alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Masih Buron, Polres Lombok Tengah Buru Empat Begal

PRAYA-Satu per satu terduga pelaku begal yang beraksi di jalan raya Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah dibui. Dalam aksinya para pelaku tidak segan-segan melukai korban.

“Jumlahnya ada enam orang pelaku,” beber Kasatreskrim Polres Loteng AKP I Putu Agus Indra Permana, kemarin (23/8).

Dua diantaranya sudah mendekam di balik jeruji besi Polres Loteng. Terakhir, polisi meringkus AM (inisial), warga Dusun Mengkudu, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Minggu (21/8).

Sementara empat pelaku lainnya ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Kasus terakhir menimpa Eko Heri Rustanto, warga Dusun Awang Balak Desa Mertak.

Penetapan itu berdasarkan laporan polisi Nomor LP/13/III/2021/P.NTB/Res Loteng/Sek. Pratim tertanggal 22 Maret. Kronologisnya, saat pria 36 tahun tersebut, menggunakan mobil pikap berangkat dari rumahnya menuju Gerung, Lombok Barat pukul 04.45 Wita.

Baca Juga :  Pembunuhan di Desa Pengembur, Ibu dan Janin Tewas Setelah Minum Racun

Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba enam pelaku begal mengarahkan lampu senter ke arah wajah korban, hingga laju kendaraan tidak bisa dikendalikan. Kondisi seperti itu, membuat para pelaku langsung menghampiri korban. Para pelaku memaksa korban keluar dari kendaraannya.

Kemudian salah satu pelaku menghantam korban menggunakan parang, hingga melukai kepala korban. “Korban pun tersungkur dan tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Agus.

Dikatakan, para pelaku kemudian dengan leluasa membawa kabur mobil pikap bernomor polisi DR 8024 DC. Atas peristiwa itu korban mengalami kerugian sebesar Rp 130 juta. “Pelaku dijerat pasal 364 ayat 2 KUHP, dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” papar mantan Kapolsek Jonggat tersebut.

Baca Juga :  Airlangga: PMI Indonesia Cetak Rekor, Bukti Dunia Usaha Kembali Bergeliat

Sementara itu, Kapolsek Jonggat Iptu Bambang Sutrisno terus mendatangi warga desa di seluruh Kecamatan Jonggat. Tujuannya, mengingatkan warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sebagai langkah antisipasi dini, sehingga kasus kejahatan bisa diminimalisasi.        “Salah satunya lewat ronda malam,” tandasnya.

Sebagai penggerak, pihaknya berharap kerja sama bhabinkamtibmas, babinsa, badan keamanan desa (BKD), pemerintah desa dan tokoh masyarakat. (dss/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/