alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Menolak Lupa! ASN sebagai Pelayan Publik

Oleh: Muhammad Yusuf, S. Tr. Stat ASN BPS Kabupaten Bima

Makna Kata “Pelayan”

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “pelayan” merupakan sebuah kata benda yang memiliki dua makna. Makna pertama adalah orang yang melayani, kemudian makna kedua adalah pembantu atau pesuruh.

Kedua makna ini sudah jelas bahwa kedudukan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sebagai orang yang “melayani” atau “pesuruh” yang dipekerjakan oleh masyarakat dan digaji oleh masyarakat melalui pajak yang dibayar oleh masyarakat. Oleh sebab itu, sebuah keanehan apabila seorang “pembantu” bertindak semena-mena atau tidak sopan pada seorang “majikan”nya.

Apabila setiap ASN sudah memahami makna tersebut tentunya tidak akan ada oknum-oknum ASN yang berlaku kurang memberikan perhatian dan sambutan yang hangat, tidak senyum,  tidak welcome dengan masyarakat saat masyarakat datang ke Instansi/OPD tersebut.

Misalnya: “Nyari apa mas? (sambil ditekuk wajahnya, cemberut”, contoh yang lain, ketika “jajan” di waktu istirahat ASN berlagak “sok”, acuh tak acuh kepada orang karena ASN pakai seragam, badge dan name tag lengkap.

Fungsi dan Peran ASN

Sikap tersebut merupakan contoh dari contoh-contoh kecil yang penting tetapi mulai hilang bahkan dilupakan oleh para Apuratur Sipil Negara (ASN). Sikap-sikap yang kurang baik tersebut haruslah dihilangkan dan diganti dengan sikap yang ramah dan senyum dalam menerima tamu dan bersosialisasi di masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan fungsi dari ASN bukanlah hanya sebagai pelaksana kebijakan publik saja, akan tetapi juga (1) sebagai pelayan publik dan (2) perekat dan pemersatu bangsa (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Aparatur Sipil Negara Pasal 10 Tentang Fungsi Tugas dan Peran ASN). Oleh sebab itu, bagaimana bangsa kita akan rekat kalau antara masyarakat dan penyambung lidah, yakni ASN,nya tidaklah tercipta suatu hubungan yang baik.

Faktor yang penting dalam menciptakan hubungan yang baik tersebut adalah ketika kita memberikan first impression ke masyarakat, bagaimana kita senyum ke orang, bagaimana rasa kepedulian kita dalam menanyakan “apa yang bisa dibantu?”, “Oh iya, silakan pak/mas” ke masyarakat.

Sehingga, apabila first impression ini berhasil kita berikan kepada masyarakat maka kedepan masyarakat akan kembali lagi datang ke kantor atau instansi untuk meminta bantuan kembali karena masyarakat ingat bahwa ternyata ASN itu ramah dan baik serta masyarakat akan merasa pemerintah ini ada di pihaknya dan bukan suatu opisisi atau musuh yang harus mereka lawan atau gulingkan.

 

ASN Sebagai Pelayan Publik

Prinsip pelayanan publik sebenarnya sangatlah simpel, yakni kita sebagai ASN harus melayani publik dalam hal ini adalah masyarakat umum dan sesama ASN lain. Pelayanan publik ini memiliki beberapa nilai, salah satunya adalah Responsif. Maknanya adalah dalam penyelenggaraan pelayanan publik Instansi/OPD wajib mendengar dan menenuhi tuntutan kebutuhan warga negaranya.

Tidak hanya terkait dengan bentuk dan jenis pelayanan publik yang mereka butuhkan akan tetapi juga terkait dengan mekanisme penyelenggaraan layanan, jam pelayanan, prosedur dan biaya penyelenggaraan pelayanan. Oleh sebab itu, sebagai ASN harusah mendengar aspirasi dan keinginan masyarakat yang menduduki posisi sebagai agen/majikan dari sebuah pemerintahan.

Nilai kedua adalah Aksesibel, artinya pelayanan publik yang diselenggarakan harus dapat dijangkau oleh masyarakat dalam arti fisik dan non-fisik. Arti fisik yang dimaksud adalah dari segi kedekatan, keterjangkauan dengan kendaraan publik, mudah dilihat dan gampang diketemukan. Kemudian, arti non fisik adalah yang terkait dengan biaya dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh masyarakat untuk mendapatkan layanan tersebut.

Nilai ketiga adalah Mudah dan Murah, artinya penyelenggaraan pelayanan publik harus tidak boleh dipersulit dalam masalah birokrasi. Kemudian, pelayanan tersebut haruslah terjangkau dan seminimal mungkin ditekan biayanya agar masyarakat dapat mengonsumsi pelayanan tersebut. Poin pentingnya adalah pemerintah tidak mencari keuntungan melainkan untuk memenuhi mandat konstitusi (Undang Undang Dasar  1945).

Selain itu, tentunya masih banyak nilai dari pelayanan publik tersebut yang bisa diaktualisasikan oleh ASN dalam menjalankan roda pemerintahan. Akan tetapi, lebih jelas tentang bagimanaa ASN bersikap tersebut sebenarnya sudah terangkum dalam materi Manajemen ASN, yang mencakup Whole Of Government (WoG) dan Pelayanan Publik. Materi tersebut merupakan salah satu materi pembekalan ASN yang pastinya sudah diberikan kepada ASN saat menjalani pendidikan latihan dasar CPNS baik golongan II atau III di masing-masing Instansi/OPD. Oleh sebab itu, sebagai ASN haruslah mengingat kembali materi-materi yang sudah diberikan oleh lembaga Pendidikan dan Pelatihan pada masa CPNS.

 

Aktualisasi di Instansi dan OPD

 

Semua materi tersebut tidaklah bermanfaat apabila tidak dihabituasikan dan diaktulisasikan oleh ASN di tempat kerja. Terlebih lagi, akan sangat disayangkan apabila hanya dijadikan bahan “syarat” menanggalkan huruf “C” dalam kata CPNS. Oleh sebab itu, aktualisasi ini haruslah timbul dari kesadaran diri sendiri dan tentunya dukungan lingkungan, baik atasan/pimpinan maupun rekan kerja.

Sebagaimana ayah merupakan sosok inspirasi bagi seluruh anak di dunia ini, baik di belahan dunia barat, yakni di Amerika, Eropa maupun di belahan dunia bagian timur, yakni di Asia dan Indonesia. Ayah dalam konteks ini dapat diartikan menjadi dua, pertama adalah ayah biologis dan secara definitif.

Ayah secara definitif ini adalah sosok ayah sebagai pemimpim suatu perusahaan atau instansi dan anak-anaknya adalah para pegawainya. Oleh sebab itu, karakter pimpinan dalam bersikap dan melayani para tamu maupun stakeholder sangatlah berpengaruh pada para pegawainya.

Salah satu contoh kecil adalah ketika bagaimana pemimpin bersikap dengan para pegawainya di kantor. Contohnya, ketika pagi hari pimpinan selalu keliling menyapa setiap orang yang ada di kantor, “menanyakan bagaimana kabar” terus “apa yang mau dilakukan hari ini?”.

Hal terpenting adalah bersikap “ahsan” (terbaik) dalam memantau pekerjaan pegawainya, tidak pernah marah pada pegawainya dan selalu memberikan jalan tengah dari masalah-masalah yang dihadapi oleh pegawainya baik dengan responden maupun stackholder. Oleh sebab itu, apabila sudah terciptanya pelayanan publik dari dalam instansi tersebut, khususnya dari pimpinan ke bawahan dan bawahan ke pimpinan maka akan tercipta pelayanan publik yang ramah dan santun terhadap masyarakat.

 

Aktualisasi di Masyarakat

 

Terakhir, tingkat keberhasilan pembangunan sangatlah bisa secara “kasat mata” dicerminkan melalui bagaimana masyarakat merespon dari kebijakan-kebijakan yang pemerintah tetapkan. Hal tersebut seperti apakah masyarakat masih mengeluhkan kekurangan makanan, mahalnya harga, atau turunnya harga jual petani di pasaran. Keluhan-keluhan tersebut terkadang disampaikan melalui demonstrasi di jalan, kemudian menutup jalanan, mencegat “plat merah” yang lewat di jalan.

Hal tersebut membuktikan bahwa sebagian masyarakat masih menganggap pemerintah adalah suatu opisi yang harus di lawan. Oleh sebab itu, langkah konkrit sebagai ASN adalah dengan menghilangkan prasangka-prasangka itu dari masyarakat.

Kemudian, apabila prasangka tersebut perlahan mulai hilang maka langkah selanjutnya adalah bersatu padu dengan masyarakat dan menanamkan pemahaman kepada mereka bahwa pemerintah dan masyarakat adalah satu kesatuan organisasi (negara) yang mempunyai tujuan “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” (*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks