alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Bantuan Gaji Rp 600 Ribu Molor, Kemenaker Masih Validasi Rekening

Pencairan bantuan subsidi upah (BSU) batal dilaksanakan hari ini (25/8). Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) berdalih, rekening calon penerima program BSU butuh divalidasi lagi.

———————-

 

MENTERI Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyampaikan, pihaknya sudah menerima 2,5 juta data penerima BSU dari BPJamsostek untuk pencairan batch pertama. Data tersebut harus dicek ulang untuk mengetahui kesesuaian dengan data yang ada.

“Setelah diserahkan dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek, Red), kami perlu lakukan pengecekan,” ujarnya dalam acara penyerahan data calon penerima BSU di Jakarta, kemarin (24/8).

Ida mengatakan, pihaknya butuh waktu sekitar empat hari untuk verifikasi 2,5 juta data tersebut. Sebab, diperlukan kehati-hatian ekstra dalam proses validasinya.

“Data 2,5 juta bukan angka sedikit. Kami butuh kehati-hatian,” paparnya.

Setelah lolos check list di Kemenaker, data tersebut akan disetor ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) untuk bisa dilakukan pencairan dana. Setelahnya, dana disalurkan ke bank-bank negara untuk kemudian ditransfer ke rekening masing-masing calon penerima BSU. Diharapkan semua proses ini selesai akhir bulan Agustus 2020 sehingga bisa langsung dicairkan.

“Untuk batch pertama penerima. Nanti minimal per minggu (dicairkan, Red),” jelas Ida.

Saat ini sendiri, kata dia, sudah 13,7 juta data rekening calon penerima program BSU yang sudah disetor ke BPJamsostek. Masih ada sisa 2 juta data lagi dari target 15,7 juta data yang terus diupayakan untuk dikumpulkan. Ida optimis, seluruh data bisa masuk pada bulan depan.

Kendati begitu, dia mewanti-wanti agar pemberi kerja tidak asal memberi data pekerjanya. Sebab, ada sanksi yang bisa dikenakan bila data yang diberikan tidak valid seperti Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020. “Sanksinya berupa sanksi administratif. Penghentian layanan untuk yang tidak daftarkan pekerjanya,” tutur politisi PKB tersebut.

 

Pegawai Honorer

 

Dalam kesempatan tersebut, Ida turut menyampaikan, bahwa nantinya pegawai honorer juga bisa mendapat BSU ini. Selama terdaftar sebagai peserta BPJamsostek. Ini merupakan kesepakatan dari penambahan peserta yang sebelumnya hanya ditargetkan 13,8 juta menjadi 15,7 juta penerima.

“Kriterianya, pegawai pemerintah non-PNS, terdaftar BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek, Red), dan tidak menerima gaji 13,” ungkapnya.

Dirut BPJamsostek Agus Susanto menambahkan, penyerahan data ini memang sengaja dilakukan secara bertahap. Meski saat ini dari target 15,7 juta penerima sudah 13,7 juta data yang terkumpul. Bahkan, per24 Agustus 2020, sudah 10 juta data yang tervalidasi. Seperti diketahui, proses validasi ini dilakukan berlapis. Pihaknya harus melakukan tiga kali proses validasi seluruh data tersebut.

Penyerahan data bertahap ini, kata dia, untuk memudahkan proses rekonsiliasi, monitoring, dan kehati-hatian. “Bisa saja langsung diserahkan 10 juta data. Tapi ini untuk mempermudah monitoring dan prinsip kehati-hatian,” ungkapnya. Nantinya, lanjut dia, data akan diserahkan perminggu. minimal 2,5 juta data.

Mengenai 2 juta data yang belum masuk, Agus meminta agar pemberi kerja segera mengcollect nomor rekening pegawainya. Sehingga mereka bisa mendapat BSU dari pemerintah.

Disinggung soal ketidakvalidan data calon peserta, Agus mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengembalikan sejumlah data pada perusahaan. Dia meminta agar dilakukan perbaikan.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa data yang disetorkan harus benar. Bila tidak pemberi kerja bisa dikenakan sanksi. Mulai dari teguran, hingga penghentian pelayanan publik tertentu. “Akan mendapat sanki administratif, berupa teguran ,denda, hingga pelayanan publik tertentu, dan sanki2 lain sesuai peraturan yg berlaku,” ungkap Agus.

Selain itu, dia menegaskan kembali bahwa tidak ada peluang bagi peserta baru untuk mendapat BSU ini. Karena data telah dikunci per Juni 2020.

 

Uang Sudah Siap

 

Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, sejak kemarin (24/8) pemerintah telah mencairkan bantuan subsidi gaji untuk para karyawan. Ani menjelaskan, seluruh persiapan pencairan subsidi gaji telah rampung. Termasuk penyiapan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan penerbitan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14/2020 sebagai payung hukumnya. Pencairan subsidi gaji akan dimulai dari tahap pertama.

‘’Kemenaker sudah mengeluarkan Permenaker dan DIPA juga sudah diterbitkan. Sehingga mulai 24 Agustus sudah mulai bisa disalurkan tahap pertama,’’ ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI di DPR, kemarin.

Ani memerinci, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp 37,87 triliun untuk pencairan subsidi gaji. Anggaran tersebut akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja yang telah terdaftar kepesertaannya dalam BPJamsostek. Pencairan tersebut dilakukan dua kali dengan mekanisme transfer langsung ke rekening penerima. Masing-masing penerima akan mendapat Rp 600.000 per bulan untuk empat bulan. Dengan demikian, totalnya senilai Rp 2,4 juta.

Tak hanya itu, Ani menyebut bahwa pemerintah membuka kemungkinan perluasan pemberian subsidi gaji kepada para guru honorer. Meski belum banyak memerinci hal itu, namun pemerintah masih melakukan proses penyempurnaan data guru honorer, baik di Kemendikbud maupun di KemenPAN-RB.

‘’Ada isu guru honorer dimasukkan dalam daftar penerima manfaat, baik yang sudah terdaftar di dalam BPJamsostek, dan saat ini di dalam proses penyempurnaan melalui database di Kemendikbud maupun KemenPAN-RB,’’ tuturnya. (mia/dee/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks