alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Penusuk Wiranto Divonis 12 Tahun Penjara, Pelaku Terima Putusan Hakim

JAKARTA-Tiga terdakwa kasus penusukan Wiranto di Menes, Pandeglang, Banten divonis bersalah Kamis (25/6). Hukuman yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan jaksa, namun tetap saja tinggi. Meski demikian, para terdakwa tidak berniat mengajukan banding. Mereka menerima saja putusan hakim.

Syahrial Alamsyah alias Abu Rara mendapat vonis paling lama, yakni 12 tahun penjara. “Mengadili menyatakan terdakwa Syahrial telah terbukti secara sah bersalah melakukan tindak terorisme,” sebut Ketua Majelis Hakim Masrizal di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat kemarin. Sementara istrinya, Fitria Adriana, divonis 9 tahun dan Syamsuddin alias Abu Basilah alias Jack Sparrow 5 tahun.

Tindakan Syahrial dan Fitria dinyatakan memenuhi unsur pidana dalam Pasal 15 jo Pasal 6 jo Pasal 16 UU 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sementara Syamsuddin melanggar Pasal 15 jo Pasal 7 UU 5/2018 karena ikut dalam aliran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan tidak menghentikan aksi Abu Rara, serta mendukung Abu Rara untuk melakukan tindakan amaliyah.

Hukuman itu lebih rendah daripada tuntutan JPU 16 tahun. Kamsi selaku kuasa hukum menyatakan cukup puas dengan hasil tersebut. Meskipun dia sudah menyiapkan upaya banding. “Sana sudah menerima. Sebetulnya rancangan saya mau banding tapi terdakwa sudah pasrah,” jelas Kamsi usai sidang.

Kamsi pun mengiakan bahwa para terdakwa tiba-tiba menerima putusan. Ini otomatis mematahkan pleidoi sebelumnya, khususnya Syamsuddin yang mengaku sudah ada di Manado ketika kejadian. Pada pembacaan pleidoi, Kamsi menyebut bahwa Syamsuddin tidak berkaitan secara langsung. Namun kemarin dia menyatakan ada keterlibatan. “Iya (Syamsuddin berbaiat dan ikut merencanakan),” ujarnya singkat.

Abu Rara tidak banyak berkomentar. “Saya terima putusan hakim tanpa cela,” ujarnya melalui sambungan video konferensi.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan kompensasi kepada Wiranto sebagai korban. Kompensasi sekitar Rp 37 juta. Kepala LPSK Hasto Atmojo membenarkan ada kompensasi tersebut dan sudah mempersiapkannya. “Jadi nanti begitu sudah in kracht putusannya, LPSK wajib membayar itu,” jelas Hasto ketika dikonfirmasi kemarin.

Namun, dia menegaskan bahwa ini bukan semata-mata karena Wiranto adalah pejabat negara. “Perlu dicatat bahwa Pak Wiranto tidak meminta atau mengajukan kompensasi,” tegasnya. Melainkan LPSK yang mengajukan kompensasi tersebut karena merupakan kewajiban mereka.

Hasto menjelaskan bahwa dengan atau tanpa permintaan korban, LPSK wajib memberikan kompensasi korban dalam kasus tindak pidana terorisme yang sudah melalui proses pengadilan sesuai PP 7/2018. Korban lain juga mendapat perhatian, salah satunya Kapolsek Menes Kompol Dariyanto.

LPSK sudah sempat mengkonfirmasi terkait kebutuhan kompensasi Wiranto itu. Namun untuk pengobatannya sendiri sudah dibiayai oleh negara. LPSK menyerahkan pada Wiranto hendak diapakan kompensasi tersebut nantinya. (deb/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks