alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

JAKARTA-Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Hal tersebut diungkap anggota Ombudsman Alvin Lie kemarin (22/9) usai menerima bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Awalnya, ia sempat kaget ketika mendapat pesan singkat dari Telkomsel pukul 01.19 WIB. Isinya, pemberitahuan jika nomor ponselnya telah mendapat bantuan tersebut.

Alvin sempat berpikir, bantuan ini untuk apa. Karena saat ini, dirinya tidak sedang aktif menjadi dosen. Kemudian, anak-anaknya pun sudah selesai sekolah.

“Saya memang sedang S3. Apakah ini bantuan karena masih terdaftar, saya tidak tahu,” tuturnya ketika dikonfirmasi.

Ia sendiri mengaku tak tahu berapa gigabyte kuota yang didapat. Pasalnya, nomer tersebut sudah lama dinon-aktifkan seluruh fitur GPRS/3G/4G-nya. Nomor hanya difungsikan untuk voice call dan sms saja.

“Whatsapp ini menggunakan akses internet provider lain. Tapi registrasi nomer TSel untuk me-mudahkan identifikasi kontak saya,” paparnya. Artinya, tidak ada verifikasi untuk memastikan apakah nomor tersebut aktif digunakan untuk penggunaan internet atau tidak dari instansi terkait.

“Kalaupun dapat, harusnya dicek dulu. Memerlukan gak. Masih aktif gak,” keluh mantan anggota DPR RI tersebut.

Selain proses pendataan dan verifikasi, Liverpudlian ini juga mengkritisi soal penerima bantuan. Menurutnya, bantuan ini harusnya menyasar pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah, dan mahasiswa S1 saja. Mengingat, mahasiswa S2 dan S3 hampir semuanya telah bekerja. Se-hingga dinilai mampu membeli kuota internet untuk proses pembelajaram jarak jauh(PJJ) .

“Rasanya mahasiswa S3 gak perlu diberi batuan kuota internet, bantu untuk yang muda saja yang be-lum kerja,” tegasnya. Selain itu, lanjut dia, subdisi harusnya menyasar warga yang tidak mampu secara ekonomi.

Kendati begitu, ia mengaku belum lapor Kemendikbud. Uneg-unegnya ini hanya diteruskan ke pihak Telkomsel supaya ada perbaikan. Dengan begitu, harapannya, anggaran benar-benar digunakan untuk yang membutuhkan dan berhak.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani menyampaikan, bahwa data nomor ponsel didaftarkan oleh pihak universitas. Begitu pula untuk verifikasi dan validasi dilakukan berdasarkan perguruan tinggi dan sekolah basisnya masing-masing.

“Terkait masing-masing individu menjadi tanggung jawab lembaga tersebut, sebagaimana diatur dalam Persesjen Juknis,” ungkapnya. Dalam juknis tersebut disebutkan bahwa Pemimpin Satuan Pendidikan menerbitkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas kebenaran data nomor ponsel yang terinput ke sistem data pokok pendidikan dan sistem pangkalan data pendidikan tinggi.

Selain itu, Evy juga angkat bicara mengenai pengelompokan jenis kuota. Menurutnya, dengan adanya pembagian kuota menjadi kuota umum dan kuota belajar, serta kejelasan daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses maka tidak perlu ada kekhawatiran kuota data disalahgunakan. Sebagai informasi, daftar laman dan aplikasi pembelajaran yang dapat diakses menggunakan kuota belajar juga memuat 19 aplikasi, 5 video conference, 22 website, dan 401 website kampus yang diyakini dapat memeuhi berbagai kebutuhan PJJ.

“Aplikasi dan video conference yang utama digunakan dalam PJJ juga ada dalam daftar tersebut,” tegasnya.

Ia juga berpesan, bagi guru, siswa, dosen, dan mahasiswa yang belum mendaftrakan nomor pon-selnya diharapkan segera mendaftarkan. Aplikasi Dapodik dan aplikasi PD Dikti sebagai sumber data penerima bantuan kuota data internet tetap dibuka. Di mana nantinya, penyaluran bantuan kuota data internet mengikuti juknis yang telah ditetapkan. Ssbagai informasi, pada hari pertama penyaluran bantuan kuota, sudah 9,6 juta pendidik dan peserta didik mendapat bantuan tersebut per kemarin. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks