alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

TNI AL Selamatkan Rp 1,8 Triliun

JAKARTA-Penindakan terhadap segala bentuk aktivitas ilegal oleh Komando Armada I berbuah manis. Komando utama TNI AL yang bertugas menjaga perairan di bagian barat Indonesia itu berhasil menyelamatkan sumber daya negara sebanyak Rp 1,8 triliun.

Angka itu mereka peroleh dari akumulasi langkah tegas yang dilakukan sejak tahun lalu. Terbaru, mereka menangkap tiga kapal ikan asing di Laut Natuna.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono kemarin (24/3). Pria yang juga akrab dipanggil Yudo itu menyampaikan, sejak kali pertama bertugas dirinya sudah meminta seluruh jajaran Komando Armada I lebih aktif.

”Unsur KRI Komando Armada I meningkatkan patroli,” ungkap dia. Khususnya di daerah perbatasan dengan negara tetangga.

Bukan hanya patroli, Yudo juga meminta seluruh anak buahnya tidak ragu menindak tegas pelanggar aturan. Baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Arahan itu lantas dijalankan melalui bermacam operasi. Hasilnya tidak percuma, nyaris setiap hari Komando Armada I berhasil menindak tegas para pelanggar aturan. Mulai penyelundup narkotika, miras, rokok, sampai sumber daya yang berasal dari Indonesia.

Setelah ditotal jumlahnya mencapai Rp 1.895.000.000.000. ”Hal tersebut didapat dari penangkapan berbagai kegiatan ilegal,” imbuhnya.

Yudo pun mencontohkan aksi KRI Teuku Umur 385 pada Kamis (21/3). Kapal perang yang berasal dari Satuan Kapal Eskorta Komando Armada I tersebut sukses menangkap kapal ikan asing yang masuk Zona Ekonomi Eksklusif alias ZEE Indonesia. ”Diduga melakukan kegiatan illegal fishing,” tambah dia.

Lokasi tepat penangkapan kapal ikan itu berada di Perairan Natuna Utara, Natuna, Kepulauan Riau. Kordinatnya, sambung Yudo, 06 30.344 U – 107 43.810 T. Kegiatan ilegal itu lantas ditindaklanjuti melalui tindakan tegas yang dimulai dengan prosedur pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan atau jarkaplid. ”Yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, anak buah kapal, dan dokumen kapal tersebut,” jelasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan, petugas KRI Teuku Umar 385 berhasil mendapatkan identitas kapal. Yakni Kapal BV 4356 TS berbendera Vietnam. Yudo menyebut, kapal itu sudah memuat satu palka ikan berbagai jenis. Atas kegiatan yang mereka lakukan, kapal ikan asing itu lantas disangkakan telah melakukan eksploitasi sumber daya alam Indonesia tanpa izin. Sesuai aturan yang berlaku, kapal tersebut lantas digiring ke Lanal Batam.

Masih di wilayah yang sama, KRI Tarakan 905 yang sedang bawah kendali operasi (BKO) dari Komando Armada II ke Komando Armada I berhasil menangkap dua kapal ikan asing berbendera Vietnam. Yakni kapal BV 4724 TS serta kapal BV 90735 TS. Menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho, kedua kapal tersebut masih dalam perjalanan setelah ditangkap. ”Proses tandu menuju Lanal Batam,” imbuhnya. (syn/JPG/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks