dengan perusahaan pembuat vaksin lainnya juga terus dijajaki. Beberapa di antaranya yakni CEPI yang dimiliki Bill Gates, WHO, hingga AztraZeneca.

Dia menambahkan, pembelian vaksin dengan Sinovac mencapai 40 juta dosis. Meski tak memerinci berapa nilai kerja sama itu, namun dia memastikan bahwa pemerintah juga terus melihat perkembangan vaksin lain agar menambah jumlah vaksin yang dibutuhkan.

’’Sementara 40 juta dulu. Kebutuhan kita kan banyak, mengingat jumlah penduduk kita sangat banyak. Lagi pula kan tidak mungkin hanya satu kali suntik. Sehingga, kerja samanya akan dilakukan bertahap,’’ tuturnya.

 

Jajaki Uni Emirat Arab

 

Pada bagian lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir sedang berada di Uni Emirat Arab (UEA). Rencananya, keduanya akan melakukan pertemuan dengan Menlu UEA.

Sama seperti lawatan ke Tiongkok, tujuan kinjungan ini salah satunya untuk membicarakan kesepakatan dan memantau pengembangan vaksin Covid-19. Indonesia sendiri bahkan telah mengirimkan tim khusus untuk memantau uji klinis fase III kandidat vaksin Covid-19 yang disiapkan Sinopharm dan G42. Hal itu ditegaskannya setelah bertemu Wakil Presiden Sinopharm di Sanya, Tiongkok, Kamis (20/8). Sebagai informasi, G42 asal UEA sedang melakukan uji klinis fase III vaksin Covid-19 bersama produsen vaksin asal Tiongkok Sinopharm. Calon vaksin ini disebut-sebut sebagai

”Besok pagi (Jumat,red) Insya Allah kami akan berangkat menuju Abu Dhabi,” ujar Retno dalam temu media Kamis (20/8) malam.

Di Tiongkok sendiri, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh Menlu. Pertama, melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Tiongkok Wang Yi. Kemudian, melakukan pertemuan dengan sejumlah industri   manufaktur vaksin Tiongkok seperti Sinovac, Sinopharm dan CanSino.

Dalam pertemuan dengan Wang Yi, keduanya membahas mengenai sejumlah isu. Yakni, komitmen kedua negara untuk memperkuat kerjasama bilateral berdasarkan asas saling menghormati dan saling menguntungkan, menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, serta  komitmen untuk meningkatkan kerjasama di bidang vaksin.

Mengenai vaksin, Retno menyampaikan kembali mengenai pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman, dan harga yang terjangkau dalam menghadapi pandemi saat ini. Menurutnya, ada komitmen kuat dari sejumlah industri farmasi RRT untuk melakukan kerjasama vaksin dengan Indonesia. ”Kami juga melihat komitmen Pemerintah RRT untuk mendukung kerjasama tersebut,” katanya.

Komitmen tersebut pun terlihat dari penandatangan perjanjian antara BioFarma dan Sinovac untuk memperkuat kerjasama vaksin. Ada 2 dokumen yang ditandatangani antara Sinovac dan BioFarma Kamis (20/8). Pertama, Preliminary Agreement of Purchase and Supply of Bulk Product of Covid 19 Vaccine. Perjanjian ini berisi kesepakatan komitmen ketersediaan supply bulk vaksin hingga 40 juta dosis vaksin mulai November 2020 hingga Maret 2021.

Sementara dokumen yang kedua berisi MoU untuk komitmen kapasitas bulk vaccine 2021. Di mana, Sinovac akan memberikan prioritas kepada Biofarma untuk supply bulk vaksin setelah Maret 2021 hingga akhir tahun 2021. ”Ini adalah kerja sama yang cukup panjang antara Bio Farma dan Sinovac,” ungkapnya.

Di  saat  yang  sama,  upaya penjajagan kerja sama vaksin juga dilakukan dengan Sinopharm dan CanSino. Menurutnya, upaya komunikasi serupa terus dilakukan dengan beberapa pihak lainnya di luar RRT dengan pemikiran untuk memperoleh hasil yang lebih baik, di tengah kompetisi yang sangat ketat di antara negara-negara dunia.

Upaya ini pun, kata dia, dibarengi dengan pengembangan vaksin mandiri di dalam negeri yang terus dilakukan. Tujuannya, untuk kemandirian vaksin nasional nantinya.

Ketibaan Menlu pun diamini Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah. Menurutnya, Menlu dan Menteri BUMN sudah tiba di UEA, Jumat (21/8). ”Sudah tiba di UAE dan masih menjalani protokol kesehatan. Besok (hari ini, red) baru berkegiatan,” tuturnya kemarin (21/8).

Sayanganya, Faizasyah masih enggan berkomentar banyak mengenai rencana kerja sama lebih lanjut dengan Sinopharm. Dia meminta untuk menunggu hasil kunjungan yang disampaikan Menlu sebelum kembali ke tanah air. ”Yang saya tahu di antaranya bertemu Menlu UAE dan G42. nanti kita tunggu hasil kunjungannya,” paparnya.

Disinggung soal anggaran untuk pembelian 40 juta bulk vaksin, Faizah mengaku tak tahu menahu. Namun, yang jelas bulk vaksin ini diperlukan untuk produksi vaksin Covid-19 oleh Bio Farma nantinya. (mia/dee/lyn/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks