alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Yogi Hermawan, Pencipta Vespa Tank Indonesia : Hanya Tamat SMP, Ekspor Hingga ke Prancis

Pendidikannya ‘hanya’ sampai SMP. Tapi berbekal kecintaan terhadap vespa, terciptalah banyak kreasi vespa tank yang indah. Semua dipelajarinya secara otodidak.

 

FAJAR RAHMAD, Kediri

 

BEBERAPA kerangka motor vespa bekas tertata rapi di depan rumah berwarna putih. Terlihat memenuhi rumah yang berukuran 8×20 meter di Kelurahan Blabak, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu.

Itulah rumah Yogi Hermawan Saifullah. Pria yang biasa dipanggil Yogi itu mendapatkan barang bekas itu dari teman-temannya di luar kota. Semua dibongkar untuk dirakit kembali. Menjadi vespa unik yang berbentuk tank.

Pria 30 tahun ini mengawali produksi vespa tank miliknya sejak 2012. Saat itu, dia mendapat permintaan dari temannya. “Teman minta mengubah bentuk vespa yang belum pernah ada di Indonesia,” tutur Yogi.

Kemudian, Yogi mewujudkan konsep bentuk vespa temannya itu dengan langsung merakit di bengkel samping rumahnya. Dia lalu mencari mesin dan kerangka motor vespa dari teman komunitas.

“ Karena untuk merakit vespa tidak ada bahan yang baru. Jadi saya mencari vespa bekas dan pasti mencari yang masih kualitas bagus Mas,” ucap Yogi yang baru saja mengirim barang ke Mojokerto.

Rata-rata vespa dibuat selama kurun waktu satu hingga dua bulan. Setelah jadi, ternyata banyak yang menyukai hasil karyanya. Permintaan pun berdatangan. Apalagi, setiap modifikasi vespa buatannya itu, dia selalu mempromosikan lewat media sosial. Sehingga, banyak yang tertarik.

Sejak 2012 hingga saat ini, Yogi telah memproduksi vespa tank lebih dari 500 unit. Peminatnya pun tidak hanya orang Kediri saja, bahkan orang luar kota dan pernah dari luar negeri.

Banyak latar belakang yang berminat dengan motor vespanya. Beberapa pelanggan yang belum paham vespa sempat mengeluh barang rakitan Yogi. Ada yang mesinnya belum cocok, juga karena kerangkanya yang kadang belum seperti keinginan pelanggan.

Para pelanggan ada yang protes jika mesinnya tidak sama dengan kualitas pabrik. “Ya jelas beda Mas, vespa tank saya kan rakitan sendiri dan barangnya juga bekas,” jelasnya dengan mengelus vespa tank yang baru dirakit.

Kendala lain ketika pandemi korona seperti ini, sering mengalami masalah pengiriman yang tertunda. Meski begitu, dia tetap mengusahakan produksi terus berjalan seperti biasa.

Tapi di sisi lain, tiap tahun peminat vespa tank produksinya terus meningkat. Puncaknya ketika tahun 2014 hingga 2016, seiring menjamurnya komunitas vespa di tanah air.

Tak hanya itu, modifikasinya juga menarik minat warga Spanyol dan Perancis. Mereka tertarik ketika melihat unggahan video vespa tank di media sosial. Setelah itu, mereka kemudian memesan vespa karya Yogi itu. Tak tanggung-tanggung, mereka membeli delapan unit. Dua unit dikirim ke Perancis, dan enam unit ke Spancyol. “Gara-gara pesanan ini, saya juga sempat diwawancarai media luar negeri,” kenang pria yang masih single ini.

Melihat keterampilannya itu, tak banyak yang tahu kalau Yogi benar-benar belajar modifikasi vespa secara otodidak. Bahkan, dia hanya bersekolah hingga SMP. Bekalnya hanya satu. Mencintai vespa. Bahkan, motor berbodi lebar ini sudah menjadi kecintaan keluarga. Ayahnya sejak muda telah memiliki vespa, hingga Yogi didukung mendirikan bengkel sendiri.

Karena itu, Yogi lantas belajar servis dan modifikasi vespa. Semua ilmu didapatkannya dari mengikuti komunitas vespa. Vespa tank rakitannya semakin terkenal karena Yogi lebih dulu bergabung dengan komunitas vespa bernama Scooter Rosook Jahanam (RSJ).

Dia bergabung sejak 2007 mengenal jaringan pertemanan vespa. Hingga memutuskan pada tahun 2009 dia  mendirikan bengkel tempatnya berkarya.

Selain itu, seiring dikenalnya vespa tank miliknya. Banyak penggemar vespa dari luar kota yang meniru barang ciptaannya. Meski dilakukan tanpa izinnya, dia ikhlas. “Kan sama-sama penyuka motor vespa. Tidak apa-apa,” pungkasnya seraya tersenyum. (dea/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Efek Positif Korona, Literasi Digital Meningkat

Selama penerapan belajar dari rumah (BDR) yang disebabkan Pandemi Covid-19, kegiatan literasi anak-anak berkurang. ”Karena aktivitas kunjungan ke perpustakaan sekarang ini, sangat dibatasi ya,” kata Kepala Kantor Bahasa NTB Ummu Kulsum, pada Lombok Post, Kamis (9/7/2020).

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks