alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Puasa dan Lebaran di Masa Siaga Darurat Korona, Pemprov NTB Jamin Stok Pangan Aman

MATARAM—Gubernur NTB memperpanjang masa siaga darurat bencana non alam Covid-19 hingga 31 Agustus. Artinya warga NTB akan menjalani ibadah Puasa Ramadan dan Lebaran dalam masa darurat yang turut mengguncang perekonomian.

Dengan waktu yang cukup panjang, kebutuhan dana untuk penanganan juga besar. Asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB H Lalu Syafii menjelaskan, dari kebutuhan Rp 25 miliar, pemprov baru bisa menyisihkan Rp 20 miliar. ”Kita ambilkan dari dana bencana dan belanja OPD yang kita sisir,” katanya.

Dana tersebut sudah tersedia, namun belum berani dieksekusi karena harga barang-barang saat ini cukup mahal. Karenanya, mereka meminta pendampingan BPKP NTB. ”Jangan sampai nanti kita bermasalah dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Dia menjamin hingga saat ini belum ada program prioritas yang terganggu dengan pengalihan anggaran itu. Dana diambil dari pos belanja yang tidak terpakai karena kondisi saat ini. ”Seperti dana perjalanan dinas, kan sekarang tidak bisa ke mana-mana,” katanya.

Sementara itu untuk menghadapi kemungkinan terburuk, Kepala Dinas Perdagangan NTB H Fathurrahman secara terpisah mengatakan, Pemprov NTB memberi garansi ketersediaan pangan di NTB. ”Cadangan pangan kita cukup untuk belasan bulan ke depan,” katanya.

Hal itu terlihat dari data cadangan pangan NTB. Hampir semua komoditas bahan pokok cukup stabil. ”Stok pangan menandakan NTB dalam keadaan siap menghadapi dinamika yang berkembang saat ini,” katanya.

Dia meminta warga tidak perlu panik karena NTB tidak akan mengalami krisis pangan seperti dikhawatirkan. “Jangan berlebihan dalam berbelanja, sesuaikan dengan kebutuhan,” imbuhnya.

Ia mengingatkan, jangan sampai ada pihak yang coba menimbun barang. Tim Satgas Pangan tidak segan-segan akan menindak. ”Justru merugikan diri kita sendiri dan orang lain,” tegasnya.

Garansi Kemendag

Garansi ketersediaan bahan pokok masyarakat di tengah pandemi virus Korona juga diberikan Kementerian Perdagangan. Kementerian memastikan bahwa untuk saat ini kondisi stok dan harga bahan pokok masih dapat terkendali dan ada pada level normal. Kendati demikian untuk komoditas gula dan bawang putih disebut masih dalam masa penyesuaian stok seiring dengan datangnya pasokan impor.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan Kemendag, harga rata-rata nasional barang dan kebutuhan pokok secara umum dalam kondisi normal. Suhanto menegaskan bahwa pihaknya melakukan pemantauan harga dan kebutuhan pokok setiap hari di 34 provinsi. Beberapa bahan pokok yang menjadi fokus pemantauan di antaranya adalah beras, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, daging sapi, tlur ayam, bawang merah, bawang putih, dan gula.

”Memang gula pasir dan bawang putih menjadi komoditi yang belakangan ini dirasakan masyarakat mengalami kenaikan cukup signifikan. Sehingga beberapa langkah yang diambil oleh kementerian perdagangan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok,” ujarnya kepada awak media, melalui sambungan teleconference, kemarin (25/3).

Untuk komoditas bawang putih, Kemendag telah menyetujui perizinan impor (PI) sekitar 150 ribu ton dan sudah terealisasi sampai 9 Maret lalu sudah masuk sekitar 11.000 ton. “Dalam rangka percepatan kemudahan izin impor untuk menambah pasokan, pada 18 Maret 2020 Kemendag telah juga menerbitkan Permendag Nomor 27, dimana komoditas bawang putih dan bawang bombai tidak perlu memerkukan izin impor, artinya bebas,” tambah Suhanto.

Di samping bawang putih, Suhanto juga menegaskan bahwa untuk komoditas gula memang sempat terganggu pasokannya. Namun menurut Suhanto, pemerintah saat ini tengah melakukan penambahan pasokan. ”Akhir bulan ini impor akan masuk sebanyak 216 ribu ton dan akan ditambah izin impor 550 ribu ton,” tegas Suhanto.

Dalam rangka mempercepat pasokan gula dalam negeri, lanjut Suhanto, sebanyak 250 ribu ton gula rafinasi untuk industri makanan dan minuman akan diolah menjadi gula kristal putih (GKP). ”Gula rafinasi sudah ada di pabrik-pabrik dan sudah dalam proses penugasan untuk menjadi gula konsumsi. Perlu waktu sekitar 3 sampai 7 hari,” ujar Suhanto. Menurut dia, dengan proses pengolahan di atas, stok gula akan terbantu setidaknya hingga dua bulan. Untuk diketahui kebutuhan gula nasional sekitar 229 ribu per bulannya.

Di luar dua komoditas yang sedang ditambah pasokannya di atas, untuk beras Kemendag telah menugaskan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan dan pasokan serta stabilitas harga beras medium yang dilaksanakan sepanjang tahun hingga akhir Desember. “Informasi saat ini Bulog masih menguasai beras sekitar 1,5 juta ton,” bebernya.

Menurut Suhanto, dalam mengupayakan pemerataan beras, Bulog bekerja sama dengan ritel modern di seluruh Indonesia. Diharapkan, dengan kerja sama itu beras medium produksi Bulog dapat ditemui masyarakat di ritel modern yang umumnya sudah ada di kota maupun kabupaten. Suhanto mengatakan, dalam upaya menjaga stabilitas tersebut, pihaknya meminta dukungan dan peran seluruh stakeholder. Terlebih, dalam waktu dekat juga akan memasuki bulan Ramadan. “Harapan kami masyarakat Indonesia tidak dirisaukan dengan informasi harga kebutuhan pokok yang tinggi,” katanya. (ili/kus/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Izin Tinggal Habis, WNA di NTB Siap-siap Kena Denda

Masa perpanjangan izin tinggal keadaan terpaksa berakhir Minggu (20/9) besok. Artinya, bagi warga negara asing (WNA) yang belum memperpanjang bakal dikenakan denda. ”Kalau tidak diperpanjang hingga batas waktu yang ditentukan maka dianggap overstay dan bakal dikenakan denda,” kata Kepala Imigrasi Kelas IA TPI Mataram Syahrifullah, kemarin (18/9).

Kasus Ikan Teri JPS Gemilang, Kejati Koordinasi dengan Inspektorat

Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB belum melangkah lebih jauh mengusut pengadaan ikan teri paket JPS Gemilang tahap II. ”Kita koordinasikan dulu dengan Inspektorat,” kata Asintel Kejati NTB Munif di ruangannya, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks