alexametrics
Rabu, 3 Maret 2021
Rabu, 3 Maret 2021

Kurangi Mobilitas Orang, Cuti Bersama Dipangkas

JAKARTA-Pemerintah resmi memangkas cuti bersama tahun 2021. Dari tujuh hari cuti bersama tersisa di 2021, kini hanya tersisa dua hari saja.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Senin (22/2/2021). Hadir dalam rapat tersebut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kementerian Agama Nizar Ali, Sekjen Kemenaker, Asops Kapolri dan Pejabat Eselon 1 K/L terkait.

Muhadjir mengungkapkan, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali, cuti bersama diputuskan untuk dipangkas. ”Dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja” ujarnya.

Adapun cuti bersama tahun 2021 yang dipangkas sebanyak 5 hari, yakni 12 Maret: Cuti Bersama dalam rangka Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW; 17, 18, 19 Mei: Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah; dan 27 Desember: Cuti Bersama dalam rangka Hari Raya Natal 2021.

Sementara cuti bersama yang tetap yakni pada 12 Mei dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan 24 Desember dalam rangka Raya Natal 2021. Ketentuan ini tertulis dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

Muhadjir menjelaskan, pertimbangan mengapa masih diberikan satu hari menjelang Hari Raya Idul Fitri dan satu hari menjelang Natal ini guna memudahkan Polri dalam mengelola pergerakan masyarakat. ”Jangan sampai terjadi penumpukan pada satu hari dan justru akan berbahaya,” ungkapnya.

Menurut dia, ada beberapa alasan pengurangan libur ini. Di antaranya, kurva peningkatan Covid-19 belum melandai sesuai dengan target yang ditetapkan. Kemudian, mengurangi risiko kecenderungan kenaikan kasus positif Covid 19 saat libur panjang yang disertai dengan mobilitas tinggi yang kerap mengikuti. Padahal saat ini, program vaksinasi sedang berjalan.

”Oleh karena itu pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat,” papar Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut.

Ditemui usai rapat, Tjahjo mengemukakan hal yang sama. Menurutnya, cuti bersama ini perlu dikurangi guna mengurangi potensi mobilitas orang. Di mana, dapat berisiko terjadi penularan dalam mobilitas tinggi tersebut. ”Makanya perlu dipangkas,” katanya.

Karenanya, sejak awal, ia telah menghimbau agar aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya tidak mudik nantinya. Kecuali, ada keperluan mendesak. Itu pun, harus mendapat izin dari pejabat yang berwenang.

Senada, Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan, evaluasi cuti bersama ini karena memperhatikan kondisi pandemi yang masih terjadi. Sehingga, diharapkan, tidak ada peningkatan pergerakan masyarakat dalam jumlah tinggi saat ada libur panjang.

”Dipotong lima hari, tersisa di tanggal 12 Mei (libur Lebaran, Red) dan 24 Desember 2021 (libur Natal, Red) saja,” ungkapnya.

Ia meminta agar masyarakat paham akan situasi yang terjadi. Selain itu, masih ada satu hari tambahan untuk libur lebaran yang bisa dimanfaatkan untuk kumpul bersama keluarga di rumah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sempat menyinggung soal libur panjang. Khususnya kaitan libur panjang dengan peningkatan kasus harian Covid-19. Dia menjelaskan dari empat libur panjang yang sudah ada, semuanya memicu kenaikan kasus harian Covid-19 lebih dari 40 persen. ’’Jangan diulang lagi. kita sudah empat kali mengalami (kenaikan kasus Covid-19 setelah libur panjang, Red),’’ jelasnya. Jokowi mengatakan kebangetan jika tren tersebut kembali terulang. (mia/wan/JPG/r6)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks