alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

PNS Bakal Dapat Pulsa Rp 200 Ribu Sebulan

JAKARTA–Para PNS kementerian/lembaga mendapat angin segar. Sebab, pemerintah akan memberikan pulsa untuk mendukung proses kerja para PNS.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani membenarkan adanya kebijakan yang rencananya dilakukan pada 2021 itu. ‘’Sekarang yang sudah berlaku senilai Rp 150 ribu untuk semua PNS. Nilai pulsa itu akan disesuaikan menjadi Rp 200 ribu minimal,’’ ujarnya kepada koran ini, Minggu (23/8).

Askolani menyebut, kebijakan itu berlaku untuk semua kementerian/lembaga. Adapun besaran anggaran pulsa itu masih menunggu penetapan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ke depan, anggaran pulsa itu ada di pagu masing-masing kementerian/lembaga. ‘’Saat ini masih menunggu penetapan oleh Menkeu,’’ imbuh Askolani. Kebijakan itu juga hanya berlaku untuk PNS, dan tidak berlaku untuk tenaga honorer dan pegawai outsourcing yang ada di instansi pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Town Hall Meeting virtual Kemenkeu menyebut bahwa kebijakan itu bertujuan untuk menunjang produktivitas flexible working space (FWS). Seperti diketahui, saat ini banyak PNS yang bekerja di rumah dan mengandalkan internet dalam melaksanakan tugasnya.

Jawaban itu menyusul adanya curhat salah satu pegawai Direktorat Surat Utang Negara Kemenkeu bernama Yusman yang usul agar pulsa PNS Kemenkeu dapat dinaikkan menjadi Rp 300 ribu. Usulan itu disebabkan karena para pegawai melakukan rapat virtual hampir setiap hari.

Yusman menyebut, dalam sehari, dia bisa melakukan rapat hingga 3 sampai 4 kali dengan waktu minimal 2 jam. Bahkan di hari libur pun, dia tetap harus melakukan kewajibannya. Tentu hal itu menyedot anggaran pulsa dari para pegawai.

‘’Pekerjaan apapun terus kami respon walaupun itu hari libur, Sabtu atau Minggu, karena persiapan penerbitan selalu memakan waktu dan persiapan yang cukup kompleks, maka mau tidak mau work life balance kami terganggu,’’ tutur dia.

Menkeu pun merespon positif curhatan Yusman itu. Ani menjelaskan, anggaran yang selama ini digunakan untuk rapat tatap muka seperti biaya snack rapat atau perjalanan dinas bisa diganti untuk pulsa. ‘’Ya sudah dipakai saja untuk bayar pulsa saja. Pasti bisa kalau cuma Rp 300 ribu. Menurut saya, policy dari pimpinan saja,’’ jawab Ani.

Terpisah, Direktur Riset Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memahami adanya kebijakan itu. Piter menjelaskan, pandemi Covid-19 memaksa seluruh masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup, termasuk cara bekerja dan belajar menjadi online.

‘’Tidak terkecuali ASN. Tantangannya infrastruktur kita belum sepenuhnya cukup mendukung. Ketersediaan dan besarnya biaya pulsa internet menjadi kendala. Di daerah-daerah remote, internet belum tersedia. Kalaupun tersedia biayanya mahal,’’ ujarnya kepada koran ini.

Namun, cara kerja online itu tidak lagi bisa ditolak. Cara kerja dan belajar itu kini sudah menjadi kebutuhan baru yang harus dilakukan. Sehingga, wajar saja jika pemerintah mengalokasikan anggaran pulsa.

‘’Oleh karena Itu Saya Kira kebijakan pemerintah memberikan bantuan pulsa kepada ASN adalah langkah yang suda sewajarnya menyesuaikan kebutuhan baru ini,’’ imbuhnya.

Piter menggarisbawahi agar kebijakan pemberian pulsa itu selayaknya diberikan kepada seluruh PNS. Hal itu juga sebagai bentuk penyediaan fasilitas bekerja yang harus disesuaikan dengan tuntutan kondisi saat ini dan masa yang akan datang. (dee/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks