alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Korona, Tahun Ini Tak Ada OSPEK untuk Mahasiswa Baru

JAKARTA–Selain menambah jadwal Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2020, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) turut memasukkan jadwal cadangan. Jadwal ini dikhususkan untuk kondisi force majeure.

Ketua LTMPT Mohammad Nasih menuturkan, waktu cadangan ini disediakan pada 30 Juli – 2 Agustus 2020. Waktu cadangan ini disiapkan untuk kondisi-kondisi khusus. Misalnya, gempa hingga banjir, yang terjadi di satu wilayah.

”Ya dilihat saja nanti. Segala kemungkinan kita antisipasi. Ada gempa, banjir, lockdown dan lainnya yang bisa masuk cadangan,” ujarnya kemarin (25/4).

Namun, bukan untuk memfasilitasi perorangan yang tidak bisa hadir saat ujian. Karenanya, peserta diminta menjaga kesehatan dan melakukan isolasi mandiri mulai saat ini. Hal ini diberlakukan guna menghindari adanya peserta yang sakit saat datang ke pusat UTBK-SBMPTN 2020. ”Peserta harus datang dalam kondisi yang sehat, yang berarti suhu tubuh tidak melebihi 38 derajat celcius,” katanya. Jika melebihi itu, maka dipastikan tidak bisa ikut ujian.

Peserta juga diminta memastikan dirinya hadir dalam kondisi bersih. Tidak mampir ke suatu tempat sebelum tiba di pusat UTBK-SBMPTN. Hal ini guna meminimalisasi kontak dengan orang lain di luar rumah. Selanjutnya, peserta juga diminta untuk membawa masker, face shield, hingga sarung tangan.

Rektor Universitas Airlangga itu menegaskan, hal itu perlu dilakukan karena urusan kesehatan dan keselamatan peserta, panitia, keluarga, serta masyarakat jadi fokus utama. Pihaknya tidak ingin ada kasus baru yang terjadi dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih meminta pihak-pihak terkait penyelenggara UTBK untuk menyiapkan opsi lain bagi peserta, terkait problematika yang muncul.  Mulai kekhawatiran kerumunan massa di lokasi, belum adanya izin dari gugus tugas, hingga resiko tidak lolos sebelum ikut tes.

Menurut dia, pelaksanaan UTBK memang harus menyesuaikan dengan protokol Covid-19. Untuk itu, kata Fikri, panitia perlu mengantisipasi kerumunan calon peserta ujian menjelang pelaksanaannya, dan kemungkinan ditunda atau dibatalkan apabila gugus tugas Covid-19 setempat tidak mengeluarkan izin.

Politikus PKS itu mengatakan, ada ribuan peserta dalam satu waktu yang terakumulasi di satu titik, karena hanya ada  74 lokasi PTN. Menurut dia, ada 24 lokasi yang belum mendapatkan izin gugus tugas Covid-19 daerah. “Apakah nanti ada opsi pengunduran atau lainnya, harus diberikan penjelasan kepada peserta,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Fikri, panitia juga harus mengantisipasi adanya peserta yang berisiko akan gagal duluan sebelum ikut tes, karena ada pengetatan protokol kesehatan. Jika suhu tubuhnya di atas 37 derajat, maka tidak boleh masuk ikut tes. Padahal belum tentu dia tidak mampu untuk lolos. Jadi, panitia harus memikirkan opsi yang harus diambil. Peserta tersebut harus tetap diberi kesempatan.

Fikri mengatakan, ada beberapa usulan dari perguruan tinggi negeri. Misalnya, untuk menghindari kerumunan, maka tes bisa diganti dengan portofolio. Menurut dia, portofolio merupakan salah satu parameter penilaian dalam saringan masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN). Yaitu, berupa bukti dokumen penghargaan atau prestasi akademik.  Ada juga usulan lain, kata dia, yaitu dengan memperbanyak titik pelaksanaan UTBK. Misalnya, di 514 kabupaten/kota, sehingga jumlah peserta semakin sedikit.

Dia mengatakan, dalam kondisi pandemi, tes seleksi sebenarnya bisa dilakukan lewat daring.  Seperti yang akan dilakukan Universitas Indonesia untuk seleksi masuk mandiri. “Idealnya memang daring, tapi apakah memungkinkan persiapannya dengan waktu yang mepet, kecuali diundur lagi,” terang dia.

Universitas Padjajaran juga sudah mengantisipasi, jika UTBK tidak menjaring banyak peserta lolos, maka akan mengisi kuota mahasiswa dengan memaksimalkan seleksi mandiri. Menurut dia, seleksi mandiri di setiap kampus memang menjadi opsi bagi calon mahasiswa, selain UTBK.

Fikri pun meminta kepada Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) agar peserta UTBK yang gagal ikut tes, karena hal-hal teknis dan bukan karena gagal setelah ujian, mendapatkan pengembalian biaya.   “Harus dikembalikan 100 persen atau difasilitasi ikut ujian seleksi mandiri di PTN secara gratis,” pungkasnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti) Kemendikbud Nizam mematikan, bahwa gelaran masa orientasi siswa (MOS/OSPEK) atau pengenalan masa kehidupan kampus tidak akan diselenggarakan secara tatap muka. Tapi, bakal dilakukan secara platform daring atau online. Pedoman untuk penerimaan atau penyambutan mahasiswa baru ini pun sudah dikeluarkan oleh pihannya.

”Pada dasarnya pengenalan kampus, pengenalan kehidupan kampus, organisasi kampus, kunci sukses belajar di kampus, hingga tata krama dan etika di kampus sudah kita siapkan secara daring,” katanya.

Selain dapat menghindari perpeloncoan, masa orientasi secara daring juga didorong untuk bisa meningkatkan kreativitas di masing-masing perguruan tinggi. Supaya merancang pengenalan kehidupan kampus yang lebih baik dan menarik.

”Kita harapkan banyak kolaborasi yang bisa dilakukan. Bahkan kolaborasi antar perguruan tinggi,” ungkap Nizam. (mia/lum/JPG/r6)

 

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN

 

Ada sejumlah penyesuaian baru dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN, di antaranya:

 

JADWAL PELAKSANAAN

  • 5-14 Juli 2020 Jadwal Gelombang I
  • 20-29 Juli 2020 Jadwal Gelombang II
  • 29 Juli-2 Agustus 2020 Jadwal Cadangan

 

MATERI UJIAN

Hanya satu mata ujian, yakni tes potensi skolastik yang dilaksanakan dalam waktu 105 menit

 

SESI UJIAN

Sesi ujian disederhanakan, yang tadinya terbagi menjadi empat sesi per hari diubah menjadi dua sesi perhari.

  • Sesi 1 berlangsung pukul 09.00-11.15 WITA
  • Sesi 2 berlangsung pukul 14.00-16.15 WITA

 

LOKASI UJIAN

  • Peserta yang mendaftar ujian di pusat UTBK di luar kota dilarang migrasi. Ujian bisa dilakukan di daerah masing-masing.
  • Pusat UTBK bakal bekerja sama dengand perguruan tinggi swasta atau SMA/SMK mitra (UNBK) yang memenuhi persyaratan.

 

Sumber: Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Aktifkan Jam Malam, Lampu Jalan Dipadamkan

Pemkot Mataram kembali menerapkan aturan jam malam. Warga dilarang berkumpul di ruang publik di atas jam 10 malam. ”Sudah kita berlakukan lagi mulai pertengahan minggu ini,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Berpolitik Praktis Tiga PNS Mataram Dapat Sanksi

Tiga ASN/PNS Pemkot Mataram mendapat sanksi dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). ”Sudah kita lakukan. Ada sekitar tiga dari enam orang yang pernah diklarifikasi Bawaslu,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks